Selamat Datang di Website Jurusan MPLKStaf Administrasi JurusanPLP-Teknisi LaboratoriumStaf Pengajar JurusanStrukur Organisasi JurusanDeskripsi Jurusan MPLKVisi dan Misi JurusanPengelola JurusanLearn, practice, and be rich (English) - Belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera (Indonesia) - Meup onle ate, mua onle Usif (Timor)
Banner_Jurusan_MPLK-2025.pngLine 001

 STATISTIKA TERAPAN: Penyajian dan Pengolahan Data

Data populasi atau data sampel yang sudah terkumpul, jika digunakan untuk keperluan informasi, baik berupa laporan atau analisis lanjutan dalam penelitian hendaknya diatur, disusun, disajikan dalam bentuk yang jelas dan komunikatif dengan penyajian data yang lebih menarik publik.

Secara umum ada beberapa cara penyajian data statistik yang sering digunakan, yaitu: tabel, grafik, dan diagram.

Penyajian Data dalam Bentuk Tabel

Tabel merupakan kumpulan angka-angka (data) yang disusun sedemikian rupa menurut kategori-kategori tertentu, sehingga kumpulan angka-angka (data) tersebut mudah untuk dianalisa. Terdapat beberapa bentuk bentuk tabel dalam penyajian data:

Tabel Klasifikiasi

Contoh Tabel Klasifikasi Tunggal:

Tabel 1. Kelimpahan Burung Endemik Pulau Timor yang Terdapat di TWA  Camplong

No Jenis Burung Endemik Kelimpahan (ni)
1 Sikatan timor (Ficedula timorensis) 2
2 Opior timor (Heleia muelleri) 9
3 Myzomela timor (Myzomela vulnerata) 31
4 Celucuk timor (Buettikoferella bivtitata) 5
Contoh Tabel Klasifikasi Ganda

Tabel 2. Kelimpahan Burung Endemik Pulau Timor yang Terdapat di TWA  Camplong

No  Jenis Burung Endemik  Kelimpahan 
Mutlak (ni) Relatif (ni/N)
1 Sikatan timor (Ficedula timorensis) 2 0,0066
2 Opior timor (Heleia muelleri) 9 0,0297
3 Myzomela timor (Myzomela vulnerata) 31 0,0102
4 Celucuk timor (Buettikoferella bivtitata) 5 0.0016
5 Cikukua timor (Phillemon inornatus) 6 0,0198
6 Isap madu timor (Lichmera flavicans) 19 0,1023

Tabel Kontingensi

Tabel ini digunakan khusus untuk data yang terletak antara baris dan kolom berjenis variabel kategori.

Tabel 3. Rerata Padat Populasi dan Intensitas Serangan Hama pada Beberapa Varietas Kacang Panjang 

No  Varietas Kacang Panjang  Padat Populasi (ekor)   Intensitas Serangan (%) 
S. litura E. zinckenella S. litura E. zinckenella
1 Hijau Super 0.09 a 0.00 a 4.07 a 0.00 a
2 Sentosa 0.14 a 0.37 b 4.07 a 68.25 b
3 77 0.23 b 0.41 b 8.15 a  83.33 b
4 Putih Super 0.24 b 0.45 b 10.37 b 87.78 b
5 Merah Putih Super 0.29 b 0.45 b 14.81 b 100.00 b

Tabel Distribusi Frekuensi

Distribusi frekuensi adalah penyusunan suatu data mulai dari terkecil sampai terbesar yang membagi banyaknya data ke dalam beberapa kelas. Kegunaan data yang masuk dalam distribusi frekuensi adalah untuk memudahkan data dalam penyajian, mudah dipahami dan mudah dibaca sebagai bahan informasi, pada gilirannya digunakan untuk perhitungan membuat gambar statistik dalam berbagai bentuk penyajian data.

Distribusi frekuensi terdiri atas dua, yaitu distribusi frekuensi Kategori dan distribusi frekuensi numerik. Distribusi frekuensi kategori ialah distribusi frekuensi yang pengelompokkan datanya disusun berbentuk kata-kata atau distribusi frekuensi yang penyatuan kelas-kelasnya didasarkan pada data kategori (kualitatif). Sedangkan, distribusi numerik ialah distribusi frekuensi yang penyatuan kelas-kelasnya (disusun secara interval) didasarkan pada angka-angka (kuantitatif).

Contoh Distribusi Frekuensi Kategorik

Tabel 4. Distribusi Frekuensi Konsumsi Mie Instan Dunia (milyar/tahun)

No Negara Frekuensi
1 Cina 12,0
2 Indonesia 6,0
3 Jepang 5,2
4 Korea Selatan 3,6
5 Amerika Serikat 2,0
6 Thailand 1,5
 Jumlah   30,3
Contoh Distribusi Frekuensi Numerik:

Tabel 5. Distribusi Frekuensi Nilai Pelayanan Masyarakat

No Nilai Interval Frekuensi
1 27-33 1
2 34-40 9
3 41-47 13
4 48-54 15
5 55─61 13
6 62-68 11
7 69-75 2
 Jumlah   64

Tabel Distibusi Frekuensi Numerik

Sebelum melangkah kepada pembahasan lanjutan, maka teriebih dahulu dikupas mengenai beberapa istilah yang berhubungan dengan distribusi frekuensi numerik (kelompok):

  • Interval kelas adalah sejumlah nilai variabel yang ada dalam batas kelas tertentu. Misalnya pada Tabel 5 yang berisikan tujuh interval kelas (27-33 disebut interval kelas pertama dan 69-75 interval kelas ketujuh). Nilai interval kelas 27-33 bermakna bahwa di dalam interval kelas tersebut terdapat nilai antara 27 hingga 33 sebanyak 1 satuan. Nilai interval kelas 34-40 artinya terdapat sejumlah nilai antara 34 hingga 40 sebanyak 9 satuan, dan seterusnya sampai pada nilai interval kelas 69-75 terdapat 2 satuan.
  • Batas kelas ialah suatu nilai yang membatasi kelas pihak satu dengan pihak kelas yang lain. Batas kelas ini digunakan untuk membuat histogram. Pada nilai interval kelas pertama, yaitu angka 27 sampai 33. Nilai 33 adalah ujung atas interval kelas pertama, sedangkan nilai 34 adalah ujung bawah interval kelas kedua. Apabila ujung atas interval kelas pertama ditambah ujung bawah interval kedua dan dikalikan setengah, maka hasil tersebut dinamakan batas kelas, atau ujung bawah interval kelas dikurangi 0,5; 0,05 bahkan 0,005 tergantung ketelitian data yang dibuat oleh peneliti dan ujung kelas atas ditambah 0,5; 0,05; bahkan 0,005, maka nilai itu dinamakan batas kelas. Misalnya:
    • (26 + 27) x 0,5 atau 27 - 0,5 = 26,5
    • (33 + 34) x 0,5 atau 34 - 0,5 = 33,5 dan seterusnya

Selanjutnya pada Tabel 5, angka bagian kiri, yaitu 27, 34, 41, dan seterusnya merupakan ujung bawah kelas. Angka 27 bagian kiri disebut sebagai ujung bawah kelas pertama; sedangkan, angka 34 disebut sebagai ujung bawah kelas kedua. Demikian terjadi seterusnya hingga angka 69, yaitu ujung bawah kelas ketujuh. Sedangkan, angka bagian kanan yaitu 33, 40, 47 dan seterusnya merupakan ujung batas kelas atas. Angka 33 bagian kanan disebut sebagai ujung atas kelas pertama, angka 40 ujung atas kelas  kedua, demikian hingga angka 75 ujung atas kelas ketujuh.

  • Tltik tengah kelas adalah nilai yang terdapat di tengah interval kelas atau nilai ujung bawah kelas ditambah nilai ujung atas kelas dikalikan setengah. Contoh: (27 + 33) x 0,5 = 30; demikian seterusnya sampai (69 + 75) x 0,5 = 72. Titik kelas ini biasanya untuk penggambaran grafik poligon frekuensi.

Penyajian Data dalam Bentuk Grafik dan Diagram

Grafik adalah lukisan pasang surutnya suatu keadaan dengan garis atau gambar (tentang turun naiknya hasil statistik). Sedangkan, diagram adalah gambaran untuk memperlihatkan atau menerangkan suatu data yang akan disajikan.

Grafik atau diagram biasanya berasal dari data yang disajikan dalam bentuk tabel. Data Tabel Distribusi Frekuensi biasanya digambarkan dalam bentuk grafik, seperti histogram, poligon frekuensi dan ogive. Sementara itu, diagram dapat berupa diagram batang (bar chart), diagram lambang (pictograph), diagram lingkaran (pie chart), dan diagram garis (line chart), dan lain-lain.

  • Histogram, yaitu grafik yang menggambarkan suatu distribusi frekuensi dengan bentuk beberapa segi empat, dan digambar berdasarkan nilai ”batas kelas”.
  • Poligon Frekuensi. Poligon, yaitu grafik garis yang menghubungkan nilai tengah tiap sisi atas yang berdekatan dengan nilai tengah jarak frekuensi mutlak masing-masing kelas. Poligon digambar menggunakan nilai titik tengah.
  • Ogive adalah grafik yang menggambarkan distribusi frekuensi kumulatif, dan menggunakan nilai batas kelas.

STAT001

 

STAT002

 

STAT003

 

STAT004




Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Artikel Laporan PKL
More in Artikel PKL  
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. Designed By JoomShaper