Mahasiswa PPLK Politani Kupang Gelar Praktik Analisis Vegetasi Gulma Langsung di Kebun Oesao

Kupang, 07 November 2025 – Sebagai upaya menyinergikan teori di kelas dengan keterampilan lapangan, mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering (PPLLK) semester III melaksanakan Praktikum Lapangan Mata Kuliah Perlindungan Tanaman. Kegiatan yang berfokus pada Analisis Vegetasi Gulma ini dilangsungkan di Kebun Praktek Oesoa, Kabupaten Kupang.
Praktikum ini secara khusus mengajak mahasiswa untuk mendalami identifikasi dan analisis komunitas gulma yang tumbuh di lahan pertanaman. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum yang dirancang untuk mencetak penyuluh pertanian yang tidak hanya paham teori, tetapi juga terampil menghadapi permasalahan nyata di lapangan, khususnya pada ekosistem lahan kering.

Belajar dari Alam: Teori Diterjemahkan ke dalam Aksi
Dipimpin langsung oleh Dosen Pengampu, Jacqualine A. Bunga dan didampingi oleh teknisi lapangan: Maria Natalia A.Lodang dan Maria Magdalena B. Luron, para mahasiswa turun ke kebun untuk melakukan pengamatan langsung. Mereka mempraktikkan metode analisis vegetasi, yang meliputi identifikasi jenis-jenis gulma dominan, menghitung kerapatan dan frekuensi tumbuhnya, serta mendominasi relatifnya terhadap tanaman pokok.
"Praktikum seperti ini sangat penting. Mahasiswa tidak hanya sekadar menghafal nama gulma dari buku, tetapi mereka belajar mengenali karakteristiknya, dampaknya terhadap tanaman, dan cara pengukurannya secara kuantitatif di lapangan. Ini adalah kompetensi dasar yang sangat dibutuhkan seorang penyuluh pertanian," ujar Jacqualine A. Bunga saat memantau kegiatan.

Membangun Kompetensi Penyuluh Pertanian Masa Depan
Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan mendiagnosis masalah gulma—salah satu kendala utama dalam budidaya pertanian lahan kering. Dengan memahami komposisi dan kepadatan gulma, para calon penyuluh ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi pengendalian yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan kepada petani kelak.
"Langsung praktek di kebun bikin kami lebih paham. Kami jadi bisa membedakan mana gulma yang paling berpotensi menurunkan hasil panen dan bagaimana cara mengukurnya. Pengalaman ini sangat berharga," tutur salah satu mahasiswa peserta praktikum.
Kegiatan praktikum di Kebun Praktek Oesoa ini semakin mengukuhkan komitmen Politani Negeri Kupang dalam menerapkan pola pendidikan teaching factory dan experiential learning, di mana kampus dan dunia kerja nyata tidak memiliki sekat. Melalui pendekatan ini, lulusan Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering diharapkan siap menjadi agen pembangunan pertanian yang tangguh di wilayah Nusa Tenggara Timur.

"Di antara helai daun dan akar yang mereka teliti, bukan hanya angka vegetasi yang ditemukan, melainkan sebuah janji. Janji untuk tumbuh bersama tanaman yang mereka pelihara, untuk tak hanya menjadi penjaga gawang ilmu di balik meja, tetapi menjadi angin sepoi-sepoi yang membawa perubahan, membuahkan kemajuan bagi setiap jengkal lahan kering yang dititipkan pada generasi mereka. Praktikum ini adalah benih; dan dari Kebun Oesoa inilah hutan masa depan pertanian NTT akan bertunas."


