Beberapa unsur yang kita kenal sehari-hari, ada yang berada dalam keadaan bebas (monoatomik) dan berada dalam bentuk yang terikat dengan unsur lain/bentuk senyawa (poliatomik). Contoh unsur monoatomik: karbon , emas, besi dan lain-lain. Contoh unsur poliatomik: belerang, fosfor, hydrogen dan lain-lain.
Tabel 1. Perbedaan Sifat Unsur Logam dan Unsur Non Logam
|
Sifat-sifat unsur logam
|
Sifat-sifat unsur non logam
|
|
Mengkilat
|
Tidak mengkilat
|
|
Menghantarkan listrik
|
Isolator
|
|
Keras tetapi lentur
|
Rapuh
|
|
Padat kecuali raksa
|
Padat, cair, gas
|
Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang masih dapat diuraikan menjadi dua zat atau lebih dengan sifat yang berbeda dari asalnya. Senyawa yang kita kenal sehari-hari adalah air, garam dapur, gula, urea, kalsium karbonat (kapur).
Contoh penguraian senyawa menjadi zat-zat lain (dengan cara kimia):
- Air (H2O)
-
- Senyawa Air adalah zat cair jernih tidak berasa, tidak berwarna dan tidak dapat terbakar.
- Unsur penyusunnya: Gas hydrogen yang sangat mudah terbakar dan gas oksigen yang diperlukan dalam proses pembakaran.Gambar 4. Klasifikasi Materi
- Gula (C6H12O6)
-
- Senyawa Gula tebu merupakan zat padat putih dan rasanya manis
- Unsur penyusun: karbon, gas hydrogen dan gas oksigen. Karbon (arang) adalah zat padat yang berwarna hitam, gas hydrogen mudah terbakar, sedangkan gas oksigen diperlukan untuk pembakar
- Garam dapur (NaCl)
-
- Senyawa Natrium klorida (NaCl) merupakan zat padat berwarna putih dan rasanya asin.
- Unsur penyusun: Natrium dan klorin. Natrium merupakan logam yang reaktif sedangkan gas klorin merupakan unsur non logam yang sangat reaktif dan berbau.


