Selamat Datang di Halaman PERLINTAN - Perlindungan Tanaman - Website Jurusan MPLKMateri Praktek Perlindungan TanamanParasitoid Hama TanamanOPT Tanaman PertanianMateri Kuliah Perlindungan TanamanPredator Hama TanamanMusuh Alami HamaPerlindungan Tanaman adalah usaha untuk melin­dungi tanaman dari ancaman atau gangguan yang dapat merusak, merugikan, atau mengganggu proses hidupnya yang normal, sejak pra-tanam sampai pasca tanam (Djafaruddin, 1996)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

PBL (PROJECT BASED LEARNING) MPLK-IV-2023:

SUT-Sub Topik Budidaya Tanaman Sayuran

PBL MPLK 4 2023 03 31 at 05.18.51

Budidaya Tanaman Buncis

Persiapan Lahan

Lahan untuk tanaman buncis dibersihkan, lalu diolah menggunakan kultivator. Luas adalah sekitar 1 are yang terdiri atas 7 bedeng dengan ukuran P x L = 15 meter x 1 meter. Bedengan ditutupi mulsa plastik putih perak, lalu diberi lubang sesuai jarak tanam untuk tanaman buncis, yaitu 70 x 40 cm.

Jumlah lubang tanam per bedeng

= (panjang bedeng : lebar tanam)
= (15 x 100 cm) : 40 cm
= 37,5 = 38 (digenapkan ke atas)
= 38 x 2 baris
= 76 lubang tanam/bedeng
= 78 lubang tanam/bedeng x 7 bedeng
= 532 bedeng
 

Pupuk & Perhitungan Kebutuhan Pupuk

Dosis rekomendasi (100%) pupuk sintetik untuk tanaman buncis tegak adalah 62 kg/ha N, 250 kg/ha P2O5, dan 90 kg/ha K2O yang diketahui optimum untuk tanaman buncis tegak (Susila 2006). Sedangkan menurut Andi Maulana (2020, cybex.pertanian.go.id), Pupuk yang digunakan adalah 15 ton/ha pupuk kandang kuda atau ayam,  TSP 250 kg /ha dan KCl 250 kg /ha sebagai pupuk dasar. Pemberian pupuk kandang dilakukan dengan cara disebar dan diratakan bersamaan dengan pengolahan tanah.  Pupuk N berupa Urea dan ZA dengan perbandingan 1:2 sebanyak 300 kg/ha diberikan pada umur 1 dan 3 minggu setelah tanam masing-masing setengah dosis. Pemberian pupuk susulan dilakukan dengan cara meletakkan pupuk dalam tanah yang telah ditugal sedalam 10 cm dan sekitar 10 cm dari tanaman. Setelah pupuk dimasukkan, lubang ditutup kembali dengan tanah.

N diberikan menggunakan pupuk Urea, P2O5 diberikan melalui pupuk SP36, dan K2O diberikan melalui pupuk KCl. Untuk pemberian N, menurut Salli (2023, Diskusi Pribadi), pemberian N untuk tanaman kacang-kacangan atau legum hanya untuk memacu pertumbuhan awal. Ini karena setelah bintil akar tanaman sudah terbentuk sehingga ada fiksasi N dari udara. Akan tetapi, karena buncis yang ditanam adalah buncis merambat, pertumbuhannya tidak berhenti. Dengan demikian, penambahan dosis N menjadi 100 kg/ha (lebih tinggi dari dosis rekomendasi buncis tegak) memungkinkan untuk dilakukan.

Pupuk Urea dan Pupuk ZA

  • Pupuk urea mengandung 46% nitrogen sedangkan Pupuk ZA mengandung 20,8% nitrogen dan 23,8% sulfur
  • Pupuk Urea berbentuk butiran tidak berdebu sedangkan Pupuk ZA berbentuk kristal
  • Pupuk Urea mengandung kadar air maksimal 0,5% sedangkan Pupuk ZA maksimal 1%
  • Kedua pupuk mudah larut dalam air, namun Pupuk Urea lebih mudah menghisap air (higroskopis) daripada Pupuk ZA
  • Karena sifat higroskopisnya, Pupuk Urea lebih tidak stabil. Sebab ia dapat menyerap air dari udara yang menyebabkan pupuk menjadi lembek dan basah, sehingga pupuk urea tidak dapat disimpan dalam waktu lama kecuali jika tempat penyimpanan kering dan tertutup
  • Karena pelepasan nutrisi dari Pupuk ZA lambat, ia lebih cocok digunakan sebagai pupuk dasar
  • Karena keduanya mengandung nitrogen, kedua pupuk ini berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan tanaman namun Pupuk ZA juga berfungsi untuk pengembangan sistem imunitas tanaman yang akan meningkatkan kemampuan tanaman untuk mempertahankan diri dari gangguan hama parasit, penyakit, dan kekeringan sebagai akibat dari sulfur yang terkandung
  • Dalam memilih pupuk yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan varietas tanaman yang akan ditanam dan kondisi tanah. Karena kandungan ion sulfatnya, Pupuk ZA berpotensi menurunkan pH tanah. Oleh karena itu, Pupuk ZA tidak disarankan untuk tanah dengan pH rendah.
Contoh Perhitungan Kebutuhan Pupuk Urea

Misalnya: Luas tanam atau luas lahan untuk tanaman buncis adalah 0,02 ha terdiri atas 7 bedeng dengan ukuran bedeng P x L = 20 x 1 meter, dengan total jumlah lubang tanam adalah 1000 lubang tanam.

Untuk mendapatkan kebutuhan unsur Nitrogen (N) sesuai dosis rekomendasi, yaitu 100 kg N/ha maka jumlah kebutuhan pupuk Urea adalah:
= Dosis Rekomendasi : Kadar N dalam Urea
= 100 kg/ha : 46%
= 217,39 kg/ha = = 2,17 kg/are = 21,74 gram/m2
Dengan demikian, kebutuhan pupuk Urea untuk memenuhi kebutuhan N 100 kg/ha adalah sekitar 217 - 218 kg/ha
 
Kebutuhan pupuk Urea untuk luas tanam 0,02 ha ( = 2 are = 200 m2) adalah:
= 217,39 kg/ha x 0,02 ha
= 4,35 kg
 
Kebutuhan pupuk Urea per lubang tanam adalah:
= (4,35 kg x 1000 gram/kg) : 1000 lubang tanam
= 4,35 gram/lubang tanam
 

Pupuk TSP dan Pupuk SP36 (Neurafarm, 2021)

  • Pupuk TSP mengandung 46-48% fosfor dan 15% kalsium sedangkan Pupuk SP36 mengandung 36% fosfor dan 5% sulfur
  • Kedua pupuk berbentuk butiran yang berwarna abu-abu dan mudah larut dalam air
  • Kadar asam bebas Pupuk TSP maksimal 3,5% sedangkan Pupuk SP36 maksimal 6%
  • Kadar air maksimal Pupuk TSP adalah 4% sedangkan Pupuk SP36 adalah 5%
  • Kedua pupuk tidak bersifat higroskopis sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama
Contoh Perhitungan Kebutuhan Pupuk TSP
Tunggu update

Pupuk KCl dan Pupuk ZK (Neurafarm, 2021)

  • Terdapat 2 macam pupuk KCl, yaitu KCl 80 yang mengandung 53% K2O dan KCl 90 yang mengandung 58% K2O. Pupuk KCl juga mengandung klorida
  • Terdapat 2 macam pupuk ZK, yaitu ZK 90 yang mengandung 49-50% K2O dan ZK 96 yang mengandung 52% K2O. Pupuk ZK juga mengandung sulfur
  • Pupuk KCl bersifat higroskopis sedangkan ZK tidak
  • Penggunaan Pupuk KCl harus hati-hati, karena Pupuk KCl mengandung klorida yang dapat berdampak negatif apabila diberikan secara berlebihan, utamanya kepada tanaman yang sensitif terhadap klorida
  • Penggunaan Pupuk ZK pada tanah yang bersifat asam harus diperhatikan secara cermat, karena pemberian Pupuk ZK dapat meningkatkan tingkat keasaman tanah sehingga berbahaya untuk tanaman
Contoh Perhitungan Kebutuhan Pupuk KCl
Tunggu update
Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang - Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. - We learn, practice, and be rich - Kami belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera - Meup onle ate, mua onle Usif - Designed By JoomShaper