PEMBUATAN EKSTRAK DAUN KIRINYUH (Bagian-1)
Daun kirinyu mengandung senyawa bioaktif berupa alkaloid, fenolik, tanin, dan saponin (Siharis et al., (2018) yang bersifat racun bagi serangga tertentu dalam konsentrasi ekstrak tertentu. Ekstrak daun kirinyu dapat berperan sebagai nematisida dimana pada konsentrasi 20% dapat menyebabkan mortalitas 100% terhadap Meloidogyne sp (Huzni, 2015). Insektisida nabati ekstrak daun kirinyuh dengan pelarut etanol 70% dan penambahan ekstrak daun salam dapat nebyebabkab mortalitas nyamuk Aedes aegypti 77% nyamuk dalam waktu selama 24 jam (Yulianti, 2018).
Ekstrak daun kirinyuh dengan pelarut ethanol 96% juga efektif terhadap larva ulat grayak Spodoptera litura dengan tingkat mortalitas 80% pada konsentrasi 6% dan 92% pada konsentra8% (Permatasasi & Asri, 2021). Selain efektif terhadap ulat grayak, ekstrak daun tanaman kirinyuh juga berpotensi menekan perkembangan biologis ulat crop kubis Crocidolomia pavonana . Aplikasi ekstrak daun kirinyuh pada ulat krop kubis dengan konsentrasi 30-40% menimbulkan gejala keracunan yang ditandai dengan gerakan larva mulai melamban atau aktifitas makannya berkurang, kemudian perubahan warna menjadi kehitaman dan mortalitas 100% pada hari kesembilan. Siharis et al., (2018) menyatakan bahwa daun kirinyuh mengandung beberapa senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid dan saponin. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada tanaman kirinyuh dapat digunakan sebagai bio pestisida untuk mengendalikan hama karena memberikan bau menusuk dan rasa pahit yang bersifat toksik bagi serangga (Saenong, 2019). Kirinyuh mengandung Pryrrolidzine alkaloids yang bersifat racun bagi serangga (Kardinan, 1998).









Daun kirinyu mengandung senyawa bioaktif berupa alkaloid, fenolik, tanin, dan saponin (Siharis et al., (2018) yang bersifat racun bagi serangga tertentu dalam konsentrasi ekstrak tertentu. Ekstrak daun kirinyu dapat berperan sebagai nematisida dimana pada konsentrasi 20% dapat menyebabkan mortalitas 100% terhadap Meloidogyne sp (Huzni, 2015). Insektisida nabati ekstrak daun kirinyuh dengan pelarut etanol 70% dan penambahan ekstrak daun salam dapat nebyebabkab mortalitas nyamuk Aedes aegypti 77% nyamuk dalam waktu selama 24 jam (Yulianti, 2018).
