Selamat Datang di Website Jurusan MPLKStaf Administrasi JurusanPLP-Teknisi LaboratoriumStaf Pengajar JurusanStrukur Organisasi JurusanDeskripsi Jurusan MPLKVisi dan Misi JurusanPengelola JurusanLearn, practice, and be rich (English) - Belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera (Indonesia) - Meup onle ate, mua onle Usif (Timor)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura
 
INFOTANI: Pedoman Pengelolaan Hama Tanaman Tomat
 
 
 
 

Ulat Buah Tomat

Ulat Buah Tomat 1Ulat buah tomat Helicoverpa (Heliothis) zea dewasa berupa ngengat berukuran sedang dengan lebar sayap sekitar 25–35 mm, berwarna cokelat pucat hingga cokelat terang, kadang memiliki semburat agak kehijauan. Sayap depan dengan variasi jelas, biasanya memiliki bintik gelap samar di tengah dan pita terang di dalam pita gelap di sekitar ujungnya. Sayap belakang berwarna putih kusam dan memiliki pita abu-abu gelap di sekitar ujungnya. Spot terang terpencar di tengah pita gelap.

Saat menetas, larva ulat buah tomat berwarna putih krem ​​dengan kepala hitam dan tuberkel dan rambut hitam yang mencolok. Larva yang lebih besar warnanya bervariasi dari hijau kekuningan hingga hampir hitam dan berkembang garis putih halus di sepanjang tubuh tetapi mempertahankan bintik-bintik hitam di dasar rambut seperti bulu. Larva yang lebih tua juga memiliki bercak duri pendek pada segmen tubuhnya yang jauh lebih pendek daripada bulunya dan dapat dilihat paling baik dengan menggunakan lensa tangan.

Telur ulat berukuran kecil dan bulat agak pipih di atasnya dengan guratan kasar atau rusuk yang memanjang dari pangkal ke ujung. Telur hama ini mirip dengan telur ulat jengkal, tetapi telur ulat jengkal memiliki guratan yang lebih halus. Telur ulat buah diletakkan secara tunggal pada permukaan atas dan bawah daun, biasanya di bagian atas tanaman. Saat pertama kali diletakkan, telur berwarna putih krem, tetapi berkembang menjadi cincin coklat kemerahan setelah 24 jam dan menjadi gelap sebelum larva menetas.

Ulat buah tomat disebut juga cotton bollworm dan corn earworm.

Kerusakan

Ketika ada buah, ulat buah tomat akan menyelesaikan perkembangan larvanya di dalam buah. Larva tahap awal memasuki ujung tangkai buah ketika diameternya antara 19-50 mm. Selama perkembangan, ulat dapat muncul dari satu buah dan masuk ke buah yang lain. Aktifitasnya makannya menghasilkan rongga internal yang berantakan, berair, dan penuh dengan bekas kulit dan kotoran. Buah yang rusak akan matang sebelum waktunya. Di akhir musim, larva kecil juga akan memasuki buah matang . Larva kecil sulit untuk dideteksi dan, dengan demikian, mungkin menjadi masalah dalam memproses tomat untuk pengalengan. Pada tomat pasar segar, setiap buah yang terserang  tidak dapat dipasarkan yang perlu dipisahkan saat panen atau saat pengemasan.

Pengelolaan ulat buah tomat memerlukan pemantauan yang cermat terhadap telur dan larva kecil. Ketika pengendalian diperlukan, sangat penting untuk ditangani sebelum sejumlah besar larva memasuki buah dan terlindung atau terhindar dari penyemprotan. Parasit Trichogramma dan musuh alami lainnya sering memarasit atau memangsa sejumlah besar telur ulat buah tomat, jadi penting untuk memeriksa parasitisme dan pemangsaan sebelum membuat keputusan perlakuan pengendalian. 

Pengendalian biologis

Musuh alami sangat penting dalam pengendalian ulat buah tomat secara biologi, termasuk parasite elur Trichogramma spp., parasit larva Hyposoter exiguae, dan predator seperti kepik bermata besar dan kepik perampok. Lestarikan parasit dan predator ini bila memungkinkan dan pantau keberadaannya.

Metode Secara Organik

Pengendalian biologis dan penyemprotan Bacillus thuringiensis dan formulasi Entrust spinosad dapat diterima untuk digunakan pada produk bersertifikat organik.

Keputusan Pemantauan dan Perlakuan

Ulat Buah Tomat Daun SampelPopulasi ulat buah tomat yang merusak jarang terjadi sebelum Agustus. Pantau aktivitas dewasa (ngengat) ulat buah tomat di bulan Juli menggunakan perangkap Heliothis yang diberi umpan feromon atau perangkap lampu untuk menentukan kapan harus mengambil sampel telur, yang diletakkan selama periode penerbangan ngengat. Ketika ada ngengat tertangkap dalam perangkap, mulailah pengambilan sampel.

Gambar 1. Daun yang dipetik sebagai sampel pemgamatan kutu daun dan ulat buah tomat. Foto oleh Jack Kelly Clark.-UC IPM Program

  1. Mulailah pengambilan sampel telur ulat buah ketika sejumlah besar buah hijau berdiameter satu inci (± 25 mm). Sampel untuk telur dengan cara memetik daun di bawah bunga mekar tertinggi (Gambar 1) pada 30 tanaman yang dipilih secara acak di seluruh pertanaman. 
  2. Jika ditemukan tiga atau lebih telur putih (sehat) dalam sampel 30 helai daun, sampel 30 helai daun lagi (hentikan pengambilan sampel jika ditemukan kurang dari 3 butir telur). 
  3. Jika lima atau lebih telur ditemukan dalam sampel 30 daun kedua, berikan perlakuan pengendalian yang bertepatan dengan penetasan telur. Arahkan perlakuan insektisida pada larva yang baru menetas atau sebelum larva masuk ke dalam buah karena akan sulit terbunuh. 
  4. Saat mengambil sampel ulat buah, cari juga kerusakan oleh ulat buah. Enam sampai delapan minggu sebelum panen, pantau juga kutu daun dan catat hasilnya pada formulir pemantauan.

Huruf "T" menunjukkan rasio perlakuan yang direkomendasikan. Jika tidak ada telur hitam yang tercatat, kumpulkan dan amati telur putih selama 48 jam dan kurangi telur yang menjadi hitam karena parasitisme.

Ulat Buah Tomat Tabel pengamatan 1 Ulat Buah Tomat form pengamatan

Hitung jumlah telur hitam (terparasit) dan bandingkan dengan jumlah putih telur di tabel (kiri). Huruf "T" (kiri) menunjukkan rasio di mana perlakuan direkomendasikan. Jika tidak ada telur hitam yang tercatat, kumpulkan dan amati telur putih selama 48 jam dan kurangi telur yang menjadi hitam karena parasitisme.

Referensi

Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang - Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. - We learn, practice, and be rich - Kami belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera - Meup onle ate, mua onle Usif - Designed By JoomShaper