Tracer Study Ungkap Capaian dan Tantangan Lulusan Prodi MPLK Politani Kupang: 79% Terserap Dunia Kerja
KUPANG, 7 November 2025 – Hasil Tracer Study (Studi Pelacakan) terbaru Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) Politani Kupang untuk periode kelulusan 2022–2024 mengungkapkan perkembangan yang menggembirakan. Sebanyak 79,1% telah berhasil terserap di dunia kerja atau memilih berwirausaha, menunjukkan relevansi kompetensi yang dibangun selama perkuliahan dengan kebutuhan pasar.
Data partisipasi menunjukkan peningkatan jumlah responden dari tahun ke tahun, dengan lonjakan signifikan pada 2024, mencerminkan tingginya keterlibatan alumni dalam memberikan umpan balik bagi pengembangan almamater.
Transisi Cepat ke Dunia Kerja
Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa mayoritas lulusan tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan pertama. Sebanyak 68,1% alumni berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah wisuda. Bahkan, 16,7% di antaranya langsung bekerja dalam waktu di bawah satu bulan. Temuan ini mengindikasikan daya saing lulusan yang cukup baik di pasar kerja, meskipun masih ada 12,5% yang membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk memperoleh pekerjaan.
Wirausaha dan Karyawan Swasta Mendominasi
Dari sisi jenis pekerjaan, terlihat keragaman jalur karier yang ditempuh. Sektor wirausaha (31,9%) dan karyawan swasta (30,6%) menjadi pilihan utama, secara kolektif menyerap lebih dari 60% lulusan. Sebanyak 19,4% bekerja di instansi pemerintah, sementara 12,5% lainnya masih dalam proses pencarian. Yang menggembirakan, lebih dari separuh responden (58,3%) bekerja dalam bidang yang linear dengan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, membuktikan keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan dunia profesi.
Tantangan Finansial dan Soft Skill Jadi Penghambat Utama
Di balik capaian positif, studi ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan signifikan. Kurangnya dukungan finansial menjadi kendala terbesar bagi 48,61% lulusan, terutama dalam memulai usaha atau memenuhi biaya selama masa pencarian kerja. Aspek soft skill, seperti motivasi dan kepercayaan diri, juga menjadi penghalang bagi 25% responden. Selain itu, lemahnya jejaring profesional (23,61%) turut membatasi akses mereka terhadap peluang kerja yang lebih baik.
Strategi yang paling banyak digunakan untuk mengatasi kendala ini adalah dengan aktif mencari lowongan melalui media massa dan media sosial (48,61%), diikuti dengan mengikuti pelatihan (20,83%) untuk meningkatkan kompetensi.
Rekomendasi untuk Peningkatan Daya Saing
Berdasarkan temuan ini, sejumlah rekomendasi strategis diajukan untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan ke depan:
- Penguatan Soft Skill: Diperlukan pelatihan intensif untuk membangun karakter profesional, motivasi, dan kemampuan komunikasi.
- Pendampingan Kewirausahaan: Membuka akses permodalan dan pelatihan usaha berkelanjutan bagi lulusan yang berminat berwirausaha.
- Ekspansi Jejaring Alumni: Membangun platform yang dapat memperluas koneksi profesional antara alumni, mahasiswa, dan dunia industri.
- Sinergi dengan Dunia Usaha: Meningkatkan kerja sama melalui program magang dan rekrutmen terarah untuk memberikan pengalaman praktis sejak dini.
- Pelatihan Teknis Berbasis Industri: Menyelaraskan pelatihan teknis dengan perkembangan terbaru di sektor pertanian modern.
Secara keseluruhan, lulusan Prodi MPLK Politani Kupang telah membuktikan kemampuannya bersaing di lapangan kerja. Dengan upaya terstruktur untuk mengatasi tantangan finansial, motivasi, dan jejaring, diharapkan tidak hanya tingkat penyerapan kerja yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan ekonomi lulusan, yang saat ini sebagian besar (44,44%) berpenghasilan antara 1–3 juta rupiah per bulan, dapat terdongkrak secara signifikan.
"Dengan fondasi kesiapan kerja yang sudah terbukti ini, langkah strategis ke depan diharapkan tidak hanya mengokohkan daya saing, tetapi juga membuka pintu yang lebih lebar bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi para lulusan MPLK di masa mendatang."
Berita terkait: Lulusan Prodi-MPLK Terserap Cepat dan Relevan di Dunia Kerja, Bukti Keberhasilan Pendidikan Vokasi


