Terobosan Pertanian di Lahan Kering: Pupuk Rendah Dosis Ditopang Biochar Capai Hasil Jagung Setara Dosis Tinggi

Kupang, 11 November 2025 — Tim peneliti dari Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering, Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) menemukan kombinasi sederhana namun efektif untuk meningkatkan produktivitas jagung pada lahan kering: penerapan pupuk NPK S Zinc dosis rendah yang dipadukan dengan penambahan biochar 10 ton per hektar. Uji lapang di Desa Silu, Kabupaten Kupang, memperlihatkan bahwa gabungan perlakuan tersebut menghasilkan pertumbuhan dan produktivitas jagung yang sebanding dengan penggunaan pupuk pada dosis tinggi, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Tim peneliti: Melinda R.S. Moata, SP., MSc., PhD; Aydamel Takalapeta, STP., MSi; Welianto Boboy, SP., MSc.
Latar dan tujuan penelitian
Penelitian berjudul “Kombinasi Biochar, Pupuk NPK S Zinc, dan Pola Tanam untuk Hasil dan Kualitas Jagung (Zea mays L) Secara Berkelanjutan di Lahan Kering” dilaksanakan sebagai bagian dari skema Penelitian Dasar DRPM Batch 2 Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Desa Silu dipilih karena termasuk daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi; tujuan penelitian adalah meningkatkan produktivitas jagung sekaligus memperbaiki kualitas gizi hasil pertanian untuk mendukung upaya pencegahan stunting.
Metode singkat dan perlakuan
Tim menguji tiga level dosis pupuk NPK S Zinc: rendah (100 kg/ha), sedang (300 kg/ha), dan tinggi (500 kg/ha). Setiap dosis diuji dengan dan tanpa penambahan biochar 10 ton/ha. Observasi meliputi pertumbuhan tanaman, hasil panen, serta analisis gizi pada bulir jagung dan sisa biomassa.
Hasil utama
Kombinasi pupuk dosis rendah (100 kg/ha) dengan tambahan biochar 10 ton/ha menghasilkan produksi jagung yang setara dengan perlakuan dosis pupuk tertinggi (500 kg/ha). Penambahan biochar meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia, memperbaiki kondisi tanah, dan mendukung pertumbuhan tanaman pada lahan kering.

Implikasi agronomi dan ekonomi
Temuan ini memungkinkan penurunan kebutuhan pupuk kimia tanpa mengorbankan hasil panen, sehingga menurunkan biaya input bagi petani dan mengurangi dampak lingkungan akibat pemakaian pupuk berlebih. Biochar berfungsi sebagai amandemen tanah yang meningkatkan retensi air dan ketersediaan hara — atribut penting pada ekosistem lahan kering.
Dampak pada kualitas gizi dan pencegahan stunting
Selain kuantitas hasil, penelitian mencatat peningkatan kandungan asam amino pada bulir jagung pada perlakuan berbiochar, indikator penting untuk kecukupan protein dan upaya pencegahan stunting. Analisis gizi lengkap terhadap bulir dan biomassa sisa sedang diproses untuk mengkonfirmasi hasil lapang.
Respons komunitas dan dukungan lanjutan
Kepala Desa Silu, Mikhael Takel, S.Pd.K, dan Ketua Kelompok Wanita Tani Aim Tafena In Aina Desa Silu, Frederika Malafu, menyambut baik hasil penelitian dan pendampingan dari Politani Kupang. Sebagai dukungan lanjutan, tim peneliti menyerahkan bibit jagung dan pupuk kepada kelompok tani setempat serta berkomitmen melanjutkan pendampingan agar teknologi ini dapat diadopsi pada musim tanam berikutnya.

Rencana publikasi dan kegiatan ilmiah
Penelitian ini merupakan proyek multi-tahun yang akan dievaluasi tiap tahun. Luaran yang direncanakan meliputi publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Hasil awal telah dipresentasikan pada konferensi internasional, dimasukkan dalam IOP Scopus Proceeding, dan dijadwalkan dipresentasikan di TropAg Conference di Brisbane, Australia.
Temuan di Desa Silu menunjukkan bahwa langkah sederhana — menurunkan dosis pupuk kimia sambil menambahkan biochar — dapat menjadi strategi efektif untuk pertanian jagung yang lebih berkelanjutan, hemat biaya, dan berkontribusi pada perbaikan gizi masyarakat di wilayah lahan kering.


