Karya Wisata Lapang Mahasiswa MPLK Semester II Tingkatkan Literasi Praktik Pertanian dan Klimatologi
KUPANG – Teori di ruang kelas akhirnya bertemu dengan realita di lapangan! Sebanyak 18 mahasiswa semester II Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang menjalankan karya wisata lapang pada Selasa, 7 Juni 2011. Kegiatan ini bukan sekadar piknik, melainkan "laboratorium langsung" yang mengintegrasikan empat mata kuliah sekaligus: Klimatologi, Agroekosistem, Pengelolaan Air, dan Dasar Ilmu Ternak.
Dengan semangat tinggi, rombongan mahasiswa mengunjungi dua lokasi strategis untuk menyelami langsung dunia kerja pertanian modern.
Program Studi MPLK Menyelenggarakan Pelatihan Teknik Perbanyakan Mikoriza bagi Petani Tesbatan
Pelatihan Perbanyakan Mikoriza diselenggarakan oleh Prodi MPLK bekerjasama dengan unit P2M di laboratorium Tanah dan Air pada Sabtu 20 November 2010. Dalam pelatihan tersebut disampaikan berbagai keutamaan mikoriza untuk budidaya pertanian lahan kering. Pelatihan dibuka secara resmi oleh ketua unit P2M Politani Kupang, Ir. Kristoforus Laba, M.Si mewikili direktur dan oleh tim gabungan dosen, teknisi dan mahasiswa yang terlibat antara lain: Masria, SP., M.Si, Ir. Maria Klara Salli, MP, Ir. Abdul KAdir Djaelani, MP, Magfira Syarifuddin, SP., M.Si, Yoseph Ruma, Zakarias Duka, A.Md. Keterangan Gambar: Kepala Unit P2M Memberikan Sambutan Sekaligus Membuka secara Resmi Pelatihan.
Kupang, 20 November 2010 – "Dalam setiap butir tanah yang kering, tersembunyi janji kehidupan yang baru, terbangun melalui pengetahuan dan ketekunan."
Pada Sabtu, 20 November 2010, Politeknik Pertanian Negeri Kupang menggelar pelatihan teknik perbanyakan mikoriza di laboratorium Tanah dan Air. Pelatihan ini diinisiasi oleh Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) bersama unit P2M, mengundang para petani untuk mengeksplorasi manfaat luar biasa dari mikoriza dalam budidaya pertanian lahan kering.
Ketua unit P2M, yang mewakili direktur, membuka acara ini dengan gemilang. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran mikoriza dalam meningkatkan efisiensi pertanian dan mendukung pertumbuhan tanaman di lahan kering, yang sering kali menjadi tantangan besar. Kehadiran tim gabungan dosen, teknisi, dan mahasiswa menambah bobot akademis serta nuansa praktis dalam pelatihan ini.
Mikoriza adalah fungi yang membentuk hubungan simbiotik dengan akar tanaman, meningkatkan penyerapan nutrisi dan air. Terdapat dua jenis utama mikoriza: ektomikoriza dan endomikoriza. Ektomikoriza membentuk mantel di sekitar akar pohon seperti pinus, sementara endomikoriza menembus sel akar tanaman pertanian seperti jagung.