MENGENAL JENIS-JENIS PUPUK TUNGGAL
Pengertian Pupuk Tunggal
Pupuk tunggal adalah pupuk yang hanya mengandung satu jenis unsur hara saja, misalnya pupuk N (nitrogen), pupuk P (fosfat), atau pupuk K (kalium). Ada berbagai jenis pupuk tunggal, misalnya pupuk tunggal nitrogen, pupuk tunggal fosfat, dan pupuk tunggal kalium.
Pupuk Tunggal Nitrogen
Pupuk tunggal N terdiri dari 4 macam, yakni:
Pupuk Ammonium Sulfat (ZA/ Zwavelzure Amonia)
Pupuk Zwavelzure Amonium (ZA) mempunyai rumus kimia (NH4)2SO4 yang mengandung sekitar 21% nitrogen dan 24% sulfur. Biasanya diterapkan sebagai pupuk dasar oleh petani, sebab reaksi kerja yang agak lambat. Selain mampu menambah unsur hara pada tanaman, pupuk ini juga memperbaiki kualitas tanaman, serta menambah nilai gizi pada hasil panen dan bisa membantu tanaman agar terhindar dari hama. Hampir sama dengan urea, reaksinya asam. Kurang baik diberikan pada tanah muda yang masih asam atau tanah yang kurang kandungan kalsium (alkali) (pertanian.uma.ac.id, 2021).
Berbentuk Kristal dan berwarna putih, abu-abu, kebiru-biruan, dan kuning. Namun, umumnya berwarna putih seperti gula pasir. Kadar Nitrogennya sebesar 20,5% – 21,0 %. Baru menyerap air pada kelembaban nisbi udara 80% pada 30 derajat C atau tidak higroskopis. Mampu memasamkan tanah dengan ekuivalen kemasaman 110. Mudah larut dalam air, sehingga cepat bekerjanya (cybex.pertanian.go.id, 2019)
Pupuk Urea
Berwarna putih dan berbentuk krstal atau butir-butir bulat. Kadar N sebesar 46%. Mulai menarik uap air pada kelembaban nisbi udara 73%, sehingga bersifat higroskopis. Tidak terlalu memasamkan tanah dengan ekuivalen kemasaman 80. Rumus kimia: CO(NH2)2
Manfaat unsur hara Nitrogen yang dikandung pupuk Urea
- Membuat bagian tanaman lebih hijau dan segar
- Mempercepat pertumbuhan
- Menambah kandungan protein hasil panen
Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen pada tanaman
- Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan
- Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
- Daun tua berwarna kekuningan. Pada tanaman padi dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun
- Pertumbuhan buah tidak sempurna seringkali masak sebelum waktunya
- Jika dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari bagian bawah tanaman terus ke bagian atas tanaman.
Amonium Sulfat
- Berwarna kuning sampai kuning kemerah-merahan dan berbentuk Kristal
- Kadar N sebesar 26%, yang mana 19,5% adalah ammonium dan 6,5% adalah nitrat
- Higroskopid
- Reaksi memasamkan tanah dengan ekuivalen kemasaman 93
- Mudah larut dalam air
Ammonium Chlorida
- Berbentuk butir-butir putih
- Kadar N sebesar 25%
- Memasamkan tanah dengan ekuivalen kemasaman 128
- Bekerja dengan cepat
Pupuk Tunggal Phospate
Berdasarkan kelarutannya maka pupuk tunggal P dibedakan menjadi 3 golongan, yakni larut dalam asam keras, larut dalam asam sitrat, dan larut dalam air.
Pupuk P yang larut dalam asam keras, lambat tersedia bagi tanaman. Sementara itu, pupuk P yang larut dalam asam sitrat dan air mudah tersedia bagi tanaman.
Pupuk P dikelompokkam menjadi 5, yakni
DSP
- Kadar P2O5sebesar 36% – 38%
- Berbentuk bubu kasar dan berwarna putih kotor, abu-abu, atau coklat muda
- Larut dalam air
- Bekerja perlahan-lahan
TSP
- Kadar P2O5sebesar 46% – 48%
- Berbentuk butiran kecil dan berwarna abu-abau
- Bersifat seperti DSP
FMP
- Mengandung P2O519 – 21% dan MgO 15 – 18%
- Larut dalam asam lemah atau asam sitrat
- Reaksi fisiologisnya adalah alkalis
- Tidak higroskopis
- Bekerja perlahan-lahan seperti DSP, sehingga cocok diaplikasikan pada masa sebelum tanam.
Agrophos
- Mengandung 25% P2O5dan larut dalama asam keras
- Tidak higroskopis
Posfat Cirebon
- Berasal dari P alam yang digiling menjadi bubuk halus
- Kadar P2O5sebesar 25 – 28%
- Berwarna abu-abu kecoklatan muda
- Tidak higroskopis
Pupuk Tunggal Kalium
Pupuk tunggal kalium dibedakan menjadi 3, yakni:
Kalium Sulfat
- Mengandung K2O sebesar 48% – 52% dengan Cl tidak boleh lebih dari 3%
- Berbentuk tepung putih dan larut dalam ari
- Memasamakan tanah
Kalium Chlorida
- Mengandung K2O sebesar 60%
- Reaksi fisiologis masam tergolong lemah
- Sedikit higroskopis
Kalium Magnesium
- Mengandung K2O sebesar 21% – 30% dengan MgO sebesar 6% – 19,5%
- Reaksi fisiologis masamnya lemah
Perbedaan Pupuk Urea dan Pupuk ZA
- Pupuk urea mengandung 46% nitrogen sedangkan Pupuk ZA mengandung 20,8% nitrogen dan 23,8% sulfur
- Pupuk Urea berbentuk butiran tidak berdebu sedangkan Pupuk ZA berbentuk kristal
- Pupuk Urea mengandung kadar air maksimal 0,5% sedangkan Pupuk ZA maksimal 1%
- Kedua pupuk mudah larut dalam air, namun Pupuk Urea lebih mudah menghisap air (higroskopis) daripada Pupuk ZA
- Karena sifat higroskopisnya, Pupuk Urea lebih tidak stabil. Sebab ia dapat menyerap air dari udara yang menyebabkan pupuk menjadi lembek dan basah, sehingga pupuk urea tidak dapat disimpan dalam waktu lama kecuali jika tempat penyimpanan kering dan tertutup
- Karena pelepasan nutrisi dari Pupuk ZA lambat, ia lebih cocok digunakan sebagai pupuk dasar
- Karena keduanya mengandung nitrogen, kedua pupuk ini berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan tanaman namun Pupuk ZA juga berfungsi untuk pengembangan sistem imunitas tanaman yang akan meningkatkan kemampuan tanaman untuk mempertahankan diri dari gangguan hama parasit, penyakit, dan kekeringan sebagai akibat dari sulfur yang terkandung
- Dalam memilih pupuk yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan varietas tanaman yang akan ditanam dan kondisi tanah. Karena kandungan ion sulfatnya, Pupuk ZA berpotensi menurunkan pH tanah. Oleh karena itu, Pupuk ZA tidak disarankan untuk tanah dengan pH rendah.
Perbedaan Pupuk TSP dan Pupuk SP36 (Neurafarm, 2021)
- Pupuk TSP mengandung 46-48% fosfor dan 15% kalsium sedangkan Pupuk SP36 mengandung 36% fosfor dan 5% sulfur
- Kedua pupuk berbentuk butiran yang berwarna abu-abu dan mudah larut dalam air
- Kadar asam bebas Pupuk TSP maksimal 3,5% sedangkan Pupuk SP36 maksimal 6%
- Kadar air maksimal Pupuk TSP adalah 4% sedangkan Pupuk SP36 adalah 5%
- Kedua pupuk tidak bersifat higroskopis sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama
Perbedaan Pupuk KCl dan Pupuk ZK (Neurafarm, 2021)
- Terdapat 2 macam pupuk KCl, yaitu KCl 80 yang mengandung 53% K2O dan KCl 90 yang mengandung 58% K2O. Pupuk KCl juga mengandung klorida
- Terdapat 2 macam pupuk ZK, yaitu ZK 90 yang mengandung 49-50% K2O dan ZK 96 yang mengandung 52% K2O. Pupuk ZK juga mengandung sulfur
- Pupuk KCl bersifat higroskopis sedangkan ZK tidak
- Penggunaan Pupuk KCl harus hati-hati, karena Pupuk KCl mengandung klorida yang dapat berdampak negatif apabila diberikan secara berlebihan, utamanya kepada tanaman yang sensitif terhadap klorida
- Penggunaan Pupuk ZK pada tanah yang bersifat asam harus diperhatikan secara cermat, karena pemberian Pupuk ZK dapat meningkatkan tingkat keasaman tanah sehingga berbahaya untuk tanaman





