Karya Wisata Lapang Mahasiswa MPLK Semester II Tingkatkan Literasi Praktik Pertanian dan Klimatologi
KUPANG – Teori di ruang kelas akhirnya bertemu dengan realita di lapangan! Sebanyak 18 mahasiswa semester II Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang menjalankan karya wisata lapang pada Selasa, 7 Juni 2011. Kegiatan ini bukan sekadar piknik, melainkan "laboratorium langsung" yang mengintegrasikan empat mata kuliah sekaligus: Klimatologi, Agroekosistem, Pengelolaan Air, dan Dasar Ilmu Ternak.
Dengan semangat tinggi, rombongan mahasiswa mengunjungi dua lokasi strategis untuk menyelami langsung dunia kerja pertanian modern.
1. Membaca Bahasa Alam di Stasiun Meteorologi El Tari
Di Stasiun Meteorologi El Tari, para mahasiswa langsung "bersentuhan" dengan alat-alat canggih pemantau cuaca. Dipandu langsung oleh Kepala Stasiun, Bapak Syafii, dan Kepala Bagian Data, Bapak Syaiful Hadi, mereka diajak memahami cara kerja berbagai instrumen, membaca data iklim, hingga proses peramalan cuaca.
"Pengetahuan ini krusial untuk merencanakan waktu tanam dan antisipasi risiko di lahan kering," jelas salah seorang peserta. Kemampuan ini membuat mereka tak lagi sekadar petani, tapi "pengelola risiko" yang cerdas.
2. Belajar dari Kebun Nyata di Agribisnis Baumata
Perjalanan kemudian berlanjut ke Pusat Agribisnis Politani di Baumata. Di sini, atmosfer belajar berubah menjadi diskusi interaktif bersama pengelola kebun yang juga merupakan dosen, Bapak Zainal Arifin dan Bapak Mochammad Hasan. Mahasiswa tak hanya mendengar cerita sejarah kebun sejak 2004, tetapi juga melakukan observasi dan wawancara mendalam.
Mereka menyelami praktik budidaya tanaman, manajemen pemeliharaan ternak, dan yang paling menarik, strategi integrasi antara tanaman dan ternak untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan.
Aksi Nyata: Menghitung Debit Air dengan Metode Sederhana
Tak puas hanya mengamati, mahasiswa juga turun langsung ke saluran irigasi untuk mempraktikkan teori pengelolaan air. Dengan metode pelampung yang sederhana, mereka menghitung debit air. "Latihan ini melatih kepekaan mereka dalam mengambil keputusan kritis tentang jadwal irigasi dan pemupukan," ujar salah satu dosen pendamping.
Pendampingan Lengkap demi Pembelajaran Maksimal
Kegiatan ini didukung penuh oleh tim dosen dan teknis dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Ibu Magfira Syarifuddin, Ibu Nimrot Neonufa, dan Bapak Welly Pello, serta tim teknis. Pendampingan yang komprehensif ini memastikan mahasiswa mendapatkan pemahaman yang utuh dan terintegrasi.
Karya wisata lapang yang rutin diadakan setiap semester ini terbukti menjadi pilar penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa MPLK. Mereka tidak hanya menjadi ahli teori, tetapi calon pemimpin pertanian lahan kering yang siap menghadapi tantangan nyata dengan literasi data dan keterampilan praktis yang mumpuni.










