Copyright 2021 - Custom text here

PERILAKU SERANGGA DAN GEJALA SERANGAN SERANGGA HAMA

Kedudukan Hama dalam AgroEkosistemDalam agro-ekosistem, tanaman yang kita usahakan dinamakan produsen, sedangkan herbivora yang makan tanaman dinamakan konsumen pertama, sedangkan karnivora yang makan konsumen pertama adalah konsumen kedua. Herbivora yang berada pada tanaman tidak semuanya menimbulkan kerusakan. Ada herbivora yang keberadaannya dikehendaki ada juga yang tidak. Herbivora yang keberadaannya tidak dikehendaki karena dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman yang dibudidayakan disebut hama (lihat gambar). Jadi selama keberadaannya ditanaman tidak menimbulkan kerusakan secara ekonomis, herbivora tersebut belum berstatus hama.

Keterangan Gambar: Posisi hama dalam agroekosistem

Hama adalah semua herbivora yang dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan manusia secara ekonomis. Akibat serangan hama, produktivitas tanaman menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya, bahkan tidak jarang terjadi kegagalan panen. Oleh karena itu, kehadirannya perlu dikendalikan apabila populasinya di lahan telah melebihi batas Ambang Ekonomik. Dalam kegiatan pengendalian hama, pengenalan terhadap jenis-jenis hama (nama umum, siklus hidup, dan karakteristik) serta gejala kerusakan tanaman menjadi sangat penting agar tidak melakukan kesalahan dalam mengambil langkah/tindakan pengendalian.

Penyebab hama sebagian besar adalah berasal dari golongan serangga, namun demikian serangga yang berperan sebagai hama ternyata hanya 1-2 persen saja, sedangkan sisanya yang 98-99 persen adalah merupakan serangga berguna yang dapat berperan sebagai parasitoid, predator, penyerbuk (pollinator), pengurai (decomposer), dan serangga industry. Menurut banyak ahli entomologi, serangga terdiri 30 ordo, namun hanya 13 ordo yang merupakan ordo penting dalam perlindungan tanaman. Pengenalan gejala serangan hama sangat penting untuk diketahui karena untuk menentukan binatang penyebabnya umumnya lebih mudah diketahui dari gejala serangannya atau perilaku serangga tersebut. 

PERILAKU SERANGGA HAMA

Perilaku serangga hama merusak tanaman sehingga merugikan pertanian, diantaranya adalah:

  1. Serangga menyerang (menggerek, melubangi, menghisap cairan, menggorok, menyebabkan kanker, menyebabkan bengkak atau puru) pada akar tanaman sehingga proses pengisapan/penyerapan unsur hara, air, dan lain-lain terganggu.
  2. Serangga menyerang (menggerek, melubangi, menghisap cairan, menggorok, menyebabkan kanker, menyebabkan bengkak atau puru) pada batang atau cabang dan ranting sehingga pengangkutan (transportasi) zat makanan terganggu atau terhenti sama sekali sehingga tanaman menjadi layu atau mati.
  3. Serangga menyerang (menggerek, melubangi, menghisap cairan, menggorok, menyebabkan kanker, menyebabkan bengkak atau puru) pada bagian daun sehingga proses fotosintesis terganggu (terhambat).
  4. Serangga menyerang (menggerek, melubangi, menghisap cairan, menggorok, menyebabkan kanker, menyebabkan bengkak atau puru) pada bagian buah atau biji sehingga buah rusak ataupun bijinya hampa.
  5. Serangga menyerang atau merusak (menggerek, melubangi, menghisap cairan, menggorok, menyebabkan kanker, menyebabkan bengkak atau puru) pada titik tumbuh tanaman.
  6. Serangga sebagai vektor atau penular penyakit tanaman.
  7. Mengambil bagian-bagian tertentu tanaman untuk dijadikan sarang atau tempat meletakkan telur, sehingga merusak tanaman.
  8. Membawa serangga jenis lain yang berpotensi menjadi hama tanaman.

BENTUK GEJALA SERANGAN SERANGGA HAMA

Bentuk Gejala serangan serangga hama diantaranya ditentukan oleh jenis hama dan tipe alat mulut dari serangga hama tersebut. Berikut ini adalah contoh gejala serangan serangga hama menurut ordo serangga.

  1. Ordo Lepidoptera (kupu-kupu & ngengat). Dari ordo ini yang banyak merusak tanaman adalah larvanya (ulat). Tipe alat mulut larva menggigit-mengunyah. Akibat serangannya ialah bagian organ tanaman hilang atau rusak, pertumbuhan tidak normal, bahkan dapat menimbulkan kematian tanaman atau bagian tanaman.
  2. Ordo Hemiptera (kepik). Tipe alat mulut ordo Hemiptera adalah menusuk-mengisap. Bagian tanaman yang diserang akan mengalami kehilangan cairan sel. Bekas tusukan bisa menimbulkan nekrosa (kematian jaringan tanaman).
  3. Ordo Orthoptera (belalang). Tipe alat mulut ordo Orthoptera adalah menggigit-mengunyah. Akibat serangan hama ordo ini ialah bagian organ tanaman, terutama daun, mengalami kerusakan, bolong-bolong sehingga kemampuan fotosintesis berkurang.
  4. Ordo Thysanoptera (thrips)Tipe alat mulut ordo Thysanoptera adalah memarut-mengisap atau menusuk-mengisap. Serangan sering diikuti dengan masuknya udara ke dalam sel-sel yang telah diisap cairannya, sehingga tampak berwarna putih seperti perak. 
  5. Ordo Homoptera (aphid). Tipe alat mulut hama ordo Homoptera adalah menusuk-mengisap. Akibat serangan hama ini tanaman mengalami kehilangan cairan sel sehingga warna daun menguning. Pada serangan berat, tanaman tampak seperti terbakar.
  6. Ordo Diptera (lalat)Stadium hama yang banyak merugikan tanaman adalah larvanya. Larva ordo Diptera sering disebut belatung atau tempayak. Tipe alat mulut tempayak adalah menggigit-mengunyah. Umumnya tempayak menyerang tanaman dengan cara menggerek dan masuk ke bagian dalam tanaman, kemudian memakan bagian dalam tanaman tersebut. Akibat serangannya bisa menim-bulkan perubahan bentuk, pembusukan, atau pertumbuhan tanaman ter-hambat (kerdil).
  7. Ordo Coleoptera (kumbang)Tipe alat mulut ordo Coleoptera adalah menggigit-mengunyah. Akibat serangan hama ordo ini ialah bagian organ tanaman hilang atau mengalami kerusakan.

Gejala serangan khas beberapa serangga hama penting, dibahas pada Sub Pokok Bahasan: Serangga Hama Penting Tanaman Pertanian


Referensi & Link terkait:

Informasi OPT OPT Buah Rice Knowledge Bank Managing Insect Pest Weed Photo Gallery Insect Explained
IPM Images BB-Padi Materi Penyuluhan Insects - Mites - Disease Natural Enemies Gallery AgroAltlas: Diseases-Pests-Weeds
OPT Flori Klasifikasi dan Ordo Serangga Biological Control InfoNet: Natural Enemies Pesticide Information Introduction to Insect Anatomy
OPT Sayur Balai Penelitian Tanaman Serealia Pest and Disease management Integrated Pest Management Biological Control Site Plantwise Knowledge Bank
OPT Obat Dirjen Perkebunan Biocontrol: Natural Enemies Agricultural Pests Tutorial General Entomology Aplied Entomology
29 Okt 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT
01 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SENIN
02 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SELASA
03 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-RABU
04 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-KAMIS
05 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT