Inovasi Pertanian Terpadu: Kolaborasi MPLK Politani Kupang dan KWT Cinta Kasih Wujudkan Sistem Pertanian Berkelanjutan di Desa Mata Air
Kupang, Agustus 2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) Politeknik Pertanian Negeri Kupang telah berhasil mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat berbasis sistem pertanian terpadu di Kelompok Wanita Tani (KWT) Cinta Kasih, Desa Mata Air, Kabupaten Kupang. Program yang berlangsung selama periode Juni-Agustus 2025 ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mengatasi tantangan pertanian melalui pendekatan ilmiah yang terintegrasi.
Kolaborasi Tim Akademik dan Komunitas
Program ini diketuai oleh Paulus Pasau, S.P., M.Sc., dengan anggota tim dosen yang terdiri dari Deorosari Erry Takene, S.Pd., M.Si.; Marlin Marhaeni Pe, S.P., M.P.; Marvin Jecson Pandu, S.Si., M.Si.; Esra Frandika Karo-Karo, S.Pd., M.Si.; dan Basry Yadi Tang, S.Si., M.Sc. Kolaborasi ini melibatkan seluruh dosen Jurusan MPLK yang memberikan materi penyuluhan, didukung oleh mahasiswa dan teknisi/PLP Jurusan MPLK. Keberagaman keahlian tim memungkinkan pendampingan yang komprehensif, mencakup aspek teknis irigasi, budidaya hortikultura, produksi pupuk organik, hingga manajemen usaha tani.

Gambar 1 mendokumentasikan empat kegiatan utama persiapan program yang meliputi Koordinasi Intensif dengan KWT Cinta Kasih, Observasi Lapangan untuk identifikasi kondisi lahan dan sumber daya air, Pengadaan Infrastruktur Irigasi seperti tandon air, pompa listrik dan pipa paralon, serta Pengadaan Perlengkapan Pendukung berupa drum penampung air dan sprayer elektrik.
Transformasi Infrastruktur Irigasi Menuju Modernisasi
Tim berhasil melakukan transformasi sistem irigasi tradisional menjadi sistem irigasi terpadu yang efisien melalui:
- Pembangunan menara tandon air setinggi 3 meter dengan kapasitas 2.500 liter
- Instalasi pompa air listrik dan jaringan pipa distribusi sepanjang lahan 25 are
- Pemasangan 6 titik drum penampung air berkapasitas 200 liter
- Pengembangan sistem irigasi gravitasi yang mengoptimalkan tekanan air
- Pelatihan operasional dan perawatan sistem bagi anggota KWT

Gambar 2 secara lengkap mendokumentasikan tahapan pengerjaan konstruksi dan instalasi sistem irigasi di lahan budidaya hortikultura KWT Cinta Kasih, dimulai dari proses pengecoran menara tandon air, instalasi pompa air listrik, pemasangan jaringan pipa dari pompa menuju menara tandon air, penempatan tandon air pada menara, instalasi jaringan pipa distribusi menuju enam titik drum penampung air, hingga tahap uji coba operasional seluruh infrastruktur irigasi yang telah terpasang.
Inovasi Pengendalian Hama Berbasis Ekologi
Program ini memperkenalkan inovasi dalam pengendalian hama melalui pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang ramah lingkungan. Anggota KWT Cinta Kasih mendapatkan pelatihan praktis pembuatan pestisida nabati berbasis fermentasi daun mimba (Azadirachta indica). Formula ini terbukti efektif mengendalikan hama sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pertanian, serta membuka peluang usaha baru bagi kelompok.

Gambar 3 secara utuh mendokumentasikan proses praktik pembuatan pestisida nabati dari daun mimba yang dimulai dari tahap penimbangan daun mimba segar, dilanjutkan pembuatan bubur mimba tahap pertama menggunakan pelarut air, kemudian pembuatan bubur mimba tahap kedua dengan memanfaatkan efluen dari tahap sebelumnya, diikuti penambahan alkohol sebagai ekstraktor senyawa bioaktif azadirachtin, serta diakhiri dengan proses pengadukan bubur daun mimba segar hingga homogen.
Implementasi Budidaya Hortikultura Modern
Tim melakukan pendampingan intensif dalam budidaya empat komoditas unggulan:
- Brokoli (Brassica oleracea var. italica)
- Kembang kol (Brassica oleracea var. botrytis)
- Pepaya California (Carica papaya)
- Buah naga (Hylocereus spp.)
Proses budidaya menerapkan standar teknis modern mulai dari seleksi benih, penyiapan media tanam optimal (campuran tanah, bokashi, dan sekam bakar), hingga perawatan tanaman dengan memanfaatkan sistem irigasi terpadu yang telah terpasang.

Gambar 4 (atas) dan Gambar 5 (bawah) secara komprehensif mendokumentasikan seluruh tahapan budidaya hortikultura yang dilaksanakan, dimulai dari proses penyerahan benih brokoli dan kembang kol, perkembangan semaian brokoli dan bunga kol pada usia 1 Minggu Setelah Semai (MSS), persiapan bedeng dan lubang tanam, hingga kegiatan pindah tanam bibit brokoli dan bunga kol ke lubang tanam. Dokumentasi juga mencakup perkembangan tanaman brokoli pada 3 Minggu Setelah Tanam (MST), persiapan media tanam pembibitan (MTP) dengan pencampuran tanah, bokashi dan sekam bakar, penanaman stek buah naga pada MTP, penyiraman bibit stek buah naga, penanaman kecambah pepaya california pada MTP, serta kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman buah naga dan pepaya california.

Penguatan Kapasitas melalui Pendidikan Partisipatif
Serangkaian kegiatan penyuluhan dan pelatihan diselenggarakan dengan pendekatan partisipatif, mencakup:
- Manajemen Air Pertanian - Teknik konservasi dan optimasi penggunaan air
- Sistem Pertanian Terpadu - Integrasi budidaya tanaman dan peternakan
- Analisis Usaha Tani - Perhitungan ekonomi dan kelayakan usaha
- Strategi Pemasaran dan Pembukuan - Pengelolaan usaha berbasis data
- Teknik Pengendalian Hama Terpadu - Pendekatan ekologis dalam perlindungan tanaman

Gambar 6mengabadikan seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan PKM yang mencakup sesi Pengelolaan Air Pertanian, materi Pengendalian Hama Terpadu (PHT), pembahasan Sistem Pertanian Terpadu, pelatihan Analisis Usaha Tani, pemaparan Strategi Pemasaran & Pembukuan Usaha, serta ditutup dengan dokumentasi foto bersama seluruh peserta usai penyuluhan hari kedua.
Dampak dan Rencana Keberlanjutan
Menurut Paulus Pasau selaku ketua tim, program ini telah menunjukkan dampak signifikan dalam meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial anggota KWT Cinta Kasih. "Keberhasilan program tidak hanya diukur dari output fisik, tetapi lebih pada pemberdayaan perempuan tani sebagai agen perubahan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan," ujarnya.
Untuk memastikan keberlanjutan, tim telah menyusun rencana tindak lanjut yang meliputi:
- Pembangunan rumah produksi pupuk bokashi
- Pengembangan sistem pemasaran produk yang terintegrasi
- Pembentukan kelompok kerja khusus untuk pemeliharaan infrastruktur
- Pemanfaatan platform digital untuk perluasan jaringan pemasaran
- Pendampingan berkelanjutan melalui mekanisme komunikasi digital
Model Replikasi untuk Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Keberhasilan program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi KWT Cinta Kasih, tetapi juga berpotensi menjadi model replikasi untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah lain. Integrasi antara pengetahuan akademik dan kearifan lokal ini membuktikan bahwa inovasi pertanian dapat diadaptasi secara efektif untuk mengatasi tantangan riil di lapangan, sekaligus memperkuat peran strategis perempuan dalam sektor pertanian.
Program PKM ini sejalan dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan kontribusi terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam hal pengalaman mahasiswa di luar kampus dan pemanfaatan hasil kerja dosen oleh masyarakat.


