Dosen Politani Kupang Bagikan Strategi 5T Hadapi Musim Kering di NTT
Kupang, Juli 2020 - Dosen Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) Politani Kupang, Nimrot Neonufa, membagikan strategi jitu menghadapi musim kering bagi petani di Nusa Tenggara Timur. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Kelompok Tani Sahabat Berkebun, Desa Tuapukan, Kupang Timur, ia memperkenalkan konsep 5T untuk optimalkan hasil pertanian di lahan kering.
Sumber: Tribun POS KUPANG
Efisiensi Air Kunci Utama
Menurut Nimrot, ketersediaan air menjadi tantangan utama bagi petani di NTT. "Kunci suksesnya adalah efisiensi penggunaan air," tegasnya. Ia menekankan pentingnya pendampingan penyuluh pertanian untuk membantu petani menentukan waktu dan jumlah air yang tepat bagi tanaman.
Pola Penyiraman yang Tepat
Nimrot mengoreksi kesalahan umum dalam penyiraman yang dilakukan petani. "Sebaiknya pagi hari beri air dalam jumlah banyak, sedangkan sore hari cukup sedikit karena embun malam akan membantu menjaga kelembaban," jelasnya. Pola ini lebih efektif dibandingkan pemberian air dalam jumlah sedikit di kedua waktu tersebut.
Konsep 5T untuk Pemupukan Berimbang
Nimrot memperkenalkan konsep pemupukan berimbang berbasis prinsip 5T yang sederhana namun komprehens: Tepat Dosis — menyesuaikan jumlah pupuk dengan kebutuhan fisiologis tanaman; Tepat Cara — memilih dan melaksanakan metode aplikasi yang efektif; Tepat Waktu — memberikan nutrisi sesuai fase tumbuh yang kritis; Tepat Pemberian — memperhatikan teknik aplikatif agar pupuk tersedia bagi akar; dan Tepat Sasaran — memastikan input benar‑benar mencapai tanaman yang dituju. Pendekatan 5T ini menekankan bahwa keberhasilan pemupukan tidak sekadar jumlah bahan, melainkan kecermatan teknis dan waktu aplikasi, karena "pemupukan yang tertunda ibarat memberi makan manusia yang sudah kelaparan. Tanaman pun akan terganggu pertumbuhannya," demikian analog Nimrot yang menggarisbawahi urgensi responsivitas dalam manajemen nutrisi tanaman.
Komitmen Politani Kupang
Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah dosen dan pimpinan Politani Kupang ini menunjukkan komitmen kuat institusi pendidikan dalam mendukung petani. "Kami buka diri untuk mendampingi petani dan kelompok tani. Silakan datang ke kampus untuk berdiskusi mencari solusi," pungkas Nimrot menutup wawancara.
Dengan pendekatan ilmiah dan praktis ini, diharapkan petani NTT dapat lebih siap menghadapi tantangan musim kering dan meningkatkan produktivitas pertanian mereka.


