Selamat Datang di Website Jurusan MPLKStaf Administrasi JurusanPLP-Teknisi LaboratoriumStaf Pengajar JurusanStrukur Organisasi JurusanDeskripsi Jurusan MPLKVisi dan Misi JurusanPengelola JurusanLearn, practice, and be rich (English) - Belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera (Indonesia) - Meup onle ate, mua onle Usif (Timor)
Banner_Jurusan_MPLK-2025.pngLine 001

Klasifikasi Materi

Sumber: da-Lopez, Y. F. (2020). Bahan Ajar Kimia (MLK22203/2(1-1)) untuk Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering. Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (P4M), Politeknik Pertanian Negeri Kupang. https://mplk.politanikoe.ac.id/index.php/modul-kuliah-kimia

Perbandingan Antara Bentuk Atom Molekul Senyawa dan CampuranMateri yang ada di alam dapat diklasifikasikan menjadi unsur, senyawa dan campuran. Unsur adalah bentuk paling sederhana dari suatu zat, terdiri hanya dari satu jenis atom saja. Molekul, yaitu unit struktur independen terdiri dari dua unsur atau lebih yang saling terikat. Senyawa adalah dua atau lebih unsur berbeda yang terikat secara kimia. Campuran adalah kelompok dua macam zat atau lebih yang secara fisik saling terkait. Untuk membedakan pemahaman tentang atom, molekul, campuran dapat dilihat pada  Gambar 1. Materi dapat dikelompokkan ke dalam 2 golongan besar, yaitu zat tunggal, yaitu unsur & senyawa dan campuran.

Gambar 1. Perbandingan Antara Bentuk Atom, Molekul, Senyawa, dan Campuran

Karakteristik dari unsur, senyawa, dan campuran adalah sebagai berikut:

Unsur

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia, contohnya: besi, emas, tembaga , alumunium, oksigen, belerang. Unsur dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Unsur logam,  seperti: besi, alumunium, emas, tembaga, seng, platina, perak.
  2. Unsur non logam: oksigen, hydrogen, belerang, karbon, fospor, nitrogen.

Sifat-sifat unsur logam dan sifat-sifat unsur non logam, adalah sebagai berikut:



Beberapa unsur yang kita kenal sehari-hari, ada yang berada dalam keadaan bebas (monoatomik) dan berada dalam bentuk yang terikat dengan unsur lain/bentuk senyawa (poliatomik). Contoh unsur monoatomik: karbon , emas, besi dan lain-lain. Contoh unsur poliatomik: belerang, fosfor, hydrogen dan lain-lain.

Tabel 1. Perbedaan Sifat Unsur Logam dan Unsur Non Logam

Sifat-sifat unsur logam
Sifat-sifat unsur non logam
Mengkilat
Tidak mengkilat
Menghantarkan listrik
Isolator
Keras tetapi lentur
Rapuh
Padat kecuali raksa
Padat, cair, gas

Senyawa

Senyawa adalah zat tunggal yang masih dapat diuraikan menjadi dua zat atau lebih dengan sifat yang berbeda dari asalnya. Senyawa yang kita kenal sehari-hari adalah air, garam dapur, gula, urea, kalsium karbonat (kapur).

Contoh penguraian senyawa menjadi zat-zat lain (dengan cara kimia):

  1. Air (H2O)
    • Senyawa Air adalah zat cair jernih tidak berasa, tidak berwarna dan tidak dapat terbakar.
    • Unsur penyusunnya: Gas hydrogen yang sangat mudah terbakar dan gas oksigen yang diperlukan dalam proses pembakaran.Gambar 4. Klasifikasi Materi
  1. Gula (C6H12O6)
    • Senyawa Gula tebu merupakan zat padat putih dan rasanya manis
    • Unsur penyusun: karbon, gas hydrogen dan gas oksigen. Karbon (arang) adalah zat padat yang berwarna hitam, gas hydrogen mudah terbakar, sedangkan gas oksigen diperlukan untuk pembakar
  1. Garam dapur (NaCl)
    • Senyawa Natrium klorida (NaCl) merupakan zat padat berwarna putih dan rasanya asin.
    • Unsur penyusun: Natrium dan klorin. Natrium merupakan logam yang reaktif sedangkan gas klorin merupakan unsur non logam yang sangat reaktif dan berbau. 


Campuran

Pengertian Campuran

Di alam kebanyakan materi dalam bentuk campuran. Air di sungai, air sumur, paduan logam, tanah, asap , udara, air gula kabut dll.

Campuran adalah suatu bahan yang terdiri atas dua atau lebih zat yang berlainan bergabung menjadi satu yang masih mempunyai sifat zat asalnya dengan tidak mempunyai komposisi yang tetap. Campuran dapat dibedakan menjadi campuran heterogen dan campuran homogen (campuran sejati )

Campuran Homogen

Campuran homogen adalah campuran yang tidak bisa dibedakan antara zat-zat yang bercampur di dalamnya. Seluruh bagian yang bercampur mempunyai sifat yang sama. Contohnya:

  • Udara merupakan campuran bermacam-macam gas seperti nitrogen, oksigen, dan lain-lain dan masing-masing gas tidak bisa dibedakan.
  • Paduan logam merupakan campuran dari beberapa jenis logam, masing –masing logam tidak bisa dibedakan.

Suatu campuran homogen yang dengan mikroskop pun tidak bisa dibedakan partikel-partikel penyusunnya disebut larutan.

Campuran Heterogen

Campuran heterogen adalah campuran yang mengandung zat-zat yang tidak dapat bercampur satu dengan yang lain secara sempurna. Masih dapat dikenali sifat-sifat partikel dari zat asal yang bercampur tersebut, seperti bentuk dan warnanya. Contohnya:

  • Batu-batu yang ada di alam (batu kapur, batu pualam)
  • Air Lumpur
  • Air dengan minyak

Tabel 2. Karakteristik dari unsur, senyawa, dan campuran

Karakteristik
Unsur
Senyawa
Campuran
Jenis atom penyusun
Satu
Lebih dari satu
Lebih dari satu
Komposisi penyusun
Tetap
Tetap
Dapat berubah
Sifat
Sama dengan komponen penyusun
Berbeda dari komponen penyusun
Mempertahankan sifat komponen penyusun
Pemisahan atau penggabungan komponen
Tidak dapat dipisahkan
Perubahan kimia
Perubahan fisika

Dari uraian di atas kita dapat mengelompokkan campuran heterogen dan campuran homogen dengan melihat ciri-cirinya, sebagai berikut:

Tabel 3. Ciri-ciri Campuran Homogen dan Campuran Heterogen

Campuran Heterogen Campuran Homogen
Bidang batas antar komponen penyusun kelihatan jelas Tidak terdapat bidang batas antar komponen penyusun
Komposisi komponen penyusun di setiap bagian campuran tidak sama Komposisi komponen penyusun di setiap bagian campuran sama
Komponen padat dan komponen cair akan segera memisah sendiri Komponen padat dan komponen cair tidak akan memisah

Tabel 4. Perbedaan Campuran dan Senyawa 

Campuran Senyawa
Perbandingan komponen penyusunnya tertentu dan dapat sembarang Perbandingan komponen penyusunnya selalu tertentu dan tetap
Terbentuk  tanpa melalui reaksi kimia Terbentuk  melalui reaksi kimia
Sifat masing-masing komponen penyusun campuran masih ada Sifat masing-masing komponen penyusun senyawa sudah hilang
Dapat dipisahkan menjadi komponen-kompenennya dengan cara-cara fisika Dapat dipisahkan menjadi komponen-kompenennya dengan cara-cara kimia



Galleri Kebun SUT
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. Designed By JoomShaper