Halaman 5 dari 13
C. Contoh Tabel Hasil Analisis Tematik
|
Tema Utama
|
Kode Terkait
|
Deskripsi
|
Contoh Kutipan Wawancara
|
Frekuensi
|
|
Kurangnya Pelatihan
|
tidak pernah pelatihan, takut mencoba
|
Minimnya pembekalan teknis membuat petani enggan mencoba metode baru
|
“Saya belum pernah ikut pelatihan alat semprot otomatis.”
|
8
|
|
Ketergantungan pada Pestisida
|
langsung semprot, pestisida kimia
|
Pestisida menjadi solusi utama meski disadari berdampak negatif
|
“Kalau ada hama, saya langsung semprot saja.”
|
7
|
|
Hambatan Finansial
|
alat mahal, tidak ada modal
|
Biaya tinggi jadi alasan utama lambatnya adopsi metode pengendalian baru
|
“Mesin tanam itu mahal, sedangkan hasil panen belum balik modal.”
|
6
|
|
Kurangnya Penyuluhan
|
jarang penyuluh, tidak pernah dikunjungi
|
Akses informasi dan arahan teknis dari penyuluh masih sangat terbatas
|
“Penyuluh jarang datang ke sini, jadi saya bingung kalau ada hama.”
|
5
|
Interpretasi dan Implikasi
Hasil analisis tematik (Braun & Clarke, 2006) menunjukkan bahwa tema “Kurangnya Pelatihan” mendominasi, mencerminkan kesenjangan kapasitas dalam penggunaan metode pengendalian hama. Tema lain saling terkait dan memperkuat satu sama lain, membentuk ekosistem resistensi terhadap inovasi. Implikasinya, penyusunan program penyuluhan harus berorientasi praktik, memperkuat dukungan finansial, serta memperluas akses terhadap penyuluh dan teknologi lapangan.
Gambaran Alur Tematik Petani dalam Menghadapi Pengendalian Hama Padi

Gambar 1. Diagram Alur Tematik Transformasi Petani dalam Pengendalian Hama Padi: Dari Ketergantungan Pestisida ke Adopsi PHT
Penjelasan Visual:
- Tahap 1: Petani tidak memiliki cukup akses pada informasi teknis, penyuluhan, atau pelatihan formal. Ini menyebabkan pemahaman mereka hanya terbatas pada pengalaman turun-temurun.
- Tahap 2: Karena tidak ada pilihan lain yang diketahui, mereka cenderung langsung menggunakan pestisida kimia sebagai solusi utama.
- Tahap 3: Meskipun efeknya cepat, hasil panen tetap fluktuatif dan muncul efek samping: tanah menurun kesuburannya, hama resisten, serta gangguan kesehatan.
- Tahap 4: Dalam narasi beberapa petani, mulai muncul refleksi bahwa cara ini tidak berkelanjutan. Ini menjadi titik balik dalam sikap mereka terhadap metode yang sebelumnya dianggap “pasti berhasil.”
- Tahap 5: Dari kesadaran itu lahir keinginan untuk mencari tahu metode alternatif seperti Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Mereka mulai terbuka terhadap pelatihan dan praktik lapangan sebagai ruang belajar baru.


