Halaman 9 dari 13
Contoh Hasil Analisis Naratif
|
Tema Utama
|
Kode Terkait
|
Deskripsi
|
Contoh Kutipan Wawancara
|
Frekuensi
|
|
Kurangnya Pelatihan
|
tidak pernah pelatihan, takut mencoba
|
Minimnya pembekalan teknis membuat petani enggan mencoba metode baru
|
“Saya belum pernah ikut pelatihan alat semprot otomatis.”
|
8
|
|
Ketergantungan pada Pestisida
|
langsung semprot, pestisida kimia
|
Pestisida menjadi solusi utama meski disadari berdampak negatif
|
“Kalau ada hama, saya langsung semprot saja.”
|
7
|
|
Hambatan Finansial
|
alat mahal, tidak ada modal
|
Biaya tinggi jadi alasan utama lambatnya adopsi metode pengendalian baru
|
“Mesin tanam itu mahal, sedangkan hasil panen belum balik modal.”
|
6
|
|
Kurangnya Penyuluhan
|
jarang penyuluh, tidak pernah dikunjungi
|
Akses informasi dan arahan teknis dari penyuluh masih sangat terbatas
|
“Penyuluh jarang datang ke sini, jadi saya bingung kalau ada hama.”
|
5
|
|
Struktur Cerita
|
Tema Narasi
|
Makna Naratif
|
Kutipan Naratif
|
Frekuensi
|
|
Orientasi
|
Ragu & Tidak Percaya Diri
|
Petani tidak yakin dengan cara selain pestisida
|
“Saya belum pernah coba cara lain, takut gagal.”
|
10
|
|
Komplikasi
|
Gagal Panen
|
Pengalaman buruk memperkuat ketergantungan pada teknik lama
|
“Sudah pernah gagal pakai cara itu, akhirnya rugi besar.”
|
8
|
|
Klimaks
|
Ikut Pelatihan
|
Titik balik terjadi saat mengikuti praktik langsung
|
“Pas praktik, saya ternyata bisa atur alat sendiri—ternyata tidak sulit.”
|
5
|
|
Resolusi
|
Kesadaran Baru
|
Kesadaran bahwa ada cara lain yang lebih ramah lingkungan
|
“Sekarang saya lebih hati-hati dan tidak langsung semprot.”
|
6
|
|
Coda
|
Semangat Belajar
|
Ingin belajar lebih banyak dan ajak rekan tani lainnya
|
“Saya sudah ajak teman kelompok tani untuk ikut pelatihan bulan depan.”
|
4
|
Interpretasi dan Implikasi
Struktur naratif (Riessman, 2008) memperlihatkan transformasi dari keraguan menuju semangat perubahan. Titik klimaks bukan terjadi karena informasi teoritis, melainkan pengalaman langsung. Implikasinya, strategi komunikasi penyuluhan harus menekankan experiential learning dan mengaktifkan peran petani pelopor sebagai agen perubahan sosial.


