Perubahan Iklim: Ancaman Nyata bagi Ladang dan Ternak Petani NTT
KUPANG – Dampak perubahan iklim bukan lagi sekadar wacana global, melainkan ancaman nyata yang sudah merambah hingga ke ladang dan kandang ternak petani di Nusa Tenggara Timur (NTT). Peningkatan suhu, pola hujan yang tidak menentu, dan konsentrasi karbon dioksida (CO2) yang berubah membawa konsekuensi langsung terhadap ketahanan pangan daerah ini.
Hal ini diungkapkan oleh Magfira Syarifuddin, seorang ahli klimatologi pertanian, dalam sebuah diklat nasional yang diselenggarakan Kementerian Pertanian di Kupang, akhir April 2011 lalu.
"Yang kita hadapi adalah sebuah paradoks. Di satu sisi, peningkatan CO2 bisa menyuburkan tanaman, tetapi di sisi lain, dampak ikutannya justru menghancurkan," papar Magfira, menyederhanakan kompleksitas perubahan iklim.



