Kulit Asam Jawa Jadi Energi Alternatif: Inovasi Dosen MPLK Politani Negeri Kupang Ubah Limbah Jadi Syngas

Kupang, 10 November 2025 — Tim peneliti dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang berhasil mengembangkan teknologi konversi limbah kulit asam jawa menjadi gas sintesis (syngas) melalui proses gasifikasi menggunakan alat updraft gasifier. Inovasi ini membuka peluang baru pemanfaatan limbah perkebunan sebagai sumber energi terbarukan.
Tim Peneliti: Jemseng C. Abineno, STP., M.Sc, Johny A. Koylal, SP., M.Si, Yason Edison Benu, SP., M.Sc, dan Marvin Jecson Pandu, S.Si., M.Si.
Dalam uji coba awal, gasifier yang dirancang mampu menghasilkan campuran gas metana (CH₄), karbon monoksida (CO), dan hidrogen (H₂) yang cukup untuk menyalakan kompor selama sekitar 30 menit. Proses pembakaran berlangsung stabil dan efisien, menunjukkan potensi nyata untuk aplikasi rumah tangga dan industri kecil.
“Syngas yang dihasilkan kami tampung menggunakan tabung venojek dan kirim ke Laboratorium Terpadu UIN Yogyakarta untuk analisis kandungan gas,” jelas Jemseng C. Abineno, salah satu peneliti utama. Hasil analisis tersebut menjadi dasar pengembangan tahap lanjutan, termasuk pembersihan tar dan uji coba sebagai bahan bakar motor.
Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering dalam pengumpulan bahan, pengoperasian alat, dan observasi lapangan. Tujuannya adalah memperkenalkan teknologi energi terbarukan kepada generasi muda, sekaligus meningkatkan kesadaran akan nilai ekonomi limbah biomassa.
Meski menghadapi kendala seperti keterbatasan laboratorium gas kromatografi di Kupang dan sulitnya pengiriman sampel gas, tim peneliti menerapkan strategi kolaboratif. Mereka menjalin kerja sama dengan laboratorium luar daerah dan melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar kulit asam jawa, melainkan mengumpulkannya sebagai bahan baku energi.
Ke depan, roadmap penelitian mencakup tiga tahap: analisis komposisi gas (2025), pembersihan syngas dari tar (2026), dan uji coba syngas sebagai bahan bakar motor substitusi (2027). Artikel ilmiah dari penelitian ini sedang disiapkan untuk publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus Q2.

Penelitian ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal dapat menjawab tantangan global, sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam pengembangan teknologi tepat guna berbasis sumber daya daerah.


