Selamat Datang di Halaman PERLINTAN - Perlindungan Tanaman - Website Jurusan MPLKMateri Praktek Perlindungan TanamanParasitoid Hama TanamanOPT Tanaman PertanianMateri Kuliah Perlindungan TanamanPredator Hama TanamanMusuh Alami HamaPerlindungan Tanaman adalah usaha untuk melin­dungi tanaman dari ancaman atau gangguan yang dapat merusak, merugikan, atau mengganggu proses hidupnya yang normal, sejak pra-tanam sampai pasca tanam (Djafaruddin, 1996)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

Daun Gamal Sebagai Sumber Pestisida Nabati

Daun Gamal 01Pestisida nabati merupakan jenis pestisida yang memiliki bahan dasarnya dari tumbuhan sehingga relatif mudah untuk dibuat dengan kemampuan terbatas, pestisida nabati ini bersifat mudah terurai dan rama lingkungan serta relatif aman bagi manusia maupun hewan ternak. Pestisida nabati ini dapat berperan sebagai racun kontak dan racun perut, selain itu juga pestisida nabati ini merupakan pestisida yang relatif aman dari segi penggunaannya dan ekonomis. Pestisida nabati juga tidak akan mengakibatkan resurjensi dan dampak samping lainnya, justru musuh-musuh alami lainnya dapat terselamatkan (Untung, 1993). Tanaman yang dapat digunakan untuk pestisida nabati adalah jenis tanaman gamal.

KANDUNGAN KIMIA TANAMAN GAMAL

Tanaman gamal (Gliricidia sepium Jacq. Kunth) bersifat antifungal dan dikenal sebagai rodentisida di Amerika Tengah. Tanaman ini memiliki kandungan senyawa metabolit yang dapat mengganggu organ pencernaan dalam tubuh serangga karena bersifat toksik   (Lebang et al., 2016).

Tanaman gamal memiliki kandungan bahan aktif kumarin yang merupakan senyawa dari golongan flavonoid (Nukmal et al., 2010). Flavonoid merupakan metabolit sekunder dari tanaman hijau yang memiliki struktur polifenol (Tapas, et al., 2008). Flavonoid pada tumbuhan umumnya digunakan sebagai glikosida sangat dibutuhkan pada pertumbuhan tanaman dan juga memiliki senyawa fenolik yang digunakan untuk antioksidan (Selawa et al., 2013).

Tanaman gamal juga mengandung senyawa metabolit saponin, terpenoid, asam sianida (HCN), nitrat (NO₃), senyawa dicoumerol, prussic acid, alkaloid dan pengikat protein yang tergolong zat anti nutrisi serta tanin. Hasil uji fitokimia, ekstrak daun gamal mengandung steroid, tanin, dan saponin dimana kandungan bahan aktif tersebut memiliki potensi sebagai pestisida nabati karena mampu menekan serangan serangga hama dan insidensi penyakit (Lumowa & Rambitan, 2017).

Tingkat inklusi (suatu zat) relatif tinggi ketika daun gamal dikonsumsi berlebihan oleh ternak karena mengandung senyawa metabolit sekunder yang mampu merusak jaringan tubuh ternak (Oloruntolo et al., 2018).

Selain mengandung senyawa flavonoid, daun gamal memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antivirus, antiradang, antialergi dan antikanker. Cara kerja senyawa flavonoid yaitu masuk ke dalam tubuh ulat melalui sistem pernafasan kemudian akan menurun kan fungsi saraf serta mampu merusak sistem per-napasan sehingga menyebabkan ulat tidak dapat bernapas dan akhirnya mati (Nukmal et al., 2019). Flavonoid juga menghambat kemampuan makan serangga (antifeedant). Saluran pencernaan akan terganggu dan menghambat reseptor rasa di dalam area mulut serangga. Hal tersebut menyebabkan serangga gagal mendapatkan rangsangan (Bulawan, 2017).

Kandungan yang terdapat pada ekstrak daun gamal yaitu flavonoid terglikosila: Apigenin-di-C-dihexose-O-deoxyhexose, Apigenin-di-C-dihexose-O-isomer deoksieksosa, Apigenin-7- O-Glukosida, Rutin) dan metoksifenol (Dihydrocapsiate), fenilpropanoid selain flavonoid (p-coumaroyl hexose, Caffeoyl hexoside, Dihydro-p-isomer asam kumarat, p-asam coumaric, asam leu/dihidro-p-kumarat, Asam Phe/Dihydro- p-coumaric, Turunan asam p-Coumaric), asam lemak, glikosida antrakuinonat, asam amino (Asam glutamat, N- Carbobenzyloxy-l-isoleusin), dan asam fenol terglikosilasi (Asam fenilaktat-2-O- glukosida) (Romero et al., 2020).

PENGARUH ESKTRAK DAUN GAMAL TERHADAP OPT

  1. Ekstrak daun gamal mampu menghasilkan kematian 96,59% di rumah kasa dan 97,14% di laboratorium terhadap kutu daun persik (Myzus persicae) (Tukimin et al., 2000) .
  2. Esktrak daun gamal segar dengan menggunakan campuran air juga metanol mengakibatkan mortalitas hingga 100% setelah 72 jam aplikasi mampu mematikan imago dari hama bisul dadap (Quadrastichus erythrinae) dilaboratorium (Nismah et al., 2009 & 2011).
  3. Hasil maserasi ekstrak gamal bertahap pada dosis terendah yaitu 2,19% (0,0219 gram/ml) mampu menekan hama tanaman lada hingga 50% (Nismah et al., 2009 ; Nukmal et al, 2010), juga mampu membunuh 50% hama kutu putih pepaya dengan dosis 0,75% - 1,82% (0,0075 gram/ml- 0,0182 gram/ml) setelah 48 jam perlakuan (Pratami, 2011).
  4. Perlakuan pestisida nabati dari campuran daun gamal dan daun tembakau  efektif untuk membunuh hama ulat pada tanaman pisang, yaitu pada hari ke-2 sudah terlihat ulat ada yang mati (Ngapiyatun  et al., 2017).
  5. Pestisida nabati ekstrak daun gamal pada konsentrasi 0,05% efektif mematikan larva Spodoptera exigua yaitu yaitu 76,77%, sedangkan konsentrasi optimal dan efisien untuk mortalitas ulat daun bawang yaitu pada 32 jam setelah aplikasi pada konsentrasi 0,03% dan 0,05% (Khumaira, 2021).
  6. Ekstrak daun gamal mampu membunuh 50% kutu daun Aphis Gossypii (Firdaus, 2020), sementara ekstrak etanol daun gamal dengan konsentrasi 35% memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus (EdiKamal, 2020)
  7. Ekstrak polar (ekstrak murni air dan ekstrak murni metanol) daun gamal berpengaruh terhadap mortalitas semut sebagai organisme non target yang bersimbiosis dengan kutu putih pada tanaman kopi, kakao dan sirsak. Selain itu, pemberian ekstrak polar daun gamal berpengaruh terhadap perubahan perilaku semut pada kopi, kakao, dan sirsak, dalam komunikasi, mendekati makanan, menjauhi makanan (Fitrisia, 2017).
  8. Ekstrak daun gamal juga efektif terhadap mortalitas walang sangit 74% pada konsentrasi 20% dengan mortalitas pada hari pertama setelah aplikasi mencapai 28% (Lebang et al., 2016).
  9. Ekstrak metanol dan estrak air serbuk daun gamal Kultivar Pringsewu memiliki daya insektisida terhadap hama kutu putih kakao, dengan Nilai LC50, 72jam 0.054 % dan 0.047 %; estrak air lebih efektif dibandingkan estrak metanol karena memiliki nilai LC50 lebih rendah 0.007%; kedua estrak ini dapat dijadikan insektisida nabati sebagai alternatif pengganti insektisida sintetik yang yang lebih ramah lingkungan (Nukmal & Andriyani, 2017).
  10. Formulasi ekstrak kasar air serbuk daun gamal dapat mematikan hama kutu putih pepaya sampai 86,7% (Nukmal & Sari, 2018).
  11. Ekstrak daun gamal dapat menyebabkan kematian pada larva Spodoptera litura dengan LC50 EDGt adalah sebesar 65,33 g/l; daya racun EDG pada larva S. litura berbanding lurus dengan konsentrasi EDG; penambahan 1,5 g deterjen dan 18,75 ml minyak tanah dapat meningkatkan daya racun ekstrak daun gamal dengan penurunan LC50 sebesar 4,26 kali, percepatan LT50 sebesar 2,44 kali dan peningkatan persentase mortalitas sebesar 2,07 kali; 80 g ekstrak daun gamal yang dicampur dengan 1,5 g deterjen, 18,75 ml minyak tanah dan 1000 ml air efektif mematikan larva S. litura dan memiliki efektivitas yang sama dengan insektisida kimiawi berbahan aktif betasifultrin (Rohman, 2007).
  12. Pemberian dosis tepung daun gamal 8 g/100 g beras menyebabkan waktu awal kematian S. oryzae L. tercepat 31,50 jam, lethal time 50 S. oryzae L. selama 282,8 jam dan mortalitas total Sithopilus oryzae L. sebesar 70% namun dosis tersebut belum efektif sebagai insektisida nabati (Rustam et al., 2018)

Referensi

Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang - Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. - We learn, practice, and be rich - Kami belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera - Meup onle ate, mua onle Usif - Designed By JoomShaper