Selamat Datang di Halaman PERLINTAN - Perlindungan Tanaman - Website Jurusan MPLKMateri Praktek Perlindungan TanamanParasitoid Hama TanamanOPT Tanaman PertanianMateri Kuliah Perlindungan TanamanPredator Hama TanamanMusuh Alami HamaPerlindungan Tanaman adalah usaha untuk melin­dungi tanaman dari ancaman atau gangguan yang dapat merusak, merugikan, atau mengganggu proses hidupnya yang normal, sejak pra-tanam sampai pasca tanam (Djafaruddin, 1996)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

Yosefus F. da-Lopez, Nina J. Lapinangga, & Jacqualine A. Bunga. (2020). Bahan Ajar Perlindungan Tanaman (MLK22203/2(1-1)) untuk Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering. Website Jurusan MPLK

PEMBUATAN PERANGKAP HAMA: Modul-04

PrakPerlintan 0401KOMPETENSI DASAR

Setelah melaksanakan praktikum ini, mahasiswa akan dapat membuat dua jenis perangkap hama dan teknik penggunaannya.

DASAR TEORI

Prinsip dasarnya dari pembuatan perangkap hama adalah menjebak hama menggunakan pemikat tertentu. Lalat buah Bactrocera sp jantan akan mengikuti bau hormon betinanya sehingga diciptakan senyawa yang baunya mirip hormon lalat buah betina. Beberapa jenis kutu tertarik pada warna kuning mencolok sehingga dibuat jebakan dari kertas atau plastik kuning yang diluluri lem.

Jenis-Jenis Perangkap:
  1. Perangkap kuning. Jebakan ini didasari sifat serangga yang menyukai warna kuning mencolok. Penyebabnya warna kuning mirip warna kelopak bunga yang sedang mekar sempurna atau warna buah yang menjelang matang. Permukaannya dilumuri lem sehingga serangga yang hinggap bakal lengket sampai mati. Perangkap kuning ampuh memikat hama golongan aphid, kutu, dan tungau. Perangkap kuning juga dapat dijadikan indikator populasi hama di sekitarnya. Saat jumlah hama yang tertangkap perangkap melebihi ambang yang ditentukan, misalnya 50 individu kutu putih/hari, maka saat itu perlu dilakukan penanggulangan serius dengan pestisida kimia maupun biologis. Umumnya perangkap berbentuk lembaran tripleks, fiber, atau karton tebal berukuran 15 x 15 cm2 dan dilumuri vaselin, oli, lem tikus, atau minyak jelantah dengan kepadatan 60—100 perangkap/ha.
  2. Perangkap Feromon. Jebakan itu dibuat dengan memanfaatkan kebutuhan komunikasi serangga pengganggu tanaman. Komunikasi itu dilakukan dengan hormon bernama feromon yang berguna untuk menunjukkan adanya makanan, memikat pejantan, menandai jejak, membatasi wilayah teritorial, atau memisahkan kelas pekerja, tentara, dan ratu. Sekarang banyak digunakan feromon untuk menarik pasangan. Zat yang baunya mirip feromon betina—disebut bahan atraktan—dipasang pada perangkap yang ditempatkan di kebun. Serangga jantan akan tertarik akan masuk ke perangkap yang sudah diberi air atau lem.

Pengendalian lalat buah menggunakan perangkap dengan umpan atraktan akan berhasil apabila perangkap dipasang secara terus menerus dan dalam jumlah yang banyak. Perangkap yang berisi atraktan yang sudah dicampur dengan insektisida akan menarik lalat buah untuk masuk ke dalam perangkap karena aroma atraktan dan akan menyebabkan lalat buah mati karena pengaruh insektisida. Atraktan dapat pula diletakkan dalam perangkap yang diberi perekat sehingga lalat buah yang tertarik pada atraktan akan mati karena menempel pada perangkap tersebut. Perangkap yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang ringan dan mudah didapat.

PrakPerlintan 0402

ORGANISASI PRAKTIKUM

  1. Tiap-tiap mahasiswa membuat jenis perangkap yang diajarkan.
  2. Tiap-tiap mahasiswa mengisi form yang ada dan mendiskusikannya dengan teman.
  3. Dosen/teknisi membantu dalam melaksanakan praktek ini.

BAHAN DAN ALAT

Bahan-bahan yang digunakan yaitu: Bahan-bahan yang digunakan yaitu: lem lilin bakar (3 pak), petrogenol (10 botol), benang/tali kecil (2 ikat), pilox warna kuning (2 kaleng), pilox warna biru (2 kaleng), lem tikus (4 tube), kawat kecil(1 ikat), tali raffia (1 rol), air, botol air mineral ukuran 600 mL (50 buah), lempengan CD/DVD (20 lempeng), kapas (1 bungkus), keong mas (10 ekor). Alat-alat yang digunakan yaitu: Glue Gun 40 Watt Sellery 96-780/Tembakan Lem Bakar 40 Watt Sellery (2 buah),  pisau/cutter kecil (4 buah), gunting kecil  yang tajam (4 buah).

PROSEDUR KERJA

Pembuatan perangkap kuning
  1. Botol atau gelas air mineral diberi warna kuning, lalu diolesi dengan lem tikus.
  2. Lalu gantungkan botol atau gelas tersebut pada kayu kecil sebagai tiang.
  3. Tancapkan tiang-tiang tersebut dalam petakan.
PrakPerlintan 0403Pembuatan perangkap botol tipe horizontal
  1. Potong bagian atas botol tersebut dan masukkan ke botol dalam posisi terbalik.
  2. Buat lubang pada sisi botol untuk memasukkan umpan berupa kapas yang telah ditetesi dengan atraktan. Atraktan alami dapat dibuat dari ekstrak daun selasih.
  3. Botol lalu digantung secara horizontal di sekitar pertanaman.
Cara membuat perangkap tipe vertikal
  1. Buat 4 lubang pada setiap sisi botol dengan ukuran 0,75 x 0,75 cm.
  2. Isi botol dengan umpan cair. Umpan tersebut dapat berupa: Larutan campuran cuka, gula, dan air; Campuran buah yang difermentasi dan air.; Air yang beraroma ikan atau daging busuk; Bir sisa.
  3. Gantung di sekitar tanaman yang terserang dengan menggunakan tali atau kawat yang kuat.

EVALUASI

  1. Jelaskan fungsi feromon pada serangga !
  2. Sebutkan bahan alami yang dapat digunakan sebagai atraktan alami!

DAFTAR PUSTAKA

  • Sembel D. T., 2012. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Andi Offset. Yogyakarta.
  • Triharso. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
  • Untung K. 1993. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang - Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. - We learn, practice, and be rich - Kami belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera - Meup onle ate, mua onle Usif - Designed By JoomShaper