Selamat Datang di Website Jurusan MPLKStaf Administrasi JurusanPLP-Teknisi LaboratoriumStaf Pengajar JurusanStrukur Organisasi JurusanDeskripsi Jurusan MPLKVisi dan Misi JurusanPengelola JurusanLearn, practice, and be rich (English) - Belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera (Indonesia) - Meup onle ate, mua onle Usif (Timor)
Banner_Jurusan_MPLK-2025.pngLine 001

PENYAKIT LAYU BAKTERI

Gejala serangan penyakit layu bakteri

Penyakit layu bakteri (lihat gambar) disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Patogen ini ditularkan melalui air. Gejala awal ialah tanaman menjadi layu yang dimulai dari pucuk menjalar ke bagian bawah tanaman sampai seluruh daun layu dan akhirnya tanaman  mati.  Penyakit  akan  berkembang  pesat  pada  musim  hujan.  Tanaman inangnya antara lain ialah cabai, tomat, kentang, dll.

Keterangan gambar: Gejala serangan penyakit layu bakteri tanaman cabai (A), tomat (B), mentimun (C)

Deskripsi Umum

Tanaman layu secara mendadak tanpa diawali gejala kekuningan pada daun.  Batang utama tampak hijau dan tegak, sedangkan tangkai dan helaian daun layu serta luruh, helaian daun terkulai namun masih berwarna hijau sehingga penyakit inisering disebut “green wilting”.  Pada batang yang dibelah melintang tampak pembuluh angkut berwarna kecoklatan, bila dicelupkan dalam air jernih tampak masa bakteri seperti asap keluar dari potongan batang.  Bakteri ini dapat bertahan di tanah dalam jangka waktu 2 tahun tanpa inang.  Kondisi yang mendukung perkembangbiakan dan penyebaran adalah temperature yang hangat, kelembaban yang tinggi dan curah hujan yang banyak.

Teknik Pengendalian

  1. Rotasi dengan selain tanaman inang.  Tanaman kubis-kubisan diinformasikan dapat mengurangi intensitas serangan. 
  2. Tindakan pencegahan dengan aplikasi belerang pada saat persiapan lahan.
  3. Pemakaian pupuk Nitrogen (N) secara berimbang agar tanaman tidak terlalu sukulen.
  4. Melakukan sanitasi terhadap gulma atau tanaman sekunder yang dapat menjadi inang alternatif.
  5. Perbaikan drainase sehingga lahan tidak tergenang.
  6. Mencabut dan memusnahkan tanaman layu.
  7. Tindakan pengendalian secara kimiawi dengan bakterisida yang berbahan aktif Dazomet, Streptomycine sulfat, Asam Oksolinik, Kasugamycine Hidrokloridadan Oksitetrasiklin.
  8. 8.  Menggunakan varietas yang tahan atau toleran.

Link Terkait




Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. Designed By JoomShaper