KUMBANG STETHORUS PUNCTUM

Deskripsi
S. Punctum berbentuk oval dan berukuran kecil (±1,5 mm), cembung, hitam mengkilap, ditutupi dengan rambut-rambut kuning hingga putih yang jarang dan halus. Telur oval dan berwarna putih, panjang kurang dari 0,5 mm, dan menjadi hitam sebelum keluar larva. Telur diletakkan secara tunggal, biasanya pada permukaan bawah daun dekat pembuluh utama. Larva yang baru menetas berwarna abu-abu sampai kehitaman, memiliki banyak rambut yang panjang dan bercabang dengan patch hitam. Menjelang dewasa, larva menjadi kemerahan, mula-mula pada pinggiran tubuh, dan menjadi keseluruhan merah sebelum pupasi. Larva memiliki 13 segmen, termasuk kepala. Pupa berwarna hitam dan pipih, agak menuju ke posterior, seluruh tubuh ditutupi dengan rambut berwarna kuning. Dewasa yang baru muncul tampak oranye-kemerahan dan menjadi hitama beberapa jam sesudahnya.
Telur diletakkan dekat pembuluh utama daun, dengan 95 persen pada permukaan bawah daun dan 5 persen pada permukaan atas daun. Larva muncul setelah sekitar 5 hari telur diletakkan. Larva melewati empat instar dalam waktu sekitar 12 hari, memangsa semua stadia tungau. Sebelum pupasi, larva dewasa melekatkan diri pada daun dan tetap dalam keadaan bergerak selama 24 sampai 48 jam. Pupasi berlangsung sekitar lima hari. Rata-rata periode kegiatan larva tergantung pada populasi tungau. Biasanya terdapat tiga generasi per tahun. Rata-rata periode dari peletakan telur hingga munculnya dewasa adalah 23 hari. Dewasa memerlukan waktu sekitar 25 hari sebelum mulai bertelur. Betina meletakan telur 1 sampai 10 butir per daun, tergantung pada kepadatan tungau. Kumbang ini mengkonsumsi semua stadia tungau; dewasa dapat mengkonsumsi 75 sampai 100 tungau per hari dan larva dewasa dapat memangsa sampai 75 tungau per hari (Hull, 2011).
Habitat
Kebun buah, ladang stroberi, tanaman yang diserang tungau laba-laba.
Mangsa atau Inang
Stethorus punctum benar-benar predator tungau pemakan tumbuhan, terutama tungau laba-laba seperti tungau merah Eropa dan tungau laba-laba berbintik dua, dan terutama telurnya.
Efektivitas Relatif
S. punctum adalah salah satu predator tungau laba-laba yang paling penting dan sering di kebun buah. Kumbang mengkonsumsi semua tahapan tungau; dewasa dapat mengkonsumsi 75 hingga 100 tungau per hari dan larva besar dapat memakan hingga 75 tungau per hari, sehingga mereka dengan cepat mengurangi hama tungau laba-laba.
Serangga dewasa sangat aktif saat berada di pohon buah-buahan dan jika diganggu akan sering jatuh ke tanah. Mereka adalah penerbang yang baik, dan karena itu cenderung berkonsentrasi di area kebun di mana tungau banyak dan menghilang ketika populasi tungau menjadi rendah. Harus ada 2-5 tungau motil per daun untuk menjaga S. punctum di kebun, dan 8-10 kantong tungau per daun diperlukan untuk reproduksi.
Konservasi
Karena dewasa biasa bertahan di serasah daun yang mengelilingi batang pohon buah-buahan, disarankan untuk tidak mengganggu area di bawah pohon. Studi terbaru menunjukkan distribusi S. punctum terkait erat dengan distribusi serasah daun di kebun.
Kerentanan pestisida
Dalam satu penelitian, fenoxycarb adalah ovicidal di laboratorium dan mengganggu molting larva-pupa di lapangan. Abamektin beracun bagi larva S. punctum dan dewasa di laboratorium dan metomil beracun bagi dewasa. Teflubenozuron beracun bagi tahap pupa di lapangan; bersama dengan fenoxycarb, IGR ini menyebabkan peningkatan populasi tungau fitofag di akhir musim dalam uji coba lapangan. Tebufenozide tidak beracun untuk semua stadium S. punctum di laboratorium dan lapangan. S. punctum toleran terhadap semua insektisida organofosfat yang diuji.
Referensi
Cornell University: Biological control. Larry Hull (1995), Know Your Friends: Stethorus punctum, Midwest Biological Control News Online. Vol.II, No.12.













