Selamat Datang di Halaman PERLINTAN - Perlindungan Tanaman - Website Jurusan MPLKMateri Praktek Perlindungan TanamanParasitoid Hama TanamanOPT Tanaman PertanianMateri Kuliah Perlindungan TanamanPredator Hama TanamanMusuh Alami HamaPerlindungan Tanaman adalah usaha untuk melin­dungi tanaman dari ancaman atau gangguan yang dapat merusak, merugikan, atau mengganggu proses hidupnya yang normal, sejak pra-tanam sampai pasca tanam (Djafaruddin, 1996)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

Yosefus F. da-Lopez, Nina J. Lapinangga, & Jacqualine A. Bunga. (2020). Bahan Ajar Perlindungan Tanaman (MLK22203/2(1-1)) untuk Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering. Website Jurusan MPLK

Gejala dan Tanda Penyakit Tanaman

Identifikasi penyakit pada tanaman didasarkan pada pengamatan terhadap dua aspek fundamental, yaitu gejala (symptom) dan tanda (sign). 

  • Gejala merupakan ekspresi fisiologis dan morfologis dari respons tanaman inang terhadap aktivitas patogen. Serangkaian gejala yang muncul secara berurutan seiring perkembangan penyakit dikenal sebagai sindrom, yang menjadi dasar utama diagnosis penyakit di lapangan (Agrios, 2005).
  • Tanda merujuk pada struktur patogen itu sendiri yang terasosiasi dengan bagian tanaman yang terinfeksi. Tanda dapat berupa miselium, spora, tubuh buah jamur, massa bakteri, atau nematoda, yang keberadaannya seringkali bergantung pada kondisi lingkungan dan biasanya memerlukan alat bantu seperti mikroskop untuk identifikasi (Gullino et al., 2022).
Keterangan Gambar: Dari kiri ke kanan: 1 & 2 adalah gejala penyakit tanaman. 3 & 4 adalah tanda penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur Alternaria solani

Beberapa Macam Penampilan Gejala dari Penyakit Tanaman

A. Gejala Nekrosis

Yaitu keadaan yang menunjukkan adanya kematian jaringan akibat aktifitas fisiologis dari pathogen. Gejala nekrosis terdiri dari:

  1. Yellowing: Menguningnya jaringan daun akibat degradasi klorofil. Contoh: potato yellow vein disease (PYVD)barley yellow dwarf virus (BYDV) (Luteovirus BYDV)Bhendi yellow vein mosaic virus (BYVMV) (BegomovirusBYVMV)Onion yellows phytoplasma (Candidatus Phytoplasmaasteris-related strain OY); dan lain-lain.
  2. Wilting: Melayunya tanaman akibat gangguan pada sistem pengangkutan air, baik karena penyumbatan pembuluh xilem oleh patogen seperti Ralstonia solanacearum dan Fusarium oxysporum, atau karena kerusakan sistem perakaran (Tian et al., 2021). Contoh: bacteria wilt and soft rot (Dickeya chrysanthemi)Verticillium wilt (Verticillium dahliae)Fusarium root rot and wilt (Fusarium oxysporum)Verticillium wilts (Verticillium sp.)Fusarium wilt (Fusarium oxysporum f.sp. phaseoli); dan lain-lain.
  3. Spot:  Area nekrotik yang terlokalisir pada daun, batang, atau buah dengan bentuk dan ukuran bervariasi. Contoh: Cercospora leaf spot dan bacterial spot (Xanthomonas spp.). Contoh: bacterial spot (Xanthomonas vesicatoria)Cercospora leaf spot (Cercospora capsici)leaf spot (Cercospora arachidicola)white leaf spot (Cercospora brassicicola)white leaf spot (Cercospora brassicicola)citrus black spot (Guignardia citricarpa); dan lain-lain.
  4. Blight: Kematian jaringan yang cepat dan meluas pada daun, pucuk, atau bunga. Contoh: Late blight pada kentang yang disebabkan oleh Phytophthora infestans dan Early blight yang ditandai dengan bercak konsentris akibat Alternaria solani. Misalnya:  Common bacterial blight of beans fuscous blightcitrus blight diseasegummy stem blight (vine decline)Phytophthora blight dan lain-lain
  5. Late Blight, yaitu bercak busuk pada umbi atau bagian tertentu tanaman yang disebabkan oleh jamur Phytophtora spp. Contoh: late blight Phytophthora infestans (Mont.) de Bary
  6. Early Blight, yaitu  bercak cincin/konsentris yang disebabkan oleh jamur Alternaria spp
  7. Scorch, yaitu terbakar (burn) pada daun bagian luar (pinggir), warnanya coklat seperti kena suhu tinggi. Contoh: bacterial leaf scorch.
  8. Scald, yaitu memutihnya epidermis pada buah atau daun. Contoh: leaf scald Monographella albescens
  9. Blast, yaitu kematian yang cepat di bagian pucuk atau pembungaan. Misalnya: rice blast disease Pyricularia spp. Sacc.
  10. Mildew, yaitu pada daun terdapat abu/tepung berwarna keputih-putihan/abu-abu/hitam, misalnya powdery mildew dan downy mildew
  11. Damping-off, yaitu mati terkulai, batang tanaman mudah patah
  12. Dieback, yaitu kematian ranting yang dimulai dari ujung
  13. Cancer, yaitu spot pada jaringan kulit dan jaringan korteks pada akar dan batang
  14. Gummosis, yaitu mengeluarkan zat semacam perekat/lender
  15. Resinosis, yaitu mengeluarkan zat semacam damar
  16. Rot, busuk pada tanaman atau bagian tertentu tanaman yang disebabkan oleh patogen, seperti Phytophthora root rot (busuk akar Phytophthora), black root rot (busuk akar hitam), bacterial soft rot (busuk lunak bakteri), root and stem rot (busuk akar dan batang), Rhizopus soft rot (busuk lunak Rhizopus), sheath rot (busuk selubung/pelepah), ring rot of potato (busuk kentang), dan lain-lain.

B. Gejala Hipoplasia

Yaitu terhambatnya/terhentinya pertumbuhan. Gejala ini terdiri dari:

  1. Dwarf (stunting = kerdil), yaitu penghambatan pada seluruh organ tanaman sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dari normal
  2. Albikasi, yaitu tak berhijau daun (klorosis)
  3. Etiolasi, yaitu tanaman pucat, relative memanjang, daunnya kecil dan sempit karena kurangnya sinar matahari
  4. Roset, yaitu pertumbuhan intermedia batang terhambat hingga nodia satu dengan lainnya berdempetan, sehingga daun-daun seolah-olah membentuk roset/karangan.

C. Gejala Hiperplasia

Terjadi karena pertumbuhan tanaman lebih cepat dari biasanya. Gejala ini antara lain, adalah:

  1. Witches broom (sapu), yaitu pertumbuhan tunas ketiak yang banyak hingga membentuk seberkas ranting menyerupai sapu
  2. Cecidia, gall atau tumor, yaitu pembengkakan stempat berupa bintil atau bisul yang terdiri dari jaringan tanaman dengan atau tanpa pathogennya
  3. Menggulung atau mengeriting
  4. Fasciation (fasiasi), yaitu berubahnya bentuk cabang dari lurus dan silinder menjadi bengkok dan pipih
  5. Antholisis, yaitu berubahnya bunga menjadi daun kembali
  6. Kudis, yaitu bercak kasar, terbatas dan agak menonjol, kadang-kadang ujungnya pecah.
  7. Rontoknya alat-alat atau organ-organ tanaman sebelum waktunya.

D. Gejala Hipertropi

 Yaitu pertumbuhan sel yang luar biasa. Gejala ini antara lain:

  1. Gigantisme, yaitu pertumbuhan ukuran tanaman yang luar biasa
  2. Hipercroma, yaitu pertumbuhan warna tanaman yang luar biasa
  3. Metaplasia, yaitu pertumbuhan struktur tanaman yang luar biasa

Daftar Referensi

  • Agrios, G. N. (2005). Plant Pathology (5th ed.). Elsevier Academic Press.
  • Gullino, M. L., Bonants, P. J. M., & Stack, J. P. (2022). Detection and Diagnostics of Plant Pathogens. Springer Nature.
  • Tian, L., Li, J., Huang, C., Zhang, D., & Xu, Y. (2021). Comparative transcriptome analysis of resistant and susceptible tomato lines in response to Ralstonia solanacearum infection. Physiological and Molecular Plant Pathology, 114, 101632.
  • Zhao, Y., Liu, X., Liu, X., & Wang, G. (2020). Phytoplasma effector SAP54 hijacks plant reproduction by degrading MADS-box proteins and promotes insect colonization in a RAD23-dependent manner. PLOS Biology, 18(11), e3000930.

Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang - Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. - We learn, practice, and be rich - Kami belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera - Meup onle ate, mua onle Usif - Designed By JoomShaper