Peran Kimia dalam Pertanian Lahan Kering, Tantangan Lahan Kering, dan Keselamatan Kerja Laboratorium
| Sub-CPMK | Menjelaskan peran kimia dalam pertanian lahan kering dan menerapkan prosedur keselamatan kerja laboratorium |
| CPMK-1 | Mampu menjelaskan dan menganalisis prinsip dasar kimia (struktur atom, ikatan, stoikiometri, larutan, kesetimbangan, redoks) serta relevansinya untuk pertanian lahan kering. |
| Alokasi Waktu | Teori: 1×50 menit, Praktikum: 1×120 menit |
Peta Konsep
Peta konsep Pertemuan 1 membangun tiga pilar utama yang saling terkait dalam memahami kimia pertanian lahan kering. Pilar pertama, Peran Kimia, menguraikan tantangan lahan kering (keterbatasan air, kesuburan rendah, pola hujan tidak menentu) serta lima cabang kimia pertanian (kimia tanah, air, nutrisi tanaman, input pertanian, dan lingkungan) untuk memberi konteks mengapa ilmu kimia penting. Pilar kedua, Permasalahan Kimiawi, menjabarkan masalah konkret seperti degradasi kesuburan (kemasaman, KTK rendah, bahan organik rendah), salinitas/sodisitas, dan dinamika air-hara yang menunjukkan apa yang harus dipecahkan. Pilar ketiga, Konsep Dasar Materi, menyediakan fondasi berupa struktur materi dan empat jenis reaksi kimia (asam-basa, pengendapan-pelarutan, redoks, dan pertukaran ion) yang menjelaskan bagaimana solusi ilmiah dirancang. Ketiga pilar ini ditopang oleh pilar keempat, yaitu K3 Laboratorium, yang berisi aturan keselamatan, penanganan bahan kimia, tanggap darurat, dan kebersihan sebagai prasyarat mutlak sebelum mahasiswa melakukan praktikum. Seluruh materi bermuara pada kemampuan mengelola lahan kering secara ilmiah dan aman.
Sitasi: da-Lopez, Y. F. (2026). Pendahuluan: Peran Kimia dalam Pertanian Lahan Kering, Tantangan Lahan Kering, dan Keselamatan Kerja Laboratorium [Modul kuliah Kimia Sains Teknologi Terapan KST-K101]. Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering, Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

