Selamat Datang di Halaman PERLINTAN - Perlindungan Tanaman - Website Jurusan MPLKMateri Praktek Perlindungan TanamanParasitoid Hama TanamanOPT Tanaman PertanianMateri Kuliah Perlindungan TanamanPredator Hama TanamanMusuh Alami HamaPerlindungan Tanaman adalah usaha untuk melin­dungi tanaman dari ancaman atau gangguan yang dapat merusak, merugikan, atau mengganggu proses hidupnya yang normal, sejak pra-tanam sampai pasca tanam (Djafaruddin, 1996)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

Yosefus F. da-Lopez, Nina J. Lapinangga, & Jacqualine A. Bunga. (2020). Bahan Ajar Perlindungan Tanaman (MLK22203/2(1-1)) untuk Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering. Website Jurusan MPLK

CARA KERJA PESTISIDA

Pestisida bekerja dengan dengan beberapa cara, di antaranya berupa:

1. Racun kontak

Cara kerja pestisida jenis ini bekerja dengan baik jika terkena langsung dengan OPT (Organisme pengganggu tanaman) sasaran, sehingga sebaiknya dipakai untuk OPT yang berada di permukaan tanaman. Insektisida jenis ini tidak begitu efektif untuk mengendalikan OPT yang berpindah pindah dan terbang seperti belalang dan kumbang kecuali jika serangga jenis ini hinggap pada tanaman yang masih menyimpan residu pestisida. Pestisida jenis ini sangat efektif untuk mengendalikan serangga yang menetap seperti ulat grayak, kutu daun, dan semut. Selain pada insektisida cara kerja seperti ini juga di miliki oleh fungisida dan herbisida, herbisida racun semprot hanya mematikan bagian gulma yang terkena semprot.

Pestisida ini akan bekerja dengan baik jika terkena atau kontak langsung dengan OPT sasaran. Racun pada pestisida tersebut akan masuk ke jaringan tubuh organisme target. Selanjutnya akan terjadi gangguan fungsi fisiologis organisme target yang berakibat pada kematian.

Untuk jenis insektisida, penggunaan racun kontak sangat efektif untuk mengendalikan serangga yang menetap dan tidak tersembunyi, seperti ulat, kutu daun, dan semut.

Racun ini kurang bekerja baik terhadap serangga-serangga yang mempunyai mobilitas tinggi atau tersembunyi, seperti lalat, kutu kebul dan belalang.

  • Contoh insektisida racun kontak misalnya yang berbahan aktif golongan piretroid (sipermetrin, deltametrin), klorpirifos, bpmc, dll.
  • Contoh fungisida kontak misalnya yang berbahan aktif mankozeb, maneb, zineb, ziram, dll.
  • Contoh herbisida kontak adalah yang berbahan aktif parakuat.

2. Racun pernafasan

Cara kerja pernafasan hanya di miliki oleh insektisida dan rodentisida. Pestisida jenis ini dapat membunuh serangga jika terhisap melalui organ pernafasannya. Jika pestisida ini disemprotkan bukan pada waktu puncak aktifitas hama, efektifitasnya berkurang. Racun pernafasan sering juga disebut sebagai fumigan dan sering digunakan untuk mengendalikan hama gudang. Fumigan juga dapat dipakai untuk sterilisasi tanah untuk mematikan hama yang ada di dalam tanah.

3. Racun lambung

Racun yang terdapat dalam pestisida ini baru bekerja jika bagian tanaman yang telah disemprotkan termakan oleh hama,sehingga racun yang ada di permukaan daun ikut termakan.

4. Racun sistemik

Cara kerja pestisida seperti ini dimiliki oleh insektisida, fungisida, dan herbisida. Racun sistemik setelah disemprotkan akan terserap ke dalam jaringan tanaman melalui akar atau daun,sehingga dapat membunuh hama yang berada di dalam jaringan tanaman seperti jamur dan bakteri. Pada pestisida sistemik, serangga akan mati setelah memakan atau menghisap cairan tanaman yang telah disemprotkan bagian tanaman atau cairan tanaman menjadi racun lambung bagi serangga, sehingga sangat tepat untuk mengendalikan serangga penghisap dan serangga penggerek yang berada di dalam batang. Racun sistemik memiliki toksisitas yang lebih rendah terhadap mamalia di banding dengan racun lain. Sedangkan pada herbisida, jenis sistemik dapat mematikan bagian tanaman yang berada di atas dan di bawah permukaan tanah,sehingga sangat tepat untuk mengendalikan gulma yang menyebar melalui organ yang ada di bawah tanah,seperti teki dan alang alang.

  • Contoh insektisida sistemik misalnya insektisida berbahan aktif dimehipo, imidakloprid, fipronil, asetat, dll.
  • Contoh fungisida sistemik adalah fungisida berbahan aktif karbendazim, difenokonazol, dll.
  • Contoh herbisida sistemik adalah herbisida berbahan aktif glifosat, 2,4-D, metsulfuron metal, dll.

5. Racun Non Sistemik

Jenis pestisida ini jika disemprotkan ke tanaman hanya akan menempel pada bagian luar tanaman. Pestisida non sistemik tidak bisa masuk atau tidak diserap oleh jaringan tanaman. Residu hanya terjadi pada bagian luar tanaman dan tidak tahan lama karena mudah tercuci air hujan. Lamanya residu tergantung pada jenis bahan aktif, cara dan waktu aplikasi pestisida tersebut. Hama atau serangga hanya akan mati jika memakan bagian permukaan tanaman yang terkena pestisida.

6. Racun Sistemik Lokal

Pestisida ini jika disemprotkan ke tanaman hanya akan meresidu bagian permukaan tanaman dan hanya mampu menembus jaringan daun. Pestisida sistemik lokal hanya akan menembus jaringan daun (efek translaminar) dan tidak dapat ditranslokasikan ke jaringan tanaman lainnya. Hama akan mati jika memakan permukaan tanaman yang teresidu dan hama yang bersembunyi dibalik daun akan mati jika memakan bagian bawah daun tersebut.

7. Racun antikoagulan

Racun antikoagulan merupakan cara kerja yang umum dari rodentisida. racun ini menghambat proses pembekuan darah.

8. Racun purna tumbuh dan pra tumbuh.

Umumnya berupa Herbisida purna tumbuh yang hanya dapat mematikan gulma yang telah tumbuh dan memiliki organ yang sempurna seperti cabang dan daun; dan herbisida pra tumbuh mematikan biji gulma yang belum berkecambah.

9. Attractant

Yaitu senyawa kimia yang baunya dapat menarik ha­ma. Contohnya: metaldehyde (C2H4O), Metileugenol, dan Feromon kelamin (zat yang diekskresikan oleh sejenis serangga dengan mak-sud menarik lawan jenisnya).

10. Repellent

Yaitu senyawa kimia yang baunya dapat menghalau hama. Contohnya: Avitrol untuk penolak burung, minyak sereh untuk penolak nyamuk.

DAFTAR & PENGELOMPOKAN PESTISIDA YANG BEREDAR DI INDONESIA

Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang - Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. - We learn, practice, and be rich - Kami belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera - Meup onle ate, mua onle Usif - Designed By JoomShaper