ULAT TANAH Agrotis spp
Serangga dewasa berupa ngengat (Gambar A) yang aktif terbang pada malam hari. Tubuh serangga dewasa keabu-abuan dengan sayap berwarna kelabu dengan tanda hitam coklat. Ulat berwarna hitam keabu-abuan (Gambar B), aktif merusak tanaman pada malam hari dan kadang-kadang bersifat kanibal. Gejala serangannya ditandai dengan adanya tanaman muda yang patah atau tangkai daunnya terpotong (Gambar C). Tanaman inangnya antara lain ialah tanaman muda yang baru ditanam se perti cabai, kubis bunga, jagung, kacang panjang, dll.
Beberapa sepceis ulat tanah: Agrotis ipsilon, Agrotis orthogonia, Agrotis gladiaria, Agrotis subterranea, dan Agrotis segetum.
Ulat Tanah pada jagung
Nama ilmiah: Agrotis ipsilon, Peridroma saucia, dan lainnya
DESKRIPSI HAMA
Dewasa berupa ngengat yang panjangnya sekitar 1 inci dengan rentang sayap 1,25 hingga 2 inci dan warnanya sangat bervariasi. Telur agak pipih, berwarna putih sampai kusam atau putih pudar, dan berusuk. Telur umumnya diletakkan dalam barisan berkelompok. Telur dapat diletakkan di dedaunan tanaman, tetapi sering ditemukan pada gulma. Larva yang tumbuh penuh memiliki panjang antara 1 hingga 1,75 inci dan biasanya melengkung menjadi bentuk-C bila terganggu. Larva biasanya bersembunyi di bawah puing-puing di permukaan tanah di siang hari, tetapi aktif, pemakan makanan yang rakus di malam hari. Beberapa memanjat ke tanaman inang untuk mencari makan, tetapi kebanyakan tinggal di tanah, memotong tanaman inang di atau tepat di bawah permukaan tanah.
KERUSAKAN
Larva memotong tanaman muda di pangkal atau dekat permukaan tanah. Biasanya, perlu menggali di dalam tanah untuk menemukan larva dan untuk menentukan tingkat serangan dan ukuran larva.
PENGELOLAAN
Jika populasi larva mengurangi tegakan tanaman, lakukan perawatan selama tahap pembibitan. Seringkali, kerusakan paling serius terjadi di pinggir lahan, tetapi kehilangan tegakan dapat terjadi dalam pola spot di seluruh lahan. Perawatan hot spot bisa dilakukan. Bibit akan tumbuh kembali jika kerusakan berada di atas titik tumbuh.
Metode Pengendalian Organik yang bisa dilakukan yaitu menghilangkan gulma 2 minggu sebelum tanam baik di dalam maupun di sekitar lahan agar dapat membantu meminimalkan masalah larva dalam tanaman yang dikelola secara organik.



