Selamat Datang di Halaman PERLINTAN - Perlindungan Tanaman - Website Jurusan MPLKMateri Praktek Perlindungan TanamanParasitoid Hama TanamanOPT Tanaman PertanianMateri Kuliah Perlindungan TanamanPredator Hama TanamanMusuh Alami HamaPerlindungan Tanaman adalah usaha untuk melin­dungi tanaman dari ancaman atau gangguan yang dapat merusak, merugikan, atau mengganggu proses hidupnya yang normal, sejak pra-tanam sampai pasca tanam (Djafaruddin, 1996)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

Yosefus F. da-Lopez, Nina J. Lapinangga, & Jacqualine A. Bunga. (2020). Bahan Ajar Perlindungan Tanaman (MLK22203/2(1-1)) untuk Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering. Website Jurusan MPLK

Keong Hama Tanaman Pertanian

Topik Bahasan

Keong Hama Tanaman Pertanian merujuk pada beberapa jenis siput/slug yang menjadi hama penting bagi tanaman pertanian, terutama pada tanaman padi dan sayuran. Dua jenis yang paling umum adalah: Keong Mas (Pomacea canaliculata) yang merupakan spesies invasif asal Amerika Selatan yang sangat merusak pertanaman padi muda dengan cara memotong batang tanaman, dan Siput Darat (Achatina fulica) yang lebih dikenal sebagai siput giant Afrika yang menyerang berbagai tanaman sayuran dan buah dengan menggerogoti daun, batang, serta buah.

Galleri Keong Hama Pertanian

Keong Mas terutama aktif pada fase vegetatif awal padi, dimana mereka dapat menyebabkan kerusakan parah hingga mencapai 100% jika populasi tidak terkendali. Siput ini memiliki karakteristik reproduksi yang sangat cepat, dengan kemampuan bertelur hingga 500 butir per minggu per individu, serta memiliki adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan melalui mekanisme estivasi. Sementara itu, Siput Darat lebih sering menyerang pada malam hari atau kondisi lembab, meninggalkan jejak lendir yang khas dan merusak kualitas hasil panen.

Pengendalian kedua jenis keong hama ini memerlukan pendekatan terintegrasi yang meliputi metode mekanis seperti pengumpulan manual dan pemasangan perangkap, metode kultur teknis melalui rotasi tanaman dan pengaturan jarak tanam, metode biologis dengan memanfaatkan musuh alami seperti bebek dan burung, serta metode kimiawi terbatas menggunakan moluskisida selektif. Penting untuk menerapkan sistem monitoring yang ketat dan tindakan pencegahan dini, mengingat kemampuan reproduksi dan daya adaptasi keong hama yang sangat tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan.