Selamat Datang di Halaman PERLINTAN - Perlindungan Tanaman - Website Jurusan MPLKMateri Praktek Perlindungan TanamanParasitoid Hama TanamanOPT Tanaman PertanianMateri Kuliah Perlindungan TanamanPredator Hama TanamanMusuh Alami HamaPerlindungan Tanaman adalah usaha untuk melin­dungi tanaman dari ancaman atau gangguan yang dapat merusak, merugikan, atau mengganggu proses hidupnya yang normal, sejak pra-tanam sampai pasca tanam (Djafaruddin, 1996)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

Yosefus F. da-Lopez, Nina J. Lapinangga, & Jacqualine A. Bunga. (2020). Bahan Ajar Perlindungan Tanaman (MLK22203/2(1-1)) untuk Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering. Website Jurusan MPLK

Ambang Ekonomi Pengendalian Hama

Kompetensi Dasar

Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu menentukan penggunaan nilai Ambang Ekonomi dengan tepat serta mampu menganalisis hubungan antara Ambang Ekonomi dengan Monitoring OPT secara benar.

Dasar Teori

Ambang Ekonomi (AE) merupakan konsep penting dalam Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan kapan dan di mana tindakan pengendalian hama harus dilakukan. Menurut Stern dkk. (1959), AE adalah tingkat kepadatan populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah peningkatan populasi lebih lanjut yang dapat mencapai Aras Luka Ekonomi (ALE).

Perbedaan AE dan ALE
  • AE (Ambang Ekonomi): Fokus pada keputusan tindakan pengendalian untuk mencegah kerugian lebih lanjut dan meningkatkan keuntungan usaha tani.
  • ALE (Aras Luka Ekonomi): Fokus pada aspek ekonomi, yaitu perhitungan biaya, manfaat, dan kerugian dari tindakan pengendalian.

Secara konseptual, AE harus berada di bawah ALE agar petani memiliki waktu untuk merespons perubahan populasi hama di lapangan. Misalnya, jika ALE larva penggerek batang padi adalah 5 larva/rumpun, maka AE ditetapkan pada 4 larva/rumpun.

Penentuan Ambang Ekonomi

Penentuan nilai AE dipengaruhi oleh beberapa faktor:

1. Jenis Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

  • OPT utama memiliki nilai AE yang lebih tinggi.
  • Contoh: Wereng hijau (Nephotettix virescens) memiliki AE 5 nimfa/tunas tanpa serangan Tungro, dan 1 nimfa/tunas jika ada serangan Tungro.

2. Jenis Tanaman

  • Tanaman bernilai ekonomi tinggi (misalnya buah atau bunga) cenderung memiliki AE yang lebih tinggi dibanding tanaman bernilai rendah.

3. Fase Serangan OPT

  • OPT dapat menyerang pada fase pembibitan, vegetatif, generatif, atau sepanjang umur tanaman.
  • Setiap fase memiliki dampak yang berbeda terhadap hasil panen.
Parameter Penentu AE

Nilai AE ditentukan berdasarkan tiga parameter utama:

ParameterKeterangan
BP Biaya Pengendalian (Rp/ha)
HK Harga Komoditi (Rp/kg)
KH Kehilangan Hasil per unit kepadatan hama (kg/ha/serangga/m² atau pohon/tanaman)
 
Rumus Perhitungan AE
AE=  (BP )/(HK ×KH)

Keterangan:

  • AE = Ambang Ekonomi (serangga/m²)

  • BP = Biaya aplikasi pestisida (termasuk pestisida, tenaga kerja, alat, dll.)

  • HK = Harga komoditi yang dipanen

  • KH = Potensi kehilangan hasil akibat serangan hama

Ambang Ekonomi merupakan istilah yang sudah dikenal dan digunakan untuk pengambilan keputusan pengendalian hama sesuai dengan konsep Pengelolaan Hama Terpadu (PHT). Menurut Stern dkk. (1959) AE merupakan kepadatan populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah terjadinya peningkatan populasi berikutnya yang dapat mencapai Aras Luka Ekonomi (ALE). Konsep AE lebih menekankan aspek pengambilan keputusan kapan dan di mana petani harus menggunakan pestisida agar tindakan tersebut efektif menurunkan populasi hama dan mencegah kerugian lebih lanjut serta meningkatkan keuntungan usaha tani. ALE lebih menekankan aspek perhitungan ekonomi, biaya, manfaat, untung rugi dari tindakan pengendalian hama dengan menggunakan pestisida. Jadi jelas bahwa AE merupakan Aras Keputusan Tindakan Pengendalian. Ambang Ekonomi secara konsepsi letaknya harus di bawah garis ALE, hal ini karena apabila populasi hama telah mencapai garis AE kemungkinan populasi akan meningkat terus sehingga dapat melewati garis AE. Stern dkk. (1959) cit. Untung (2003: 72) menyatakan agar populasi hama tidak mencapai ALE harus diadakan tindakan pengendalian pada aras populasi digaris AE. Penentuan AE dan ALE adalah AE harus di bawah ALE, hal ini dimaksudkan agar petani masih mempunyai waktu untuk menanggapi perubahan yang terjadi di lapangan. Misalnya apabila dari perhitungan diketahui ALE dari larva penggerek batang padi adalah 5 larva/rumpun maka dapat kita tentukan nilai AE adalah 4 larva/rumpun tanaman.

Penentuan Ambang Ekonomi

Penentuan Ambang Ekonomi suatu OPT didasarkan pada: jenis OPT, yaitu apabila OPT tersebut merupakan OPT utama maka nilai AE cukup tinggi, misalnya hama Wereng (Nephotettix virescens) nilai Ambang Ekonominya adalah 5 nimfa per tunas pada saat tidak ada serangan penyakit Tungro, jika ada serangan Tungro maka 1 nimfa per tunas; jenis tanaman yaitu menyangkut Nilai Ekonomi tanaman, apakah dipanen daunnya, bunganya, buahnya, akarnya atau keseluruhan tanaman.

Ambang Ekonomi untuk setiap OPT berbeda karena setiap OPT secara biologi dan ekologi tidak sama. Ada OPT yang menyerang tanaman pada fase pembibitan, fase pertumbuhan vegetatif dan fase generatif pada saat pengisian bulir dan polong. Ada pula OPT yang menyerang sepanjang umur hidup tanaman.

Jenis tanaman yang dibudidayakan oleh petani dapat mempengaruhi nilai Ambang Ekonomi dari OPT, artinya tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi akan memiliki nilai ambang ekonomi yang tinggi pula.Dengan demikian ambang ekonomi sebagaimana didefinisikan di atas tergantung pada tiga parameter, yaitu:

  • Biaya penyemprotan/biaya pengendalian (Rp/ha)
  • Harga komoditi (Rp/kg)
  • Kehilangan hasil per unit kepadatan serangga (kg/ha per serangga/m2 atau pohon atau tanaman)

Secara sistematis ambang ekonomi dihitung sebagai berikut: 

AE=  (BP )/(HK ×KH)

Dimana: AE = Ambang Ekonomi (serangga/m2), BP = Biaya Pengendalian/aplikasi Pestisida (Rp/ha); HK   = Harga Komoditi (Rp/kg); KH = Kehilangan Hasil (kg/ha/serangga/m2 atau pohon atau tanaman)

Biaya pengendalian atau aplikasi pestisida tergantung pada harga pestisida, tenaga kerja, alat-alat, dan biaya lainnya. Harga komoditi cenderung tidak stabil, bervariasi pada setiap pasar, bervariasi pada setiap bulan, dan tergantung kualitas produk. Kehilangan hasil berhubungan dengan kepadatan populasi serangga. Satu hal yang harus diingat bahwa kerusakan pada satu tanaman tidaklah selalu mengakibatkan kehilangan hasil.

Organisasi Praktikum

  1. Mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil (setiap kelompok 3-5 orang, tergantung jumlah mahasiswa).
  2. Tiap-tiap kelompok mengisi form yang ada pada lembar kerja dan mendiskusikannya.
  3. Dosen/teknisi membantu dalam melaksanakan praktek ini.

Bahan dan Alat

Alat-alat yang digunakan yaitu kalkulator, pensil, dan kertas.

Prosedur Kerja

Lengkapilah lembar kerja yang tersedia. Mulailah dengan biaya penyemprotan. Isilah harga komoditi bulanan, dan hitunglah nilai bulanan pada Ambang Ekonomi tersebut! Contoh: 

Tabel 1. AE Komoditi Cabe
No Kehilangan hasil/populasi (kg/ha per serangga/m2) Biaya Pengendalian (Rp/ha) Harga komoditi (Rp/kg) AE (serangga/m2)
1 50      
2 50      
3 50 50 75 0,013
4 50 100 75  
5 25      
6 25 85 50  
7 50 85 50000  
8 50      
9 50      
10 50 50 75  
11 50 50 100  
12 50      
         

Nilai AE = 0,013 (lihat Tabel 1, No.3) artinya: jika dalam lahan tanaman cabe telah ditemukan lebih dari 0,013 serangga/m2 atau 13 serangga per 1000 m2 maka tindakan pengendalikan menggunakan Pestisida perlu segera dilakukan.

Evaluasi

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Ambang Ekonomi !
  2. Jelaskan pengaruh tiga parameter dalam penghitungan AE !
  3. Apa manfaatnya jika kita mengetahui nilai AE hama tertentu pada suatu komoditi ?

Daftar Pustaka

  • Untung K. 1993. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
  • Triharso. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang - Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. - We learn, practice, and be rich - Kami belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera - Meup onle ate, mua onle Usif - Designed By JoomShaper