“Dengan karya, riset, dan pengabdian yang konsisten, Prof. Rupa Matheus meneguhkan peran Guru Besar sebagai teladan dalam ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.”Kontak & KolaborasiPenghargaan & PengakuanPengajaranPengabdian MasyarakatPenelitian & ProyekPublikasi IlmiahProfil AkademikBerandaTerima Kasih Atas Kunjungan Anda
Banner_Prof_Matheus-1.png

Prof.png“Sebuah perjalanan akademik yang ditandai oleh dedikasi, riset, dan karya nyata bagi pengembangan ilmu pengelolaan lahan kering.”

Prof. Dr. Ir. Rupa Matheus, M.Si. adalah Guru Besar dalam Bidang Pengelolaan Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang, tercatat sebagai Guru Besar tetap dengan Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) 0004036305. Identitas akademik beliau terintegrasi secara resmi dalam sistem ilmu pengetahuan Indonesia melalui SINTA ID 6002497 dengan capaian skor SINTA keseluruhan 987, yang mencerminkan produktivitas dan dampak karya ilmiahnya di tingkat nasional. Di kancah internasional, kontribusi riset beliau dapat dilacak melalui Scopus ID 57205386630. Secara struktural, beliau menduduki pangkat akademik Pembina Utama Muda (IV/c) sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dan pengabdiannya yang luar biasa dalam dunia pendidikan tinggi.

Riwayat Singkat

Prof. Dr. Ir. Rupa Matheus, M.Si memiliki dedikasi tinggi dan konsisten dalam pengembangan ilmu Pengelolaan Pertanian Lahan Kering. Dengan rekam jejak akademik yang ditunjukkan melalui skor SINTA keseluruhan 987, beliau dikenal sebagai peneliti aktif yang berkontribusi signifikan baik di tingkat nasional maupun internasional. Fokus kerja dan pengabdiannya banyak diterapkan untuk memecahkan tantangan pertanian di wilayah lahan kering, khususnya Nusa Tenggara Timur.

Keahlian dan Fokus Riset

Bidang keahlian Prof. Dr. Ir. Rupa Matheus, M.Si. berfokus pada pengelolaan pertanian lahan kering secara berkelanjutan, dengan kompetensi inti yang mencakup pengembangan dan penerapan teknologi pembenah tanah, seperti biochar dan berbagai formulasi pupuk organik. Fokus risetnya yang mendalam terletak pada inovasi sistem pertanian terpadu, termasuk pola rotasi tanaman yang memanfaatkan legum penutup tanah untuk memperbaiki kesuburan tanah. Beliau juga memiliki keahlian khusus dalam konservasi kesuburan tanah, dengan kajian mendalam tentang dinamika hara tanah dan karbon organik, serta pengembangan pupuk hayati dan formulasi inovatif seperti biourin untuk meningkatkan produktivitas lahan kering.

Penelitian dan Publikasi

Prof. Matheus aktif meneliti inovasi teknologi untuk perbaikan lahan kering terdegradasi. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan secara luas dalam jurnal ilmiah bereputasi, antara lain:

  • Jurnal Internasional Terindeks Scopus: Journal of Degraded and Mining Lands Management (2023), International Journal of Scientific & Technology Research (2018).
  • Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA: Berbagai publikasi dalam jurnal berperingkat SINTA 2 hingga SINTA 5.
Karya Buku dan Kekayaan Intelektual

Sebagai bentuk diseminasi ilmu yang lebih luas, beliau telah menulis beberapa buku referensi penting dan menghasilkan Kekayaan Intelektual:

  • Pertanian Terpadu: Model Rancang Bangun dan Penerapan pada Zona Agroekosistem Lahan Kering (2019)
  • Skenario Pengelolaan Sumberdaya Lahan Kering: Menuju Pertanian Berkelanjutan (2019) - Telah memperoleh Hak Cipta
  • Analisis Potensi Wilayah Pedesaan (2022)
  • Legum Penutup Tanah: Solusi Membangun Kesuburan Tanah di Lahan Kering (2023)
  • Metode Penelitian Penyuluhan Pertanian (2025)
  • Paten Sederhana untuk "Formulasi Pupuk Biourin Sapi" (2022, Terdaftar)
Kepemimpinan dalam Penelitian dan Pengabdian

Dalam lima tahun terakhir, beliau secara konsisten memimpin berbagai tim penelitian yang didanai oleh sumber kompetitif seperti PNBP Politani dan Hibah DRPM Dikti. Projek-projeknya berfokus pada aplikasi biochar, pupuk biourin, dan mikoriza untuk meningkatkan produktivitas lahan kering. Kontribusinya dalam pengabdian masyarakat dan kerja sama institusional juga signifikan, antara lain melalui:

  • Program Penanganan Pasca Panen Padi Sawah di NTT (Bersama Kementerian Pertanian RI)
  • Program Percetakan Sawah di NTT (Bersama Dinas Pertanian Provinsi NTT)
Penghargaan dan Pengakuan

Produktivitas dan dampak karya ilmiah beliau diakui secara nasional, yang tercermin dari SINTA Score overall 987. Capaian ini menegaskan posisinya sebagai salah satu tokoh akademik penting dalam pengembangan pertanian lahan kering berkelanjutan di Indonesia.

“Jejak akademik ini menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berinovasi dan menjaga keberlanjutan pertanian di lahan kering Indonesia.”