ORONG-ORONG atau ANJING TANAH
Orong-orong (Gambar A & B) dapat merusak tanaman pada semua fase tumbuh. Benih yang disebar di persemaian juga dapat dimakannya. Hama ini memotong tanaman pada pangkal batang dan orang sering keliru dengan gejala kerusakan yang disebabkan oleh penggerek batang. Orong-orong merusak akar muda dan bagian pangkal tanaman yang berada di bawah tanah (Gambar C). Pertanaman padi muda yang diserangnya mati.
Pengendalian
- Perataan tanah agar air tergenang merata.
- Penggenangan sawah 3-4 hari dapat membantu membunuh telur orang-orong di tanah.
- Penggunaan insektisida karbofuran pada saat tanam dapat menggurangai intensitas serangan mencapai 10 %
- Menggunakan umpan beracun yang terdiri dari : sodium fluosillicate (atau insektisida lain ) dan satu bagian gula merah yang dicampur dengan 10 bagian Karir ( Dedak beras), kemudian di buat pasta dengan mencampurkan air secukupnya.
- Menggunakan perangkap lampu.
Bioekologi anjing tanah/Orong-orong
Telur anjing tanah/orong-orong diletakkan dalam lubang tanah yang dalam secara berkelompok, terdiri dari 30-50 butir telur/kelompok telur. Stadium telur berlangsung 7-21 hari. Nimfa anjing tanah/Orong-orong instar 1 dan 2 hidup bersama induknya, instar berikutnya hidup sendiri-sendiri. Stadium nimfa berlangsung 3 – 5 bulan.
Imago anjing tanah/orong-orong memiliki tungkai depan lebih besar,berguna untuk menggali dan luas toraks pertama juga lebih besar, untuk membantu mendorong tanah yang digali. Penyebaran dengan penerbangan, serangga ini dapat terbang kuat meskipun bersayap pendek. Serangga jantan dapat mengeluarkan bunyi. Orong-orong bersifat kanibal, hidup di pematang dan sawah yang tidak tergenang air, aktif pada malam hari dan tertarik pada cahaya lampu, beristirahat pada siang hari, menyerang tanaman yang berakar serabut. Akibat serangan tanaman layu dan akibatnya mati.



