Selamat Datang di Website Jurusan MPLKStaf Administrasi JurusanPLP-Teknisi LaboratoriumStaf Pengajar JurusanStrukur Organisasi JurusanDeskripsi Jurusan MPLKVisi dan Misi JurusanPengelola JurusanLearn, practice, and be rich (English) - Belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera (Indonesia) - Meup onle ate, mua onle Usif (Timor)
Banner_Jurusan_MPLK-2025.pngLine 001

ORONG-ORONG atau ANJING TANAH

Orong orong dan gejala serangan

Orong-orong (Gambar A & B) dapat merusak tanaman pada semua fase tumbuh. Benih yang disebar di persemaian juga dapat dimakannya. Hama ini memotong tanaman pada pangkal batang dan orang sering keliru dengan gejala kerusakan yang disebabkan oleh penggerek batang. Orong-orong merusak akar muda dan bagian pangkal tanaman yang berada di bawah tanah (Gambar C). Pertanaman padi muda yang diserangnya mati.

Pengendalian

  1. Perataan tanah agar air tergenang merata.
  2. Penggenangan sawah 3-4 hari dapat membantu membunuh telur orang-orong di tanah.
  3. Penggunaan insektisida karbofuran pada saat tanam dapat menggurangai intensitas serangan mencapai 10 %
  4. Menggunakan umpan beracun yang terdiri dari : sodium fluosillicate (atau insektisida lain ) dan satu bagian gula merah yang dicampur dengan 10 bagian Karir ( Dedak beras), kemudian di buat pasta dengan mencampurkan air secukupnya.
  5. Menggunakan perangkap lampu.

Bioekologi anjing tanah/Orong-orong

Telur anjing tanah/orong-orong diletakkan dalam lubang tanah yang dalam secara berkelompok, terdiri dari 30-50 butir telur/kelompok telur. Stadium telur berlangsung 7-21 hari. Nimfa anjing tanah/Orong-orong instar 1 dan 2 hidup bersama induknya, instar berikutnya hidup sendiri-sendiri. Stadium nimfa berlangsung 3 – 5 bulan.

Imago anjing tanah/orong-orong memiliki tungkai depan lebih besar,berguna untuk menggali dan luas toraks pertama juga lebih besar, untuk membantu mendorong tanah yang digali. Penyebaran dengan penerbangan, serangga ini dapat terbang kuat meskipun bersayap pendek. Serangga jantan dapat mengeluarkan bunyi. Orong-orong bersifat kanibal, hidup di pematang dan sawah yang tidak tergenang air, aktif pada malam hari dan tertarik pada cahaya lampu, beristirahat pada siang hari, menyerang tanaman yang berakar serabut. Akibat serangan tanaman layu dan akibatnya mati.





Galleri Kebun SUT
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2025 Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. Designed By JoomShaper