Struktur Organisasi Laboratorium
Struktur Personalia Laboratorium Sistem Usahatani Terpadu
Saat ini, laboratorium ini berada di bawah kepemimpinan Yason E. Benu, SP, M.Sc, yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium. Dalam pelaksanaan tugasnya, beliau dibantu oleh tim pelaksana yang terdiri dari tenaga Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dan teknisi, sebagai berikut:
- Djonius Nenobesi, SP, M.Si., berlatar belakang Ilmu Lingkungan dan Perkebunan, menjabat sebagai PLP yang mendukung kegiatan praktikum dan pengelolaan sistem agroekologi terpadu.
- Katharina So'o Aku, memiliki keahlian di bidang Manajemen Pertanian Lahan Kering, bertugas sebagai PLP yang mendukung pelaksanaan praktikum dan pengembangan model usahatani.
- Musa Manao, juga dari bidang Manajemen Pertanian Lahan Kering, menjabat sebagai PLP yang berperan dalam pengelolaan kegiatan laboratorium dan dokumentasi teknis.
- Maria Ofrida Loa, A.Md., berfokus pada Manajemen Pertanian Lahan Kering, menjabat sebagai PLP yang mendukung pelaksanaan praktikum dan pengelolaan data laboratorium.
Selain tim PLP, laboratorium ini juga didukung oleh para teknisi yang menangani aspek operasional dan pengelolaan kebun:
- Maria M.B. Luron, S.Pt, berlatar belakang Peternakan, menjabat sebagai Teknisi yang mendukung integrasi komponen ternak dalam sistem usahatani.
- Maria Natalia A. Lodang, SP, berasal dari bidang Budidaya Pertanian, bertugas sebagai Teknisi yang mendukung kegiatan budidaya tanaman dan pengelolaan lahan.
- Alfred Toleu, A.Md.P., berpengalaman dalam Manajemen Pertanian Lahan Kering, menjabat sebagai Teknisi yang mendukung pelaksanaan kegiatan teknis dan pemeliharaan fasilitas.
- Geradus Nai, bertugas sebagai Pengurus Kebun, menjabat sebagai Teknisi yang menangani operasional kebun dan pemeliharaan tanaman.
- Tim Kube, juga bertugas sebagai Pengurus Kebun, berstatus sebagai Mahasiswa yang mendukung kegiatan laboratorium secara partisipatif.
Dengan komposisi tim yang beragam dan kompeten, Laboratorium Sistem Usahatani Terpadu menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan sistem pertanian yang adaptif, integratif, dan berkelanjutan.

RINCIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Kepala Laboratorium SUT
- Kualifikasi: Dosen dengan keahlian khusus dalam Sistem Usaha Tani, Agribisnis, atau Ekonomi Pertanian.
- Tugas dan Tanggung Jawab:
- Memimpin perencanaan strategis dan operasional laboratorium.
- Mengembangkan kurikulum praktikum dan modul pelatihan SUT.
- Mengarahkan kegiatan penelitian terapan dan pengembangan model usaha tani.
- Menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan instansi pemerintah untuk aplikasi SUT.
- Bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran dan aset laboratorium.
Koordinator Bidang Pendidikan & Simulasi
- Tugas dan Tanggung Jawab:
- Menyiapkan dan melaksanakan kegiatan praktikum mahasiswa.
- Mengelola software simulasi bisnis dan alat analisis kelayakan usaha.
- Mengembangkan studi kasus usahatani yang relevan dengan kondisi lahan kering.
- Melatih mahasiswa dalam penggunaan tools dan software analisis usahatani.
Koordinator Bidang Analisis Data & Pemodelan
- Tugas dan Tanggung Jawab:
- Mengelola database usahatani (harga, biaya produksi, iklim, dll.).
- Membantu dosen dan mahasiswa dalam analisis data penelitian.
- Mengembangkan dan menguji model usahatani terpadu yang optimal.
- Melakukan analisis finansial (RC Ratio, BEP, NPV) untuk berbagai skenario usaha.
Koordinator Bidang Penelitian & Pengembangan
- Tugas dan Tanggung Jawab:
- Memfasilitasi kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa.
- Mengidentifikasi topik penelitian strategis untuk pengembangan SUT.
- Mendokumentasikan dan mempublikasikan hasil penelitian laboratorium.
- Melakukan studi lapangan untuk validasi model yang dikembangkan.
Koordinator Bidang Kemitraan & Diseminasi
- Tugas dan Tanggung Jawab:
- Membangun jejaring dengan petani, kelompok tani, dan perusahaan agribisnis.
- Mengorganisir kegiatan diseminasi (demo plot, pelatihan, workshop) untuk menyebarluaskan model SUT.
- Menyususn rekomendasi kebijakan usahatani berbasis hasil penelitian.
- Mengelola layanan konsultasi bisnis pertanian untuk masyarakat.
Keterangan:
- Posisi Staf Pendukung dapat diisi oleh teknisi laboratorium, asisten peneliti, atau asisten dosen, menyesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya.
- Struktur ini fleksibel dan dapat disesuaikan kembali setelah Kepala Laboratorium yang definitif ditetapkan dan dilakukan analisis kebutuhan yang mendalam.
Struktur ini dirancang untuk memastikan Laboratorium SUT tidak hanya berfungsi sebagai ruang praktikum, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan konsultasi yang aktif dalam mengembangkan dan menyebarluaskan model-model Sistem Usaha Tani Terpadu yang menguntungkan dan berkelanjutan bagi petani lahan kering.


