Serangga Hama Pertanian (Pengantar)

Serangga merupakan organisme dengan jumlah spesies yang terbesar, yaitu sekitar 91% dari spesies arthropoda atau sekitar 72% dari seluruh spesies binatang yang dikenal. Serangga merupakan objek penting yang dipelajari dalam bidang pertanian karena dapat berperan sebagai hama yang menimbulkan masalah bahkan merusak tanaman yang ditanam. Meskipun demikian, hanya sedikit serangga yang menyebabkan masalah itu daripada banyak serangga yang bermanfaat. Serangga yang menguntungkan jauh lebih banyak daripada yang berperan sebagai hama.
Serangga dikatakan menimbulkan masalah bagi pertanian atau sebagai hama karena menyerang atau merusak tanaman atau tumbuhan, berdampak pada kesehatan dasar tanaman serta pada produktivitasnya, merusak tanaman dengan memotong akar, batang, dan daunnya, juga menyerap getah sel tanaman dari berbagai bagiannya. Serangga hama dapat mengurangi hasil dan menyebarkan penyakit dengan memakan tanaman dan/atau bagian tertentu tanaman. Diperkirakan bahwa tanpa pengendalian, sekitar 30% tanaman akan hilang setiap tahun dan dengan pengendalian, kurang dari 3% tanaman hilang karena serangga hama.
Serangga yang sering merusak tanaman adalah kelompok kelas Hexapoda. Serangga Hexapoda mempunyai ciri khas, yakni memiliki enam buah kaki. Jenis ini memiliki beberapa jenis ordo, diantaranya adalah: Diptera, Thysanoptera, Coleoptera, Lepidoptera, Homoptera, Hemiptera, Orthoptera, Hymenoptera, dan Isoptera.
Pemahaman komprehensif mengenai serangga hama pertanian memerlukan kajian mendalam pada aspek-aspek fundamental yang meliputi Morfologi Umum Serangga, Tipe Alat Mulut Serangga, Perkembangan Anatomi Serangga, Tipe Metamorfosis Serangga, dan Tipe Larva Serangga. Selanjutnya akan dibahas karakteristik spesifik dari Serangga Hama Ordo Diptera, Thysanoptera, Coleoptera, Lepidoptera, Homoptera, Hemiptera, dan Orthoptera, dilengkapi dengan analisis Perilaku & Gejala Serangan Serangga Hama, Faktor Internal dan Eksternal Perkembangan Serangga Hama, serta identifikasi Serangga Hama Penting Tanaman Pertanian.
Posisi serangga hama dalam agroekosistem
Dalam agro-ekosistem, tanaman yang kita usahakan dinamakan produsen, sedangkan herbivora yang makan tanaman dinamakan konsumen pertama, sedangkan karnivora yang makan konsumen pertama adalah konsumen kedua. Herbivora yang berada pada tanaman tidak semuanya menimbulkan kerusakan. Herbivora yang keberadaannya tidak dikehendaki karena dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman yang dibudidayakan disebut hama. Jadi selama keberadaannya ditanaman tidak menimbulkan kerusakan secara ekonomis, herbivora tersebut belum berstatus hama.
Serangga hama adalah herbivora (konsumen-1) yang dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan manusia secara ekonomis. Akibat serangan serangga hama, produktivitas tanaman menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya. Dalam kegiatan pengendalian hama, pengenalan terhadap jenis-jenis hama serta gejala kerusakan tanaman menjadi sangat penting agar tidak melakukan kesalahan dalam mengambil langkah pengendalian.
Penyebab hama sebagian besar adalah berasal dari golongan serangga, namun demikian serangga yang berperan sebagai hama ternyata hanya 1-2 persen saja, sedangkan sisanya merupakan serangga berguna yang dapat berperan sebagai parasitoid, predator, penyerbuk, pengurai, dan serangga industri. Pengenalan gejala serangan hama sangat penting untuk diketahui karena untuk menentukan binatang penyebabnya umumnya lebih mudah diketahui dari gejala serangannya atau perilaku serangga tersebut.
Pengendalian serangga adalah bagian dari program pengelolaan tanaman pertanian. Untuk mendapatkan pengendalian yang paling ekonomis, perlakuan harus diterapkan pada waktu yang paling tepat sesuai perkembangan tanaman dan waktu perkembangan serangga. Untuk itu, identifikasi spesies serangga hama, biolekologi, dan perilakunya perlu dipelajari. Jumlah serangga dapat sangat dikurangi dengan menggabungkan praktik budaya dan kimia yang baik dengan pengendalian bebas (kumbang koksi, burung, dll.) yang terjadi di alam. Hindari penggunaan insektisida spektrum luas yang juga membunuh musuh alami hama.
Pengelolaan hama yang cerdas adalah pemilihan dan penggunaan tindakan pengendalian hama yang akan memastikan konsekuensi ekonomi, ekologi, dan sosiologis yang menguntungkan. Hal ini dicapai dengan menggunakan beberapa taktik dengan cara yang kompatibel untuk menjaga kerusakan hama di bawah tingkat kerugian ekonomi sambil memberikan perlindungan terhadap bahaya terhadap manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan.

Diagram tersebut memberikan ilustrasi bahwa setiap ordo serangga memiliki karakteristik morfologi dan anatomi yang sangat spesifik, mulai dari struktur sayap, bentuk tubuh, tipe alat mulut, hingga adaptasi kaki yang mencerminkan fungsi dan perilaku masing-masing kelompok. Perbandingan visual ini memungkinkan identifikasi yang lebih akurat terhadap berbagai ordo serangga berdasarkan ciri-ciri fisiknya yang khas.






