BELALANG KAYU (Valanga nigricornis)
Gejala Serangan
Hama ini menyerang tanaman muda dan tua dengan merusak tanaman pada bagian daun dan pucuk. Kadang-kadang pada musim kering dapat menyebabkan kerusakan parah. Daun yang dimakan menjadi berlubang-lubang, tulang daun dan urat-urat daun tidak dimakan. Gejalanya kadang-kadang sulit dibedakan dengan gejala lubang-lubang kerusakan daun oleh serangan ulat daun. Lubang akibat serangan belalang tepinya bergerigi kasar tidak beraturan, sedangkan akibat serangan ulat lebih halus. Tanaman inang lainnya, antara lain adalah kapas, jati, kelapa, kopi, cokelat, jarak, wijen, ketela, waru, kapuk, nangka, karet, jagung, dan pisang.
Pengendalian
Pengendalian secara mekanis dan fisik dengan mengumpulkan kelompok-kelompok telur. Penangkapan belalang dewasa serta nimfa-nimfanya dilakukan setelah musim penghujan pada malam hari atau pagi hari dengan menggunakan jaring. Pengendalian secara biologi dengan menggunakan parasit, seperti parasit telur Scelia javanica, parasit imago dari famili Sarcophagidae. Pengendalian dengan menggunakan predator seperti burung pemakan serangga, dapat juga dengan jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae yang dapat mengendalikan nimfa dan imagonya. Pengendalian dengan penyemprotan pestisida disesuaikan dengan rekomendasi untuk hama belalang.


