Pengamatan Jenis-Jenis Mikroorganisme
Kompetensi
Setelah melaksanakan praktikum, mahasiwa akan dapat :
- Menjelaskan jenis-jenis mikroorganisme
- Membedakan morfologi berbagai jenis mikroorganisme
Dasar Teori
Dalam klasifikasi lima dunia, organisme dikelompokkan ke dalam Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Dunia mikroorganisme terdiri atas berbagai jasad renik yang umumnya bersifat uniseluler. Perbedaan utama antar kelompok mikroorganisme terletak pada organisasi bahan selulernya. Dunia mikrobe mencakup Monera (virus dan sianobakteri), Protista, serta Fungi (khamir dan kapang). Perbedaan ini penting karena memisahkan Protista menjadi dua kategori utama, yaitu Prokariota dan Eukariota.
Di daerah tropis, sianobakteri dan alga tingkat rendah banyak ditemukan di permukaan tanah. Organisme ini mudah dibedakan dari mikrobia lain karena bentuknya yang khas dan ukurannya relatif besar. Sianobakteri, atau bakteri biru, merupakan kelompok bakteri fotosintetik aerobik yang berperan penting di sawah atau tempat tergenang air dengan intensitas cahaya tinggi. Sebagian besar sianobakteri dan alga tingkat rendah mampu melakukan fiksasi nitrogen (N₂) dari udara, sehingga sering dimanfaatkan sebagai sumber protein. Berdasarkan morfologi, sianobakteri dibagi menjadi dua golongan, yaitu yang uniseluler dan yang berbentuk filamen.
Bakteri memiliki ukuran tubuh sangat kecil, dengan lebar 1–2 mikron dan panjang 2–5 mikron. Bakteri tidak memiliki klorofil dan inti sejati seperti pada tumbuhan tinggi. Sebagai gantinya, terdapat benda-benda yang mengandung kromatin, yaitu bahan kromosom. Inti sederhana ini disebut prokaryon, dengan kromosom berupa utas melingkar tanpa pasangan, sehingga bakteri bersifat haploid.
Jamur merupakan organisme berinti sejati, berspora, tidak berklorofil, dan tubuhnya dapat berupa sel tunggal atau benang bercabang. Dinding sel jamur tersusun dari kitin dan selulosa atau keduanya. Jamur berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Benang jamur disebut hifa, yang dapat bercabang membentuk jaring-jaring disebut miselium. Hifa ada yang bersekat-sekat, dan umumnya menghasilkan alat pembiak berupa spora.
Dengan demikian, dunia mikroorganisme memiliki keanekaragaman yang luas, mulai dari bakteri prokariotik sederhana hingga jamur eukariotik kompleks, masing-masing dengan peran penting dalam ekosistem.
Bahan dan Alat
- Bahan. Bahan yang digunakan dalam percobaan praktikum, yaitu: alkohol, tisue, preparat awetan Aspergillus sp, larutan laktofenol, preparat awetan Rhizopus sp, biakan murni Saccharomyces cerevisiae, biakan Bacillus subtilis dan Eschericia coli, air dari sawah yang mengandung sianobateri atau algae, Akar Cycas sp atau Azolla sp
- Alat. Alat-alat yang digunakan dalam percobaan praktikum, yaitu: gelas benda dan gelas penutup, lampu spiritus, jarum ose, jarum preparat pipet tetes, pensil, penghapus dan mikroskop.
Prosedur Pelaksanaan
- Bersihkan gelas benda dan gelas penutup dengan alkohol, kemudian dipanggang diatas nyala lampu spiritus
- Setelah dingin, teteskan larutan laktofenol 1-2 tetes dibagian tengah permukaan atas gelas benda tersebut.
- Ambil secara aseptis biakan yang telah disediakan menggunakan jarum ose dan letakkan diatas gelas benda yang telah diberi larutan laktofenol.
- Ratakan biakan tersebut dengan memakai 2 buah jarum
- Kemudian tutup dengan gelas penutup dan dijaga jangan sampai terdapat gelembung udara dibawah gelas penutup, sebab gelembung udara tersebut akan mengganggu pada waktu pengamatan dengan mikroskop.
- Letakkan pada meja preparat di mikroskop lalu
- Gambar bentuk-bentuk mikroorganisme
- Perhatikan : Bentuk sel dan koloni, warna sel, dinding sel dan alat-alat lain
Evaluasi
Deskripsikan mikroorganisme yang diamati melalui mikroskop dan jelaskan struktur dari mikroorganisme dan peranannya dalam berbagai bidang.
Daftar Pustaka
Waluyo, Lud. 2004. Mikrobiologi Umum. UMM Press. Universitas Muhamadiyah Malang.
