Selamat Datang di Halaman PERLINTAN - Perlindungan Tanaman - Website Jurusan MPLKMateri Praktek Perlindungan TanamanParasitoid Hama TanamanOPT Tanaman PertanianMateri Kuliah Perlindungan TanamanPredator Hama TanamanMusuh Alami HamaPerlindungan Tanaman adalah usaha untuk melin­dungi tanaman dari ancaman atau gangguan yang dapat merusak, merugikan, atau mengganggu proses hidupnya yang normal, sejak pra-tanam sampai pasca tanam (Djafaruddin, 1996)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

Yosefus F. da-Lopez, Nina J. Lapinangga, & Jacqualine A. Bunga. (2020). Bahan Ajar Perlindungan Tanaman (MLK22203/2(1-1)) untuk Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering. Website Jurusan MPLK

Kalibrasi Alat Semprot Pestisida

PrakPerlintan 0701Dasar Teori

Kalibrasi merupakan kunci untuk menyeragamkan setiap perlakuan pestisida, terutama pestida dengan aplikasi penyemprotan. Jika takaran rekomendasi tidak diaplikasikan secara merata karena cara aplikasi yang tidak benar maka akan terjadi dua hal yang tidak diinginkan, yaitu:

  1. OPT tidak akan mampu dikendalikan di areal yang teraplikasi pestisida karena takaran aplikasi lebih sedikit dari takaran rekomendasi
  2. Tanaman budidaya di areal yang teraplikasi pestisida akan mati karena takaran lebih tinggi dari takaran rekomendasi.

Untuk menghindari kesalahan tersebut serta untuk menjamin teknik aplikasi yang akurat, terlebih dahulu harus ditentukan areal penyemprotan yang aktual dengan memperhatikan jumlah pestisida yang akan disemprot dalam areal pertanaman dan bagaimana larutan pestisida dapat diaplikasikan secara seragam pada areal pertanaman. Oleh karena itu, kalibrasi terhadap alat semprot (sprayer) yang akan dipergunakan dan orang yang akan melakukan aplikasi (applicator) diperlukan.

Kalibrasi merupakan hal yang harus dilakukan ketika seorang akan melakukan pengendalian terhadap OPT menggunakan alat semprot, karena pada setiap alat semprot memiliki perbedaan volume yang keluar. Selain itu, faktor manusia juga dapat menyebabkan perubahan tersebut. Alat semprot yang menyebabkan perubahan adalah dari nozel yang kemudian akan menyebabkan volume curah yang keluar dan nozel menyebabkan perbedaan lebar gawang. Faktor dari manusia (penyemprot) yang menyebabkan perubahan adalah kecepatan jalan, karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, kemudian lebar gawang dan tekanan. Oleh karena itu kalibrasi diperlukan karena pertimbangan hal tersebut. Dengan melakukan kalibrasi maka volume air atau larutan aplikasi per hektar akan didapatkan. Berikut ini adalah teknik dalam melakukan kalibrasi.

Ada tiga faktor yang menentukan keberhasilan kalibrasi, yaitu:

  1. Ukuran lubang nozel (angka curah nozzle)
  2. Lebar gawang penyemprotan, dan
  3. Kecepatan berjalan (ke depan) aplikator.

Ketiga faktor tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh suatu volume larutan herbisida tertentu yang dapat dilepaskan melalui lubang nozel pada setiap waktu yang dikehendaki.

Alat & Bahan

Cara Mengukur Angka Curah NozzleAlat-alat yang digunakan untuk kegiatan kalibrasi yaitu: alat semprot pestisida, alat tulis-menulis, ember plastik atau gelas plastik, penggaris atau meteran, gelas ukur 1000 ml, dan stopwatch. 

Gelas plastik yang akan digunakan untuk menampung air hasil semprotan diukur volumenya dengan mengisinya dengan air sampai penuh, kemudian diukur menggunakan gelas ukur (lihat Gambar, klik di gambar untuk memperbesar gambar). Volume gelas yang terukur dicatat.

 

Prosedur Kerja

A. Menentukan Kecepatan Curah Nozzle (C, liter/menit)

  1. Masukkan air ke dalam alat semprot dan lakukan pemompaan secukupnya. Selanjutnya, lakukan penyemprotan ke dalam ember plastik atau gelas plastik yang sudah diukur volumenya sampai penuh atau batas volume yang terukur.
  2. Lama waktu yang digunakan saat mulai menyemprot ke dalam gelas plastik sampai terisi penuh, dicatat. Volume gelas yang dipakai untuk menampung air, juga dicatat/ditabulasi.
  3. Ulangi langkah 1 dan 2 di atas sampai 3 kali, lalu hitung nilai rata-ratanya.

Lebih jelasnya lihat pada gambar berikut ini (Klik digambar untuk memperbesar)

Angka Curah Nosel MPLK IIIA2 2017 Angka Curah Nosel MPLK IIIB 2017 Angka Curah Nosel MPLK IIIC 2017

B. Menentukan Lebar Gawang Penyemprotan (G, meter)

  1. Lakukan penyemprotan dengan ketinggian nozel 60 cm dari permukaan tanah, di atas permukaan kertas/koran atau lantai atau tanah yang kering.
  2. Ukur lebar penyemprotan yang dihasilkan oleh nozel yang digunakan dengan mengukur jarak tepi ke tepi (G meter). Jarak yang terukur dicatat/ditabulasi.
  3. Ulangi langkah 1 dan 2 sampai 3 kali, lalu hitung nilai rata-ratanya.

Lebih jelasnya lihat pada gambar berikut ini (Klik digambar untuk memperbesar)

C. Menentukan Kecepatan Jalan (K, meter/menit)

  1. Letakkan alat semprot di punggung dan lakukan penyemprotan sambil berjalan secara teratur sejauh 10 meter.
  2. Catat waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak 10 meter, dihitung mulai saat menyemprot sampai mencapai jarak 10 meter.
  3. Lakukan langkah 1 dan 2 sampai 3 kali, lalu hitung nilai rata-ratanya.

Lebih jelasnya lihat pada gambar berikut ini (Klik digambar untuk memperbesar)

D. Tabulasi & Perhitungan Data Hasil Kalibrasi

Setelah data angka curah nossel, lebar gawang, dan kecepatan jalan dikumpulkan, selanjutnya, data hasil kalibrasi ditabulasi, misalnya seperti dalam tabel seperti berikut:

Spesifikasi Alat Semprot: Sprayer Punggung Semi-Otomatis (semi-automatic knapsack sprayer) Tipe Solo dengan pompa diafragma, kapasitas tangki 15 liter, nozzle warna hitam.

No

Angka Curah Nosel (C liter/menit) Lebar Gawang (G meter) Kecepatan Jalan (K meter/menit)
Volume Gelas Waktu Lebar Semprotan Jarak Waktu
1 240 mL 15,10 detik 245 cm 10 meter 82,00 detik
2 240 mL 14,50 detik 240 cm 10 meter 80,00 detik
3 240 mL 16,30 detik 256 cm 10 meter 74,75 detik
Rerata 240 mL 15,30 detik 247 cm 10 meter 78,92 detik
Rerata Volume = 240 ÷ 1000 = 0,240 liter Waktu = 15,30 ÷ 60 = 0,255 menit Lebar = 247 ÷ 100 = 2,47 meter Jarak = 10 meter Waktu = 78,92 ÷ 60 = 1,315 menit

Berdasarkan nilai rata-ratanya, selanjutnya angka curah nozzle, lebar gawang, dan kecepatan jalan ditentukan sebagai berikut:

  1. Angka Curah Nozzle (C) = Volume ÷ waktu = 0,240 liter ÷ 0,255 menit = 0,941 liter/menit
  2. Lebar Gawang (G) = nilai Rata-Rata = 2,47 meter
  3. Kecepatan Jalan (K) = Jarak ÷ waktu = 10 meter ÷ 1,315 menit = 7,603 meter/menit

E. Menentukan Volume Aplikasi Alat Semprot (V, liter/ha)

Setelah nilai angka curah nozzle, lebar gawang, dan kecepatan jalan diketahui maka Volume Aplikasi dari alat semprot yang digunakan ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

V = (10000 × C) ÷ (G × K)

dimana: C = Angka Curah Nozzle (liter/menit), G = Lebar Gawang (meter), K = Kecepatan Jalan (meter/menit)

Dengan demikian, volume aplikasi alat semprot yang digunakan adalah sebesar:

V = (10000 × 0,941) ÷ (2,47 × 7,603)

V = (9410 ÷ 18,779)

V = 501,18 liter/ha atau setara dengan 500 liter/ha (digenapkan)

Volume Aplikasi 500 liter/ha, artinya: untuk menyemprot (misalnya Gulma) dalam lahan seluas 1 ha membutuhkan larutan semprot sebanyak 500 liter.

Misalnya:

Lahan gulma yang akan disemprot seluas 600 m2, maka larutan semprot yang harus disiapkan adalah sebanyak:  (600 ÷ 10000) × 500 liter/ha =  0,06 ha x 500 liter/ha = 30 liter

Jika volume aplikasi alat semprot telah diketahui maka jumlah larutan semprot yang harus disiapkan dan jumlah pestisida yang dibutuhkan dapat ditentukan. Tentang bagaimana memperhitungkan jumlah pestisida berdasarkan volume aplikasi alat semprot, selengkapnya tentang: Perhitungan Kebutuhan Pestisida Sesuai Hasil Kalibrasi

F. Perhitungan Kebutuhan Pestisida Sesuai Hasil Kalibrasi

Daftar Pustaka

  • Djojosumarto, P. 2000. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Kanisius. Yogyakarta.
  • Djojosumarto, P. 2004. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Kanisius. Yogyakarta.
  • Sudarno, S. 1991. Pestisida. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.


Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang - Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. - We learn, practice, and be rich - Kami belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera - Meup onle ate, mua onle Usif - Designed By JoomShaper