Selamat Datang di Website Jurusan MPLKStaf Administrasi JurusanPLP-Teknisi LaboratoriumStaf Pengajar JurusanStrukur Organisasi JurusanDeskripsi Jurusan MPLKVisi dan Misi JurusanPengelola JurusanLearn, practice, and be rich (English) - Belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera (Indonesia) - Meup onle ate, mua onle Usif (Timor)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

Line 004

Defisiensi Mangan (Mn)

Defisiensi Mangan (Mn)


Defisiensi Mangan (Mn) Defisiensi Mangan (Mn) mempengaruhi fotosintesis dan sintesis protein. Tanaman yang kekurangan Mn sering kekurangan Fosfor. Kekurangan Mn relatif jarang terjadi …

Defisiensi Magnesium (Mg)

Defisiensi Magnesium (Mg)


Defisiensi Magnesium (Mg) Defisiensi magnesium (Mg) mempengaruhi beberapa aktivitas enzim pada tanaman, termasuk asimilasi karbon dioksida (CO2) dan sintesis protein, serta pH seluler dan ak…

Defisiensi Besi (Fe)

Defisiensi Besi (Fe)


Defisiensi Besi (Fe) Defisiensi besi (Fe) mempengaruhi fotosintesis dan menyebabkan penurunan hasil dan produksi bahan kering.  Kekurangan Fe relatif jarang terjadi, terutama pada sistem padi b…

Penggunaan kapur akan meningkatkan pH tanah

Penggunaan kapur akan meningkatkan pH ta…


Penggunaan Kapur untuk Meningkatkan pH Tanah Penggunaan kapur akan meningkatkan pH tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman. Tanah bagian atas harus dijaga pada pH tanah di atas 5,0 (CaCl2…

Find more news

Slide68Teknik Pengamatan Keliling Organisme Penganggu (OPT) Tanaman Pangan

Pengamatan bertujuan untuk mengetahui jenis dan kepadatan populasi OPT, luas dan intensitas serangan OPT, luas kerusakan akibat DPI, daerah penyebaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil pengamatan di analisis untuk menentukan langkah-langkah pengendalian OPT dan penanggulangan DPI yang tepat.

Jenis tanaman yang diamati adalah jenis tanaman pangan utama, yaitu: padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar, dan ubi kayu. OPT yang menyerang masing-masing komoditas sangat banyak, sehingga untuk memudahkan pelaporan dan analisa ditetapkan OPT utama saja. OPT utama pada komoditas tanaman pangan sebagaimana tercantum pada Tabel 1. 

Disamping OPT utama tersebut di atas, apabila terdapat OPT yang dianggap spesifik, dominan/utama di daerah tertentu, maka perlu dilakukan pengamatan dan pelaporannya.

Pengamatan juga dilakukan terhadap kerusakan tanaman akibat dampak perubahan iklim (DPI) yaitu banjir dan kekeringan, serta bencana alam (erupsi gunung berapi,   longsor, keracunan logam berat,dll).

Pengamatan keliling atau patroli bertujuan untuk mengetahui dan menghimpun informasi tentang luas pertanaman terserang OPT, luas pengendalian, luas areal waspada dan luas kerusakan tanaman akibat DPI, serta penggunaan dan penyimpanan pestisida.

Pengamatan dilaksanakan secara berkala dengan menjelajahi wilayah pengamatan berdasarkan hasil pengamatan petak tetap dan informasi dari petani/kelompok tani/petani pemandu/ petani pengamat, penyuluh atau sumber lain yang layak dipercaya. Informasi digunakan untuk menentukan daerah yang diduga terserang OPT/terkena DPI dan pengamatan difokuskan di wilayah tersebut. Apabila tidak diperoleh informasi, maka penentuan daerah pengamatan didasarkan pada kerentanan varietas terhadap OPT, peta sebaran OPT, peta daerah rawan DPI, umur tanaman dan jarak terhadap sumber serangan atau daerah yang terkena DPI.

Tabel 1. OPT Utama Pada Komoditas Tanaman Pangan
No
Komoditas
OPT Utama
1
Padi
Penggerek batang padi, wereng batang coklat, tikus, blast, kresek/BLB, tungro dan kerdil rumput/hampa
2
Jagung
Ulat grayak, penggerek tongkol, tikus, penggerek batang, lalat bibit dan penyakit bulai
3
Kedelai
Ulat grayak, penggerek polong, tikus, penggulung daun, lalat kacang dan ulat jengkal
4
Kacang tanah
Ulat grayak, bercak daun coklat, tikus, babi hutan, karat daun dan pelipat daun
5
Kacang hijau
Ulat grayak, penggerek polong, tikus dan lalat kacang
6
Ubi kayu
Tungau merah, bercak daun coklat, tikus, babi hutan dan karat daun
7
Ubi jalar
Hama boleng, bercak daun coklat, tikus dan babi hutan
Line002

Daun Gamal Sebagai Sumber Pestisida Nabati

Daun Gamal 01Pestisida nabati merupakan jenis pestisida yang memiliki bahan dasarnya dari tumbuhan sehingga relatif mudah untuk dibuat dengan kemampuan terbatas, pestisida nabati ini bersifat mudah terurai dan rama lingkungan serta relatif aman bagi manusia maupun hewan ternak. Pestisida nabati ini dapat berperan sebagai racun kontak dan racun perut, selain itu juga pestisida nabati ini merupakan pestisida yang relatif aman dari segi penggunaannya dan ekonomis. Pestisida nabati juga tidak akan mengakibatkan resurjensi dan dampak samping lainnya, justru musuh-musuh alami lainnya dapat terselamatkan (Untung, 1993). Tanaman yang dapat digunakan untuk pestisida nabati adalah jenis tanaman gamal.

KANDUNGAN KIMIA TANAMAN GAMAL

Tanaman gamal (Gliricidia sepium Jacq. Kunth) bersifat antifungal dan dikenal sebagai rodentisida di Amerika Tengah. Tanaman ini memiliki kandungan senyawa metabolit yang dapat mengganggu organ pencernaan dalam tubuh serangga karena bersifat toksik   (Lebang et al., 2016).

Tanaman gamal memiliki kandungan bahan aktif kumarin yang merupakan senyawa dari golongan flavonoid (Nukmal et al., 2010). Flavonoid merupakan metabolit sekunder dari tanaman hijau yang memiliki struktur polifenol (Tapas, et al., 2008). Flavonoid pada tumbuhan umumnya digunakan sebagai glikosida sangat dibutuhkan pada pertumbuhan tanaman dan juga memiliki senyawa fenolik yang digunakan untuk antioksidan (Selawa et al., 2013).

Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. Designed By JoomShaper