Selamat Datang di Halaman Program Studi D4 (Sarjana Terapan Pertanian): Pengelolaan & Teknologi Pertanian Lahan Kering - PTPLKPengelola ProdiVisi dan MisiProfil LulusanStaf PLP-TeknisiCP Prodi-PTPLKAkreditasi ProdiStaf PengajarKurikulum ProdiDeskripsi ProdiIndentitas ProdiLearn, practice, and be rich (English) - Belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera (Indonesia) - Meup onle ate, mua onle Usif (Timor)
Banner_P2LK-4.png

Mata Kuliah: Agronomi (TLK4310925)

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif mengenai prinsip-prinsip agronomi dalam konteks agroekosistem lahan kering. Materi mencakup karakteristik ekosistem lahan kering, sifat fisik dan kimia tanah, dinamika air dan iklim, pemilihan dan pengelolaan tanaman adaptif, pengelolaan kesuburan tanah, konservasi tanah dan air, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) terpadu, teknologi budidaya ramah lingkungan, sistem pertanian terpadu, serta strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Melalui pendekatan teoritis dan praktikum yang intensif (2 SKS praktik), mahasiswa diajak untuk mendiagnosis permasalahan di lapangan, merancang strategi pengelolaan, serta mengevaluasi sistem usahatani lahan kering secara berkelanjutan. Mata kuliah ini menekankan integrasi nilai-nilai iman, takwa, dan akhlak mulia dalam setiap aspek pengelolaan sumber daya alam, sebagai wujud tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

Klik Disini (Belum ada File)

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang Dibebankan pada MK

  • CPL-3: Mampu mengelola komoditas lahan kering secara berkelanjutan berdasarkan penguasaan konsep teoretis dan praktik yang dilandasi iman, takwa, dan akhlak mulia.
  • CPL-8: Menguasai konsep teoretis dan prosedur teknologi budidaya tanaman lahan kering, serta mampu merencanakan, mengorganisasi, mengawasi, dan mengevaluasi kegiatan pengusahaan lahan kering secara terpadu dalam suatu sistem, berlandaskan iman dan takwa.

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

  • CPMK-1: Mampu menganalisis karakteristik ekosistem lahan kering (tanah, iklim, hidrologi) dan implikasinya terhadap produksi tanaman secara logis dan terukur.
  • CPMK-2: Mampu merancang strategi pengelolaan tanaman, air, dan tanah secara terpadu pada lahan kering berdasarkan data lapangan dan prinsip konservasi.
  • CPMK-3: Mampu menerapkan teknologi budidaya ramah lingkungan dan pengendalian OPT terpadu (PHT) berbasis biopestisida dan konservasi hayati.
  • CPMK-4: Mampu menyusun perencanaan, monitoring, dan evaluasi sistem usahatani lahan kering terpadu yang berkelanjutan, dengan menjunjung etika, iman, dan takwa.

 Materi Pembelajaran

  1. Minggu 1: Pendahuluan Agronomi Lahan Kering: Definisi, Karakteristik Ekosistem, dan Potensi Nasional
  2. Minggu 2: Karakteristik Fisik dan Kimia Tanah Lahan Kering: Tekstur, Struktur, pH, dan C-Organik
  3. Minggu 3: Dinamika Air Tanah, Pola Iklim Wilayah Kering, dan Dampak Perubahan Iklim
  4. Minggu 4: Pemilihan Tanaman Adaptif dan Perancangan Pola Tanam Berkelanjutan
  5. Minggu 5: Diagnosis Status Hara Tanah dan Pemupukan Berimbang Spesifik Lokasi
  6. Minggu 6: Teknologi Pupuk Hijau, Kompos Inovatif, dan Biochar: Peningkatan C-Organik Lahan Kering
  7. Minggu 7: Review dan Integrasi Materi 1–6: Persiapan Ujian Tengah Semester
  8. Minggu 9: Konservasi Tanah dan Air Mekanis-Vegetatif serta Prediksi Erosi USLE
  9. Minggu 10: Gulma Dominan Lahan Kering: Identifikasi dan Strategi Pengendalian Terpadu
  10. Minggu 11: Hama dan Penyakit Spesifik Lahan Kering serta Strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
  11. Minggu 12: Teknologi Budidaya Ramah Lingkungan: Mikoriza, Olah Tanah Konservasi, dan Irigasi Hemat Air
  12. Minggu 13: Sistem Pertanian Terpadu: Integrasi Tanaman-Ternak, Agrosilvopastura, dan Ekonomi Sirkular
  13. Minggu 14: Strategi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim pada Pertanian Lahan Kering
  14. Minggu 15: Analisis Ekonomi Usahatani, Kelembagaan Petani, dan Proyek Akhir Terintegrasi

Materi Praktikum

  1. Praktikum 1 (Minggu 1): Observasi Lapang Profil Tanah dan Iklim Mikro di Lahan Kering
  2. Praktikum 2 (Minggu 2): Analisis Tanah Dasar: Tekstur, pH, dan C-Organik Tanah Lahan Kering
  3. Praktikum 3 (Minggu 3): Pengukuran Laju Infiltrasi dengan Double-Ring Infiltrometer dan Pemodelan Horton
  4. Praktikum 4 (Minggu 4): Perancangan Pola Tanam Adaptif Berbasis Data Zona Musim (ZOM) BMKG
  5. Praktikum 5 (Minggu 5): Perhitungan Kebutuhan Pupuk Urea, SP-36, KCl, dan Dolomit Berdasarkan Status Hara Tanah
  6. Praktikum 6 (Minggu 6): Pembuatan Vermikompos dari Limbah Pertanian dan Biochar Sekam Padi
  7. Praktikum 7 (Minggu 9): Desain Teras Bangku dan Perhitungan Prediksi Erosi Menggunakan Metode USLE
  8. Praktikum 8 (Minggu 10): Identifikasi Gulma Dominan Lahan Kering dan Pembuatan Herbarium
  9. Praktikum 9 (Minggu 11): Identifikasi Hama dan Penyakit Spesifik Lahan Kering serta Perhitungan Intensitas Serangan
  10. Praktikum 10 (Minggu 12): Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan Perakitan Irigasi Tetes Sederhana
  11. Praktikum 11 (Minggu 15): Proyek Mini Terintegrasi: Analisis Tanah Lengkap, Rekomendasi Pemupukan, dan Penyusunan Poster Pengelolaan

Referensi

Utama:
  • Boboy, W., da-Lopez, Y.F., Pasau', P., & Benu, Y.E. (2025). Dasar-dasar Agronomi Lahan Kering. Padang: Azzia Karya Bersama.

Pendukung:
  • Ariningsih, E., Sugiarto, A., & Prasada, I.Y. (2022). Analisis ekonomi sistem usaha tani lahan kering di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian, 15(2), 45-62.
  • Balittanah. (2023). Kriteria dan Status Kesuburan Tanah Indonesia. Bogor: Balai Penelitian Tanah.
  • BMKG. (2023). Zona Musim Indonesia. Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
  • FAO. (2022). Dryland Agriculture: Challenges and Opportunities. Rome: Food and Agriculture Organization.
  • Havlin, J.L., et al. (2019). Soil Fertility and Fertilizers. 8th ed. Pearson.
  • Lehmann, J., et al. (2023). Biochar for climate change mitigation. Nature Sustainability, 6(5), 567-580.
  • Matheus, R., Basri, M., Rompon, M.S., & Neonufa, N. (2020). Strategi pengelolaan pertanian lahan kering dalam meningkatkan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pertanian Lahan Kering, 2(1).
  • Six, J., et al. (2022). Soil organic matter dynamics and climate change. Nature Food, 3(11), 911-921.
  • Varshney, R.K., Pandey, M.K., & Bohra, A. (2021). Fast-forward breeding for drought tolerance in crops. Nature Biotechnology, 39, 137-142.
  • World Agroforestry Centre (ICRAF). (2023). Agroforestry Systems for Drylands. Nairobi.

Tabel Keterkaitan Materi Kuliah dan Praktikum 

No Topik Materi Kuliah (Teori) Praktikum Terkait Keterangan / Integrasi
1 Pendahuluan Agronomi Lahan Kering: Definisi, Karakteristik Ekosistem, dan Potensi Nasional Praktikum 1 – Observasi Lapang Profil Tanah dan Iklim Mikro di Lahan Kering Teori tentang karakteristik ekosistem lahan kering langsung diaplikasikan dalam pengamatan profil tanah, pengukuran suhu dan kelembaban, serta identifikasi tanda-tanda degradasi lahan di lapangan.
2 Karakteristik Fisik dan Kimia Tanah Lahan Kering: Tekstur, Struktur, pH, dan C-Organik Praktikum 2 – Analisis Tanah Dasar: Tekstur, pH, dan C-Organik Tanah Lahan Kering Teori sifat fisik (tekstur, struktur, porositas) dan sifat kimia (pH, C-organik, KTK) diuji langsung melalui analisis laboratorium; mahasiswa menginterpretasi data sesuai kriteria Balittanah.
3 Dinamika Air Tanah, Pola Iklim Wilayah Kering, dan Dampak Perubahan Iklim Praktikum 3 – Pengukuran Laju Infiltrasi dengan Double-Ring Infiltrometer dan Pemodelan Horton Teori model infiltrasi Horton (f₀, fc, k) dan kurva pF diterapkan dalam pengukuran lapang; mahasiswa membandingkan infiltrasi tanah terbuka vs. bermulsa serta mengaitkan dengan konservasi air.
4 Pemilihan Tanaman Adaptif dan Perancangan Pola Tanam Berkelanjutan Praktikum 4 – Perancangan Pola Tanam Adaptif Berbasis Data Zona Musim (ZOM) BMKG Teori tentang varietas unggul tahan kering, tumpangsari, rotasi, dan kalender tanam diaplikasikan dalam simulasi perancangan pola tanam berdasarkan data ZOM dan curah hujan historis.
5 Diagnosis Status Hara Tanah dan Pemupukan Berimbang Spesifik Lokasi Praktikum 5 – Perhitungan Kebutuhan Pupuk Urea, SP-36, KCl, dan Dolomit Berdasarkan Status Hara Tanah Teori diagnosis hara (kriteria Balittanah) dan konsep pemupukan 4T dipraktikkan melalui perhitungan dosis pupuk tunggal dan majemuk menggunakan data analisis tanah nyata.
6 Teknologi Pupuk Hijau, Kompos Inovatif, dan Biochar: Peningkatan C-Organik Lahan Kering Praktikum 6 – Pembuatan Vermikompos dari Limbah Pertanian dan Biochar Sekam Padi Teori pupuk hijau legum, vermikompos, biochar, dan model fraksionasi bahan organik (Six et al.) diimplementasikan langsung dalam produksi vermikompos, pirolisis biochar, dan pengukuran C/N rasio.
7 Review dan Integrasi Materi 1–6: Persiapan Ujian Tengah Semester Tidak ada praktikum khusus; fokus pada latihan soal, pembuatan peta konsep, dan diskusi studi kasus terintegrasi untuk mempersiapkan UTS.
8 UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
9 Konservasi Tanah dan Air Mekanis-Vegetatif serta Prediksi Erosi USLE Praktikum 7 – Desain Teras Bangku dan Perhitungan Prediksi Erosi Menggunakan Metode USLE Teori terasering presisi, gulud, rorak, cover crops, dan model USLE/RUSLE diaplikasikan dalam perancangan layout konservasi pada peta kontur dan perhitungan erosi sebelum-sesudah konservasi.
10 Gulma Dominan Lahan Kering: Identifikasi dan Strategi Pengendalian Terpadu Praktikum 8 – Identifikasi Gulma Dominan Lahan Kering dan Pembuatan Herbarium Teori karakteristik Cyperus rotundus, Cynodon dactylon, Amaranthus spinosus, dan Echinochloa colonum dipraktikkan melalui identifikasi morfologi, koleksi spesimen, pembuatan herbarium, dan perhitungan SDR.
11 Hama dan Penyakit Spesifik Lahan Kering serta Strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Praktikum 9 – Identifikasi Hama dan Penyakit Spesifik Lahan Kering serta Perhitungan Intensitas Serangan Teori biologi Spodoptera litura, Aphis craccivora, Nephotettix virescens, dan patogen Colletotrichum dan Fusarium diuji melalui pengamatan morfologi, gejala serangan, dan perhitungan intensitas kerusakan.
12 Teknologi Budidaya Ramah Lingkungan: Mikoriza, Olah Tanah Konservasi, dan Irigasi Hemat Air Praktikum 10 – Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan Perakitan Irigasi Tetes Sederhana Teori peran mikoriza (Glomus) dan PGPR (Azospirillum) serta prinsip irigasi tetes diaplikasikan melalui inokulasi benih, perakitan instalasi irigasi, dan pengukuran pertumbuhan tanaman.
13 Sistem Pertanian Terpadu: Integrasi Tanaman-Ternak, Agrosilvopastura, dan Ekonomi Sirkular – (terintegrasi dalam proyek mini) Teori integrasi tanaman-ternak, model agrosilvopastura, dan prinsip ekonomi sirkular tidak memiliki praktikum khusus; konsep ini diintegrasikan dalam proyek mini (Praktikum 11) sebagai bagian perancangan sistem pengelolaan lahan kering terpadu.
14 Strategi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim pada Pertanian Lahan Kering – (terintegrasi dalam proyek mini) Teori pemuliaan molekuler, asuransi indeks iklim, dan mitigasi GRK dibahas melalui studi kasus; penerapannya menjadi komponen pertimbangan dalam rekomendasi proyek mini (Praktikum 11).
15 Analisis Ekonomi Usahatani, Kelembagaan Petani, dan Proyek Akhir Terintegrasi Praktikum 11 – Proyek Mini Terintegrasi: Analisis Tanah Lengkap, Rekomendasi Pemupukan, dan Penyusunan Poster Pengelolaan Puncak integrasi seluruh teori dan praktikum sebelumnya: mahasiswa menganalisis sampel tanah, menghitung kebutuhan pupuk dan kapur, mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, dan kelembagaan, serta menyusun poster rekomendasi.
16 UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) DAN PENGUMPULAN PORTOFOLIO