Halaman 8 dari 13
2.3. Analisis Naratif
Pengertian
Analisis naratif adalah metode kualitatif yang berfokus pada penelaahan kisah atau alur cerita individu untuk memahami bagaimana mereka memberi makna pada pengalaman hidupnya. Proses ini tidak hanya menggali isi narasi, melainkan juga struktur temporal dan fungsi sosial ceritanya (Riessman, 2008; Bamberg, 2012).
Prosedur dan Langkah-Langkah
- Mengumpulkan Narasi.
- Langkah: Rekam wawancara mendalam atau catatan lapangan yang memuat narasi pengalaman partisipan dalam program penyuluhan.
- Tujuan: Menyediakan data kisah yang autentik dan kontekstual untuk analisis (Riessman, 2008).
- Familiarisasi dengan Narasi
- Langkah: Baca kembali transkrip narasi beberapa kali sambil mencatat kesan awal, alur, dan idiom penting.
- Tujuan: Memahami konteks cerita secara menyeluruh dan menyiapkan dasar pengodean (Riessman, 2008).
- Mengidentifikasi Struktur Cerita
- Langkah: Pisahkan narasi ke dalam komponen—misalnya orientasi, komplikasi, klimaks, resolusi, dan coda—untuk menelusuri perjalanan kisah (Bamberg, 2012).
- Tujuan: Menangkap runtutan peristiwa dan momen kritis yang membentuk evolusi pengalaman partisipan.
- Menemukan Tema Utama
- Langkah: Tandai tema yang berulang—seperti perubahan persepsi atau dukungan sosial—dalam tiap segmen struktur cerita.
- Tujuan: Menentukan pokok‐pokok makna yang diangkat dalam keseluruhan narasi (Riessman, 2008).
- Menganalisis Makna Naratif
- Langkah: Telaah bagaimana elemen‐elemen cerita dan tema berinteraksi, serta implikasi psikologis dan sosial yang dikonstruksi partisipan.
- Tujuan: Mengungkap proses konstruksi makna dan dampaknya pada sikap atau perilaku peserta (Bamberg, 2012).
- Menyajikan Hasil Analisis
- Langkah: Susun temuan dalam tabel atau diagram yang memperlihatkan struktur cerita, tema, dan interpretasi, disertai kutipan ilustratif.
- Tujuan: Memaparkan hasil yang sistematis dan menonjolkan suara partisipan secara autentik (Riessman, 2008).


