Pupuk NPK Pelangi 16-16-16 & Perhitungan Kebutuhannya
Kategori : Pupuk Majemuk
NPK Pelangi 16-16-16 adalah pupuk majemuk yang dibuat dengan teknik pencampuran fisik (bulk blending) dari bahan baku berkualitas tinggi. Ciri khasnya adalah butiran berwarna-warni yang merepresentasikan bahan baku penyusunnya, yaitu Urea Granul, Diammonium Phosphate (DAP), dan KCl Flake.
Kelebihan dan Keunggulan
- Pelepasan Unsur Hara Optimal: Melepaskan unsur hara sesuai dengan karakteristik asli bahan bakunya.
- Efisiensi Nitrogen Tinggi: Urea granul bersifat slow release, sehingga nitrogen tersedia lebih lama dan lebih efisien diserap tanaman.
- Kelarutan Fosfat Tinggi: Memiliki kandungan dan kelarutan unsur fosfat yang sangat tinggi.
- Ekonomis: Dapat menghemat biaya pemupukan hingga 30%.
- Efektif dan Tahan Lama: Lebih efektif, efisien, tahan disimpan lebih lama, serta mampu meningkatkan kualitas hasil panen.
Rekomendasi Penggunaan
NPK Pelangi 16-16-16 sangat cocok untuk tanaman sayur-sayuran, hortikultura, dan buah-buahan tropika.
Kandungan Unsur Hara
- Total Nitrogen (N): 16.0%
- Total Fosfat (P₂O₅): 16.0%
- Total Kalium (K₂O): 16.0%
Keterangan:
- P₂O₅ mengandung sekitar 43% unsur Fosfor (P).
- K₂O mengandung sekitar 83% unsur Kalium (K).
Dosis Anjuran NPK Pelangi (Klik Disini)
Contoh Perhitungan Kebutuhan Pupuk
Misalnya: untuk pemupukan tanaman brokoli/kol bunga direkomendasikan 300 kg/ha sebagai pupuk dasar dan 250 kg/ha masing-masing pada umur tanaman 15 HST dan 30 HST. Tanaman brokoli/kol bunga ditanam dalam bedeng dengan luas per bedeng P x L = 15 m x 1,2 m = 18 m2 dengan jumlah lubang tanam 90 lubang tanam maka kebutuhan pupuk per bedeng dan per lubang tanam adalah:
- Rekomendasi Dosis:
- Pupuk Dasar: 300 kg/ha
- Pupuk Susulan (umur 15 & 30 HST): Masing-masing 250 kg/ha
- Luas Lahan Contoh:
- Dibuat bedengan dengan ukuran Panjang (P) = 15 m dan Lebar (L) = 1,2 m.
- Luas Satu Bedeng = P × L = 15 m × 1,2 m = 18 m².
- Jumlah Lubang Tanam per Bedeng: 90 lubang.
A. Kebutuhan Pupuk Dasar
- Perhitungan per Bedeng (18 m²):
- 1 hektar = 10.000 m²
- Kebutuhan = (300 kg/ha) × (18 m² / 10.000 m²/ha)
- Kebutuhan = 300 kg/ha × 0,0018 ha
- Kebutuhan = 0,54 kg atau 540 gram per bedeng.
- Perhitungan per Lubang Tanam:
- Kebutuhan = 540 gram / 90 lubang
- Kebutuhan = 6 gram per lubang tanam.
- Analisis Unsur Hara yang Diberikan:
- Dari 300 kg/ha NPK:
- Nitrogen (N) = 300 kg × 16% = 48 kg/ha N
- Fosfor (P) = 300 kg × 16% × 43% = 20,64 kg/ha P
- Kalium (K) = 300 kg × 16% × 83% = 39,84 kg/ha K
- Dari 6 gram/lubang NPK:
- Nitrogen (N) = 6 gram × 16% = 0,96 gram N
- Fosfor (P) = 6 gram × 16% × 43% = 0,41 gram P
- Kalium (K) = 6 gram × 16% × 83% = 0,80 gram K
- Dari 300 kg/ha NPK:
B. Kebutuhan Pupuk Susulan (Umur 15 & 30 HST)
- Perhitungan per Bedeng (18 m²) untuk Satu Kali Aplikasi:
- Kebutuhan = (250 kg/ha) × (18 m² / 10.000 m²/ha)
- Kebutuhan = 250 kg/ha × 0,0018 ha
- Kebutuhan = 0,45 kg atau 450 gram per bedeng.
- Perhitungan per Lubang Tanam untuk Satu Kali Aplikasi:
- Kebutuhan = 450 gram / 90 lubang
- Kebutuhan = 5 gram per lubang tanam.
- Analisis Unsur Hara yang Diberikan (Per Aplikasi):
- Dari 250 kg/ha NPK:
- Nitrogen (N) = 250 kg × 16% = 40 kg/ha N
- Fosfor (P) = 250 kg × 16% × 43% = 17,20 kg/ha P
- Kalium (K) = 250 kg × 16% × 83% = 33,20 kg/ha K
- Dari 5 gram/lubang NPK:
- Nitrogen (N) = 5 gram × 16% = 0,80 gram N
- Fosfor (P) = 5 gram × 16% × 43% = 0,34 gram P
- Kalium (K) = 5 gram × 16% × 83% = 0,66 gram K
- Dari 250 kg/ha NPK:
Brosur
Sumber: CV Wibawa Mukti






