Pengamatan Tetap OPT Tanaman Pangan
Pengamatan OPT pada tanaman pangan dilakukan dengan 2 cara, yaitu Pengamatan Tetap dan Pengamatan Keliling atau Patroli. Untuk memudahkan pelaksanaan pengamatan, wilayah pengamatan dibagi menjadi 4 (empat) sub wilayah pengamatan (Gambar 1). Pada setiap sub wilayah ditempatkan 1 (satu) petak contoh pengamatan tetap, sehingga jumlah petak contoh sebanyak empat petak contoh yang terdiri dari tiga petak contoh untuk tanaman pangan utama ditambah 1 petak contoh untuk tanaman pangan lainnya. Gambar 1. Pembagian sub wilayah pengamatan di wilayah kerja POPT
Setelah melakukan pengamatan petak tetap dilakukan pengamatan keliling pada setiap sub wilayah tersebut. Pada kondisi insidentil apabila terjadi kecenderungan peningkatan serangan OPT di sub wilayah yang lain, perlu dilakukan pengamatan tambahan dan dilaporkan sebagai laporan khusus (insidentil).
Hasil pengamatan dari ke-4 sub wilayah pengamatan tersebut merupakan hasil pengamatan minggu pertama. Pengamatan untuk minggu kedua dilakukan sebagaimana pengamatan pada minggu pertama. Setiap minggu dilakukan pelaporan oleh koordinator POPT.
Hasil pengamatan tetap dan keliling pada minggu pertama dan kedua merupakan hasil pengamatan tengah bulan pertama (tanggal 1-15) dan dilaporkan pada akhir periode laporan tengah bulan pertama. Untuk pengamatan tengah bulan kedua (tanggal 16-31) dilakukan dengan metode yang sama dengan pengamatan tengah bulan pertama dan dilaporkan pada akhir periode laporan tengah bulan kedua.
Metode Pengamatan Tetap
Pengamatan tetap adalah pengamatan yang dilakukan pada obyek tetap meliputi pertumbuhan tanaman, OPT, musuh alami dan unsur iklim. Pengamatan tetap dilakukan secara berkala sejak persemaian, pertanaman sampai dengan panen.
Pengamatan Petak Tetap
Pengamatan petak tetap dilaksanakan untuk mengetahui perubahan kepadatan populasi OPT dan musuh alami serta intensitas serangan. Petak tetap ditentukan di daerah potensial/sporadis/endemis serangan OPT, mewakili bagian terbesar wilayah pengamatan dengan kriteria hamparan terluas, varietas peka, varietas dominan, umur tanaman, satu kepemilikan atau perlakuan budidaya yang seragam (homogen).
Petak Tetap di Persemaian
Persemaian merupakan awal infestasi dari OPT dan musuh alami, sehingga persemaian yang sehat sangat penting untuk awal budidaya tanaman sehat dan mengembangkan populasi musuh alami lebih awal. Kondisi agroekosistem persemaian meliputi tanaman yang masih sangat muda dan rentan terhadap tekanan lingkungan termasuk OPT. Di daerah endemis, OPT padi yang sering ditemukan adalah Tikus, Penggerek Batang Padi, Wereng Batang Coklat, penyakit Blas, Kresek dan Tungro.
Petak Tetap di Pertanaman
Pengamatan petak tetap pada pertanaman merupakan kelanjutan dari pengamatan petak tetap di persemaian. Tahapan penentuan petak tetap sebagai berikut:
- Lokasi petak tetap merupakan hamparan yang sama dengan petak tetap di persemaian (berkelanjutan).
- Dalam satu hamparan ditentukan satu petak contoh dalam satu kepemilikan (dapat terdiri dari beberapa petak alami)
- Pada setiap lokasi pengamatan petak tetap harus ditandai dengan tiang bambu/ajir dan plang pengamatan.
- Pengambilan contoh sebanyak 30 rumpun tanaman dengan metode acak sistematik (diagonal, bentuk “U”, atau zigzag), disesuaikan dengan kondisi lahan dan sebaran OPT khususnya yang bersifat merata (Gambar 2).
Apabila sebaran OPT mengelompok (tidak merata), maka pengambilan tanaman contoh dilakukan secara berlapis dengan membagi hamparan kedalam 3 (tiga) sub hamparan (Gambar 3). Pada masing-masing sub hamparan diamati sebanyak 30 rumpun.
Referensi
- Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. 2018. Petunjuk Teknis Pengamatan dan Pelaporan Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Dampak Perubahan Iklim (OPT-DPI). Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Indonesia.






