Selamat Datang di Website Jurusan MPLKStaf Administrasi JurusanPLP-Teknisi LaboratoriumStaf Pengajar JurusanStrukur Organisasi JurusanDeskripsi Jurusan MPLKVisi dan Misi JurusanPengelola JurusanLearn, practice, and be rich (English) - Belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera (Indonesia) - Meup onle ate, mua onle Usif (Timor)
Banner_Jurusan_MPLK-2025.pngLine 001

Lokakarya Inovasi Microlearning dan Microcredentials untuk Mendukung TEFA Pertanian Organik Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Kupang – Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) melalui Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering menyelenggarakan Lokakarya Inovasi Microlearning dan Microcredentials untuk Mendukung TEFA Pertanian Organik. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi Tahun Anggaran 2026 ini berlangsung dua hari, 16–17 September 2026, pukul 08.30–16.00 WITA, di Gedung Community Center Lantai 2, Politani Kupang.

tefa-2.png tefa-4.png tefa-3.png

Berdasarkan surat undangan Nomor 520/DST/PL24/DT.06.03/2026 yang ditandatangani Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., kegiatan diikuti 76 peserta dari unsur pimpinan, dosen, PLP/teknisi, dan PTLB. Tim lokakarya dikoordinatori oleh Dr. Alfred U.K. Ngaji, S.P., M.Si. Turut hadir Wadir I Max Arthur Julian Supit, Wadir II Alexander S. Tanody, Wadir III Fabianus Ranta, Kepala P3M Cardial LO Leo Penu, Kepala P2MP2 Rikka W. Sir, serta Ketua Jurusan MPLK Jemseng C. Abineno.

Hari pertama diawali registrasi, pembukaan, laporan ketua kegiatan, sambutan, dan pembukaan resmi oleh pimpinan. Setelah foto bersama, peserta menerima materi “Konsep Microlearning dan Microcredentials dalam Pembelajaran TEFA” oleh Johana Manubey, S.Pd., M.Pd. Materi berikutnya, “Konsep Pembelajaran dan Best Practice Teaching Factory”, disampaikan Dr. Yetursance Y. Manafe, ST, MT.

Pada siang hari, peserta melakukan survei TEFA Pertanian Organik ke Rumah Pupuk Bokashi dan Screenhouse Hydroponik. Mereka mengidentifikasi proses kerja, alat, bahan, standar mutu, dan potensi pembelajaran. Sesi ditutup dengan penyusunan konsep pembelajaran TEFA untuk kedua unit tersebut. Hari kedua difokuskan pada simulasi, review, penyusunan, dan finalisasi rancangan microlearning dan microcredentials. Output akhirnya adalah draft final yang siap diimplementasikan.

Respons Strategis Pendidikan Vokasi

Secara konseptual, langkah Politani Kupang ini bukan sekadar agenda pelatihan. Ini adalah respons strategis terhadap kebutuhan transformasi pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi tidak cukup mentransfer pengetahuan. Ia harus membangun kompetensi yang terukur, relevan dengan industri, dan kontekstual.

Microlearning menawarkan pendekatan yang memecah materi menjadi unit kecil, fokus pada satu kompetensi, dan fleksibel diakses. Secara kognitif, pendekatan ini menurunkan beban kognitif dan memungkinkan mahasiswa belajar sesuai kecepatan mereka. Prinsip mastery learning dan spaced learning dapat diterapkan. Sementara itu, microcredentials menjadi pengakuan formal atas kompetensi spesifik, bersifat stackable, dan berorientasi pada bukti kinerja.

Dalam konteks vokasi, integrasi keduanya menjembatani kebutuhan industri akan tenaga kerja dengan keterampilan spesifik. Teaching Factory (TEFA) menjadi kerangka utama implementasi. TEFA mengintegrasikan proses produksi nyata ke dalam lingkungan pendidikan. Mahasiswa tidak berhenti belajar di ruang kelas, tetapi mengalami experiential learning: mengelola lahan, merawat tanaman, membuat pupuk organik, menerapkan hidroponik, hingga memasarkan hasil panen.

Bokashi dan Hidroponik sebagai Objek Interdisipliner

Pilihan Rumah Pupuk Bokashi dan Screenhouse Hydroponik sebagai unit TEFA patut diapresiasi. Keduanya representatif bagi pertanian organik lahan kering. Bokashi berkaitan dengan pengelolaan bahan organik, mikrobiologi tanah, dan siklus hara. Hidroponik berkaitan dengan efisiensi air, nutrisi tanaman, sistem irigasi, dan keterbatasan lahan.

Dengan demikian, mahasiswa dapat belajar sains, teknologi, dan kewirausahaan secara terpadu. Pertanian lahan kering di Nusa Tenggara Timur memiliki karakteristik unik: keterbatasan air, kesuburan tanah rendah, dan dinamika iklim. Pendekatan konvensional sering terlalu umum dan lambat menjawab kebutuhan lapangan. Inovasi pembelajaran yang kontekstual dan berbasis masalah nyata menjadi keniscayaan.

Jangan Berhenti di Dokumen

Namun, sebuah lokakarya tidak otomatis mengubah realitas. Ia baru menjadi langkah awal. Tantangan terbesarnya adalah memastikan rancangan microlearning dan microcredentials tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi menjadi budaya akademik.

Ada beberapa pekerjaan rumah yang tidak ringan. Pertama, penjaminan mutu microcredentials. Diperlukan asesmen yang valid, verifikasi, badge digital, masa berlaku, dan pengakuan pihak eksternal. Kedua, integrasi dengan kerangka nasional seperti KKNI, SKKNI, SKS, MBKM, dan LSP. Ketiga, penguatan infrastruktur digital dan pelatihan berkelanjutan bagi dosen, PLP, teknisi, dan PTLB. Keempat, kemitraan dengan industri, pemerintah daerah, dan lembaga sertifikasi.

Tanpa itu, microcredentials berisiko menjadi sekadar sertifikat kecil tanpa nilai di pasar kerja. Tanpa piloting dan evaluasi pembelajaran, TEFA bisa berjalan sebagai rutinitas produksi, bukan sebagai ruang belajar yang terukur.

Rekomendasi

Ke depan, Politani Kupang perlu menjalankan pilot project satu semester untuk dua unit TEFA. Evaluasi sebelum-sesudah pelatihan perlu dilakukan. Platform digital microcredentials perlu dikembangkan. Kurikulum, praktikum, dan penilaian harus diintegrasikan dengan TEFA. Kemitraan industri dan pemerintah daerah harus dibangun secara konkret.

Lokakarya ini sejalan dengan paradigma konstruktivistik dan experiential learning. Pengetahuan dibangun melalui pengalaman langsung, refleksi, dan interaksi sosial. Microlearning memperkuat penguasaan bertahap, sedangkan microcredentials memperkuat akuntabilitas kompetensi.

Pada akhirnya, masa depan pertanian NTT tidak ditentukan oleh satu lokakarya. Ia ditentukan oleh keberanian untuk bergerak dari diskusi ke implementasi. Satu modul, satu bedeng organik, satu dosen inovatif, dan satu mahasiswa yang mau mencoba adalah awal dari perubahan besar. Sebagaimana motto “Bersama Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan dari NTT untuk Masa Depan”, pertanian organik lahan kering dapat menjadi kenyataan.

Vokasi Kuat, Pertanian Maju. Pendidikan Vokasi untuk Pertanian yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan.


Informasi dan kontak: Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana Kupang PO. Box 1152 Kupang 85011, Telp. (0380) 881600, 881601, Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya., Website: www.politanikoe.ac.id.




Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. Designed By JoomShaper