Defisiensi Fosfor (Phosphorus deficiency)
Defisiensi fosfor (P) mempengaruhi fungsi utama dalam penyimpanan dan transfer energi tanaman. Secara khusus, mempengaruhi anakan, perkembangan akar, pembungaan awal, dan pematangan. Defisiensi fosfor tersebar luas di semua ekosistem terutama ekosistem padi dan merupakan faktor pembatas pertumbuhan utama pada tanah kering-masam di mana kapasitas fiksasi P tanah seringkali besar. Tanah-tanah yang rentan terhadap kahat P termasuk jenis-jenis berikut:
- tanah bertekstur kasar yang mengandung sedikit bahan organik dan sedikit cadangan P (misalnya, tanah berpasir di timur laut Thailand, Kamboja)
- tanah dataran tinggi yang sangat lapuk, liat, masam dengan kapasitas fiksasi P yang tinggi (misalnya, Ultisols dan Oxisols di banyak negara)
- tanah dataran rendah yang terdegradasi (misalnya, Vietnam Utara)
- tanah berkapur, salin, dan sodik
- tanah vulkanis dengan kapasitas serapan P tinggi (misalnya, Andisol di Jepang dan sebagian Sumatera dan Jawa)
- tanah gambut (Histosol)
- tanah sulfat masam di mana sejumlah besar Al dan Fe aktif menghasilkan pembentukan senyawa P yang tidak larut pada pH rendah
Identifikasi
Periksa di lapangan untuk gejala berikut:
- tanaman kerdil
- anakan (padi) berkurang
- daun yang lebih tua sempit, pendek, sangat tegak, dan memiliki warna hijau tua yang "kotor".
- batang tipis dan kurus dan perkembangan tanaman terbelakang
Jumlah daun, malai, dan bulir per malai juga berkurang. Daun muda mungkin tampak sehat tetapi daun yang lebih tua berubah menjadi coklat dan mati.
Juga, periksa perubahan warna:
- daun tampak hijau pucat saat defisiensi P dan Nitrogen (N) terjadi secara bersamaan
- warna merah dan ungu dapat timbul pada daun jika varietas tersebut cenderung menghasilkan antosianin
Secara umum, P telah diidentifikasi sebagai unsur hara yang penting bagi kesehatan akar tanaman dan menambah ketahanan tanaman terhadap keracunan besi.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|
Gambar 1
|
Gambar-2
|
Gambar-3
|
Gambar-4
|
|
Keterangan Gambar: 1. Tanaman yang kahat hara P tumbuh kerdil dan daun menjadi berwarna hijau gelap dan tegak lurus (kiri). 2. Tanaman yang kahat hara P (sebelah kanan) menghasilkan sedikit anakan. 3. Gejala kekurangan fosfor pada tanaman tomat (courtesy UMD Extension). 4. Kekurangan fosfor pada jagung. Daun berwarna keunguan dan ujung berwarna coklat dan nekrotik. (Credit: Gregory A Luce, Universitas Missouri). |
|||
|
|
|||















