Laju Reaksi Kimia (Modul 8)
Tujuan
Mempelajari beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi kimia.
Dasar Teori
Kecepatan reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi ataupun produk terhadap satuan waktu. Kecepatan reaksi dapat juga dinyatakan sebagai laju berkurangnya konsentrasi suatu pereaksi atau laju bertambahnya konsentrasi suatu produk. Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
- Konsentrasi larutan
- Suhu
- Luas Permukaan atau ukuran partikel.
- Katalis
Suatu larutan yang berkonsentrasi tinggi atau pekat mengandung molekul-molekul yang lebih rapat dari pada larutan yang berkonsentrasi rendah atau encer. Molekul yang letaknya rapat akan lebih mudah dan sering bertabrakan dari pada molekul yang letaknya berjauhan. Dengan demikian, semakin besar konsentrasi larutan yang direaksikan maka makin besar pula kecepatan reaksinya.
Pada reaksi eksoterm bila suhu tinggi reaksi menjadi lambat, sedangkan pada reaksi endoterm, bila suhu tinggi reaksi menjadi cepat. Dalam reaksi endoterm, pada suhu tinggi, partikel-partikel zat akan bergerak lebih cepat daripada suhu rendah. Hal inilah yang menyebabkan reaksi kimia berjalan lebih cepat. Reaksi kimia terjadi ketika molekul-molekul dan atom-atom bertumbukan. Menaikkan suhu berarti menaikkan energi kinetik partikel, sehingga partikel tersebut bergerak lebih cepat dan lebih sering bertumbukan. Inilah sebabnya mengapa laju reaksi pada reaksi endoterm lebih cepat pada suhu yang tinggi.
Kapur yang halus akan lebih cepat larut daripada kapur yang masih berbentuk bongkahan. Mengapa demikian? Ukuran materi zat yang bereaksi sangat memengaruhi luas permukaan bidang sentuh antar reaktan. Oleh karena serbuk kapur ukurannya sangat kecil, serbuk kapur mempunyai luas bidang sentuh yang lebih luas dibandingkan batu kapur sehingga larutan asam sulfat akan lebih mudah bereaksi dengan serbuk kapur dibandingkan dengan kapur yang masih berbentuk bongkahan.



