Halaman 2 dari 3
Alat & Bahan
Labu ukur, Gelas ukur, Gelas kimia, Erlenmeyer, Pipet (pipet tetes, pipet gondok, pipet ukur/volume), Botol semprot, Pengaduk, Senduk atau spatula, Larutan NaOH 1 M, Larutan NaCl 1 M, Larutan H2SO4 97%, Larutan CuSO4 1 M, Larutan AgNO3 1 M, Larutan KOH 1 M, Larutan K2 CrO41 M, Larutan KCl 1 M, Aquadest, tissue, kertas label
Prosedur Kerja
Kegiatan 1: Pengenceran Larutan
- Hitunglah volume atau mL larutan asal (V1) yang diperlukan untuk membuat x volume atau mL larutan (V2), dengan menggunakan rumus pengenceran: V1 x K1 = V2 x K2 → Dimana: V1 = olume larutan asal yang akan diencerkan (mL); K1 = konsentrasi larutan asal (M); V2 = volume larutan yang akan dibuat (mL); K2 = konsentrasi larutan yang akan dibuat (M).
- Ambil mL V1 sesuai hasil perhitungan dari kemasan larutan asal dengan menggunakan pipet ukur atau pipet volum, kemudian masukkan ke dalam labu ukur 250 mL.
- Tambah air (aquadest) sampai batas volume labu ukur kemudian goyangkan agar tercampur secara homogen.
- Tutup labu ukur yang berisi larutan yang telah dibuat menggunakan tutupannya atau tutup dengan menggunakan aluminium foil, lalu kocok larutan tersebut hingga merata.
- Berilah label pada labu ukur dan jangan lupa menuliskan tanggal pembuatan larutan. Label harus berisi: Nama larutan, Konsentrasi Larutan, dan tanggal pembuatan. Jika memungkinkan tambahkan identitas pembuatnya.
- Buatlah kesimpulan terhadap hasil kegiatan yang telah anda lakukan.



