Pelatihan Pertanian Organik Oleh Prodi MPLK bagi Petani Tesbatan
Kupang, 13 November 2010 - Politeknik Pertanian Negeri Kupang, melalui Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK), bekerja sama dengan unit P2M, menyelenggarakan pelatihan pertanian organik bagi petani hortikultura di Desa Tesbatan, Kecamatan Amarasi. Pelatihan ini difokuskan pada teknik pembuatan bokashi dan pemberian mulsa vertikal serta anyaman, dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian di wilayah tersebut.
Apa itu Pertanian Organik?
Pertanian organik adalah sistem pertanian yang mengandalkan proses biologis alami, tanpa penggunaan pestisida atau pupuk sintetis. Sistem ini mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan petani dengan menggunakan bahan alami yang ada di sekitar mereka. Pertanian organik juga bertujuan untuk menjaga kesehatan tanah dan ekosistem secara keseluruhan.
Teknik Pembuatan Bokashi
Salah satu materi utama dalam pelatihan ini adalah teknik pembuatan bokashi. Bokashi adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi bahan organik seperti jerami, dedaunan, dan limbah pertanian lainnya. Proses pembuatan bokashi melibatkan mikroorganisme efektif (EM) yang mempercepat dekomposisi bahan organik, sehingga menghasilkan pupuk yang kaya akan nutrisi dan dapat meningkatkan kesuburan tanah.
![]() |
Pemberian Mulsa Vertikal dan Anyaman
Materi lain yang disampaikan adalah teknik pemberian mulsa vertikal dan anyaman. Mulsa adalah bahan penutup tanah yang digunakan untuk menjaga kelembaban tanah, mengurangi erosi, dan mengendalikan gulma.
- Mulsa Vertikal: Ini adalah teknik di mana bahan mulsa seperti jerami atau daun kering ditempatkan secara vertikal di sekitar tanaman. Metode ini membantu meningkatkan aerasi tanah dan memungkinkan lebih banyak air untuk terserap oleh tanah di sekitar akar tanaman. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mulsa vertikal meliputi jerami, daun kering, serpihan kayu, dan sisa-sisa tanaman lainnya.
- Mulsa Anyaman: Mulsa anyaman adalah teknik di mana bahan mulsa dianyam menjadi bentuk tikar atau lapisan yang dapat menutupi permukaan tanah. Teknik ini efektif dalam mengurangi evaporasi air, mengendalikan gulma, dan menjaga kelembaban tanah. Anyaman mulsa juga dapat meningkatkan estetika kebun serta memberikan perlindungan tambahan terhadap erosi. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mulsa anyaman termasuk jerami, daun kelapa, dan serat pisang.
Tim Instruktur
Pelatihan ini disampaikan oleh tim gabungan dosen, teknisi, dan mahasiswa dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Beberapa dosen yang terlibat antara lain Masria, SP., M.Si, Ir. Abdul Kadir Djaelani MP, Ir. Maria Klara Salli, MP, dan Magfira Syarifuddin, SP., M.Si. Mereka berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis mengenai pertanian organik, serta memberikan demonstrasi langsung di lapangan.
Harapan dan Manfaat
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan petani hortikultura di Desa Tesbatan dapat mengadopsi teknik pertanian organik yang telah dipelajari, sehingga meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian mereka. Selain itu, pelatihan ini juga memperkuat hubungan antara akademisi dan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di wilayah Amarasi.





