
Efektivitas Metode Demonstrasi Teknologi Kompos Jerami Padi terhadap Daya Terima Petani Sawah di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang
Atonis, Yunita. 2016. "Efektivitas Metode Demonstrasi Teknologi Kompos Jerami Padi terhadap Daya Terima Petani Sawah di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang." Karya Ilmiah Tugas Akhir, Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering, Politeknik Pertanian Negeri Kupang.
INTISARI. Setiap metode penyuluhan memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri, oleh sebab itu penggunaan metode haruslah metode yang melibatkan petani dan indranya secara langsung, sehingga dapat menggugah petani dalam penerimaan teknologi. Penelitian dilakukan di Desa Noelbaki Kabupaten Kupang untuk mengetahui efektivitas metode demonstrasi teknologi kompos jerami padi terhadap daya terima petani padi dan untuk mengetahui hubungan karakteristik petani dengan efektivitas metode demonstrasi . Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah efektivitas metode demonstrasi terhadap penerimaan petani yang ditunjukkan oleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan; dan karakteristik petani yaitu umur, pendidikan, luas lahan yang digunakan, pengalaman bertani, dan status usahatani. Responden sebanyak 78 orang dari 361 orang dalam dua kelompok tani, diambil secara simple random sampling. Analisis data menggunakan statistika deskriptif, uji-t sampel berpasangan, dan korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi tidak hanya meningkatkan daya terima petani dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan, tetapi juga efektif bagi petani dalam pemanfaatan jerami padi menjadi kompos. Daya terima petani tersebut berkorelasi signifikan dengan karakteristik petani, yaitu umur, pendidikan, luas lahan yang digunakan, pengalaman bertani, dan status usahatani.
Kata Kunci:efektivitas, metode demonstrasi, kompos jerami padi
ABSTRACT. Each extension method has its weaknesses and advantages. Therefore the method used must be a method that involves farmers and their senses directly so that they can inspire farmers to accept technology. The study took place in the Noelbaki Village Kupang of District. The study was to determine the demonstration method's effectiveness on the rice straw compost technology to the rice farmers' acceptability and to determine the correlation between the farmer characteristics and the effectiveness of the demonstration method used. The variables measured in the study were the effectiveness of the demonstration method used to the acceptance of farmers indicated by knowledge, attitudes, and skills; and the characteristics of farmers (age, education, farming-area used, farming experience, and farm status). There were 78 respondents of the-361-people in two farmer groups, sampled in simple randomly sampling. Data were analyzed using descriptive statistics, paired sample t-test, and Spearman rank correlation. The results performed that: the demonstration method improved the acceptability of farmers' knowledge, attitudes, and skills and was helpful to farmers. The farmer acceptance significantly correlated with the characteristics of the farmers, namely age, education, farming-area used, farming experience, and farm status.
Keywords: effectiveness, demonstration method, paddy-straw compost
PENDAHULUAN
Penggunaan metode penyuluhan berpengaruh terhadap keberhasilan penyuluhan, oleh sebab itu, penentuan metode harus didasarkan pada keadaan, situasi, dan kondisi dari sasaran. Dengan penggunaan metode penyuluhan, diharapkan dapat mempermudah sasaran dalam penerimaan informasi yang disampaikan. Keterlibatan penyuluh, dalam mendukung kegiatan petani dengan metode penyuluhan, berpengaruh pada daya terima petani. Berbagai jenis metode telah digunakan oleh penyuluh, namun petani belum sepenuhnya mengadopsi teknologi-teknologi pertanian.
Setiap metode penyuluhan memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri, oleh sebab itu penggunaan metode haruslah metode yang melibatkan petani dan indranya secara langsung, sehingga dapat menggugah petani dalam penerimaan teknologi. Menurut (Soesmono, 1975) di dalam setiap pelaksanaan penyuluhan, setiap penyuluh harus memahami dan mampu memilih metoda penyuluhan yang paling baik sebagai suatu "cara yang terpilih" untuk tercapainya tujuan penyuluhan yang dilaksanakannya. Metode demonstrasi merupakan salah satu metode penyuluhan yang digunakan di lapangan, dengan tujuan memperlihatkan suatu teknik atau hasil penerapan teknologi secara nyata kepada petani, penggunaan metode demonstrasi dalam kegiatan penyuluhan melibatkan sasaran secara langsung, sehingga diharapkan dapat menggugah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Penerapan teknologi pemanfaatan limbah jerami padi, menjadi pupuk kompos dengan bahan pendegra dan secara in situ, dapat membantu petani karena tidak memerlukan bahan tambahan yang banyak dan kegiatan demonstrasi dilaksanakan langsung pada areal persawahan, sehingga petani tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk pengangkutan hasil kompos. Berdasarkan pemahaman-pemahaman di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian, untuk melihat efektivitas metode demonstrasi terhadap daya terima petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi menjadi pupuk organik serta hubungan efektivitas metode demonstrasi degan karakteristik petani dalam penerapan limbah jerami padi menjadi kompos.
TUJUAN
- Mengetahui efektivitas metode demontrasi terhadap daya terima petani dalam penerapan limbah jerami padi menjadi pupuk kompos.
- Menganalisis hubungan karakteristik petani dengan daya terima petani dalam penerapan limbah jerami padi menjadi kompos
METODE
Penelitian menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik parametrik dan statistik non-parametrik, yaitu Analisis Skoring untuk mengukur daya terima petani menggunakan acuan kategori baik sebelum dan sesudah penyuluhan dan demonstrasi, uji-t sampel berpasangan untuk mengetahui efektif tidaknya metode demonstrasi, analisis Korelasi Rank Spearmen untuk mengukur hubungan karateristik petani dengan daya terima petani terhadap penerapan teknologi kompos jerami (Umar, 2007 dalam Rahmawati et al). Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Desa Noelbaki, yang tergabung dalam 2 kelompok tani dari 12 kelompok yang aktif yaitu kelompok Usaha B rsama dan Rindu Sejahtera, yang merupakan kelas lanjutan, dengan jumlah anggota 361 orang. Pemilihan sampel menggunakan rumus dari Taro
Yamane. Berdasarkan penghitungan di atas, maka banyaknya sampel yang digunakandalam penelitian ini adalah 78 orang sebagai responden.
HASIL PENELITIAN
Hasil analisis skoring (Tabel 1) menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan petani responden sesudah kegiatan demonstrasi kompos jerami padi memperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 74,3, atau berada pada standar acuan kategori 69,6-100 (tinggi), atau terjadi peningkatan pengetahuan dari sedang (56,3) ke tinggi (74,3) dengan nilai sebesar 18,0%. Terjadinya peningkatan pengetahuan karena petani responden telah mendapat penyuluhan tentang pemanfaatan limbah jerami padi menjadi kompos, diikuti dengan kegiatan demonstrasi, dimana petani dilibatkan secara langsung dalam kegiatan demonstrasi sehingga petani berperan aktif, sehingga mempermudah pemahaman petani terhadap teknologi yang diperkenalkan.
Hasil uji t-sampel berpasangan (Tabel 2) menunjukkan bahwa nilai t-hitung dari variabel efektivitas metode demonstrasi (Y) yang terdiri dari Y1 (pengetahuan) Y2 (sikap), Y3 (keterampilan). Berdasarkan hasil perhitungan untuk Y1= 8,42 , Y2 = 8,720 dan Y3 = 8,73. Apabila dibandingkan dengan nilai t-tabel sebesar 2,00 maka nilai t-hitung ≥ dari nilai t-tabel. Dari hasil analisis menunjukkan kegiatan penyuluhan dengan menggunakan metode demonstrasi terhadap teknologi kompos jerami padi, dikatakan efektif karena memiliki pengaruh terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Pengaruh terdahap setiap indikator dari variabel Y diketahuai dari hasil nilai post tes dan pre-test yang mengalami peningkatan.
Hubungan antara karakteristik petani dengan dengan daya terima petani berdasarkan hasil analisis korelasi rank Spearman (Tabel 3) menunjukkan bahwa ke-5 indikator dari variabel karakteristik petani (X) memiliki hubungan yang lemah terhadap variabel efektivitas metode demonstrasi (Y) dengan nilai t-hitung yang diperoleh X1 = -0,39; X2 = -3,30; X3 = -1,34; X4 = -1,76 dan X5 = 1,57. Apabila dibandingkan dengan nilai t-tabel (2,00) maka nilai t-hitung ≤ dari nilai t-tabel sehingga memiliki hubungan yang lemah.
Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa metode demonstrasi teknologi kompos jerami padi tidak hanya dapat meningkatkan daya terima petani, baik pengetahuan, sikap, maupun ketrampilan petani, tetapi juga efektif terhadap daya terima petani padi sawah dalam pemanfaatan limbah jerami padi menjadi kompos. Daya terima petani tersebut memiliki hubungan signifikan dengan karakteristik petani.
** Penulis lahir pada tanggal 25 Juni 1993 di Oesapa Kelurahan Kelapa Lima. Pada tahun 1999 penulis mengikuti pendidikan formal pada Sekolah Dasar (SD) GMIT Bolok dan tamat pada tahun 2005. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Fatuleu dan tamat pada tahun 2008. Penulis melanjutkan pendidikan pada SMK-PP Kupang dan tamat pada tahun 2011. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan studi di Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering, Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang pada, dan lulus pada 8 September 2015 dengan gelar Sarjana Sains Terapan (S.ST) bidang Penyuluhan Pertanian Lahan Kering.



