Selamat Datang di Halaman PERLINTAN - Perlindungan Tanaman - Website Jurusan MPLKMateri Praktek Perlindungan TanamanParasitoid Hama TanamanOPT Tanaman PertanianMateri Kuliah Perlindungan TanamanPredator Hama TanamanMusuh Alami HamaPerlindungan Tanaman adalah usaha untuk melin­dungi tanaman dari ancaman atau gangguan yang dapat merusak, merugikan, atau mengganggu proses hidupnya yang normal, sejak pra-tanam sampai pasca tanam (Djafaruddin, 1996)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

Yosefus F. da-Lopez, Nina J. Lapinangga, & Jacqualine A. Bunga. (2020). Bahan Ajar Perlindungan Tanaman (MLK22203/2(1-1)) untuk Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering. Website Jurusan MPLK

Perkembangan Anatomi Serangga

Oviparitas 001 Keterangan Gambar: Kumbang Koksi, salas satu jenis serangga dengan tipe reproduksi Oviparitas

Umumnya serangga berkembang biak dengan cara bertelur. Telur terbentuk di dalam kandung telur (ovarium) betina.  Kemampuan reproduksi serangga dalam keadaan normal umumnya amat tinggi. Ulat crop kubis (Crocidolomia binotalis) selama hidupnya bisa menghasilkan telur 11-18 kelompok, dan tiap kelompok terdiri atas 30-80 butir. Wereng cokelat (Nilaparvata lugens) betina dapat bertelur sampai 500 butir. Kutu daun jeruk (Diaphorina citri Kuw) bisa menghasilkan telur lebih banyak lagi, yaitu mencapai 800 butir. 

Serangga mempunyai beberapa tipe reproduksi, sebagai berikut:

  1. Oviparitas, yaitu tipe reproduksi dengan cara bertelur. Telur-telur yang melewati alat kelamin betina, terlebih dahulu mendapat pembuahan dari sperma. Tipe ini terjadi pada kebanyakan serangga, seperti wereng, belalang, kumbang, dan lain-lain.

  2. Viviparitas, yaitu tipe reproduksi dengan cara melahirkan larva atau nimfa. Pada tipe ini, telur dalam induk betina mungkin dibuahi atau tidak dibuahi. Misalnya, pada kutu daun aphididae.

  3. Partenogénesis, yaitu tipe reproduksi serangga tanpa pembuahan (telur tidak dibuahi sperma). Embrio terlebih dahulu berkembang di dalam induknya, kemudian larva atau nimfa dilahirkan. Contoh serangga yang mengalami parthenogenesis, antara lain Aphis sp., Thrips tabaci, dan Heliothrips haemorrhoidalis Bouche. 

Larva atau nimfa serangga, dalam kurun waktu tertentu, akan menjadi serangga dewasa yang disebut "imago". Perkembangan larva atau nimfa menjadi imago mengalami beberapa tahap.  Setiap tahap ditandai dengan membesarnya tubuh, namun tidak diikuti oleh pembesaran kulit sehingga kulit tersebut akan pecah dan diganti dengan kulit baru.  Pergantian kulit ini disebut ecdysis atau molting. Pada saat kulit baru masih lunak, serangga memperbesar ukurannya. Beberapa jam kemudian, kulit akan mengeras dan membentuk warna yang tetap. Serangga tingkat tinggi bisa mengalami ecdysis 4-6 kali.  Serangga yang sudah dewasa tidak lagi mengalami pergantian kulit sehingga ukurannya tetap (tidak berubah lagi). Lamanya waktu antara pergantian kulit disebut "stadium".  Bentuk serangga dalam stadium disebut "instar".  Stadium pertama adalah lamanya waktu dari menetasnya telur sampai terjadinya pergantian kulit pertama, sedangkan yang dimaksud dengan instar satu adalah bentuk serangga pada stadium pertama. 

Perkembangan serangga dari larva atau nimfa menjadi imago umumnya mengalami beberapa tahap perubahan bentuk dan ukuran, yang disebut "metamorfosis". 

Berikut ini adalah video Pergantian Kulit pada Serangga:


Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang - Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. - We learn, practice, and be rich - Kami belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera - Meup onle ate, mua onle Usif - Designed By JoomShaper