CARA MEMBUAT PERANGKAP HAMA TIPE MODIFIKASI
Siapkan bahan-bahan seperti Gambar Langkah-1. Tutup botol 1500 mL dibuka lalu diberi kawat dan ujung kawat diberi kapas atau tempat umpan. Botol 600 mL diberi lubang pada kedua sisi. Setiap botol 2 lubang. Tutup botol dibuka atau diberi lubang (Gambar Langkah-2).
| LANGKAH-1 | LANGKAH-2 |
![]() |
![]() |
Botol 1500 mL dibelah ditengah bagian botol menggunakan cutter atau gunting pada dua sisi muka dan belakang dengan bentuk belahan seperti berikut ini. Panjang belahan sekitar 2-3 cm (Gambar Langkah-3). Setelah dibelah, masukkan mulut botol 600 mL melalui belahan ke dalam botol 1500 mL, diatur sedemikian sehingga tidak miring atau terlepas. Tutup botol berisi kawat dan kapas atau tempat umpan dimasukkan kembali , sehingga tampak seperti pada Gambar Langkah-4.
| LANGKAH-3 | LANGKAH-4 |
![]() |
![]() |
Perangkap bisa dimodifikasi dengan pemberian warna kuning atau biru atau dengan model seperti tampak pada gambar-gambar pada Langkah-5. Saat aplikasi, permukaan botol 600 mL (botol horisontal) bisa diolesi lem tikus atau lem serangga. Jika tanpa menggunakan lem, botol besar atau botol vertikal diisi air atau air sabun untuk mematikan serangga. Perangkap dan Bagian-bagiannya dapat dilihat pad Gambar Langkah-6.
| LANGKAH-5 | LANGKAH-6 |
![]() |
![]() |
Perangkap digantung pada pohon/tiang dengan ketinggian 1-2 meter dari permukaan tanah. Jarak pemasangan perangkap 10-20 meter. Setiap 2 minggu, air di ganti agar bau metil eugenol tidak terpengaruh dengan bau air. Metil eugenol diganti setiap minggu atau dua minggu sekali (Gambar Langkah 7-8). Metil eugenol digunakan untuk menangkap lalat buah, warna kuning untuk menarik serangga hama lainnya, warna biru untuk tungau atau thrips. Untuk walang sangit bisa menggunakan umpan berupa bahan berbau amis, atau bisa menggunakan daging keong mas.
| LANGKAH-7 | LANGKAH-8 |
![]() |
![]() |














