Selamat Datang di Halaman PERLINTAN - Perlindungan Tanaman - Website Jurusan MPLKMateri Praktek Perlindungan TanamanParasitoid Hama TanamanOPT Tanaman PertanianMateri Kuliah Perlindungan TanamanPredator Hama TanamanMusuh Alami HamaPerlindungan Tanaman adalah usaha untuk melin­dungi tanaman dari ancaman atau gangguan yang dapat merusak, merugikan, atau mengganggu proses hidupnya yang normal, sejak pra-tanam sampai pasca tanam (Djafaruddin, 1996)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

Yosefus F. da-Lopez, Nina J. Lapinangga, & Jacqualine A. Bunga. (2020). Bahan Ajar Perlindungan Tanaman (MLK22203/2(1-1)) untuk Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering. Website Jurusan MPLK

Ulat Tongkol Jagung: Panduan Lengkap Pengenalan dan Pengendalian

Mengenal Ulat Tongkol Jagung (Helicoverpa zea)

Ciri-Ciri dan Siklus Hidup

Ngengat Dewasa:

  • Aktif pada sore hingga malam hari
  • Panjang tubuh sekitar 1,9 cm
  • Rentang sayap 2,5-3,8 cm
  • Warna bervariasi dari hijau zaitun hingga cokelat kemerahan

Telur:

  • Berwarna putih, diletakkan satu per satu
  • Lokasi penempatan: helai daun dan rambut jagung
  • Setelah 1 hari muncul cincin cokelat kemerahan
  • Bentuk bulat dengan 12+ tonjolan kecil

Larva:

  • Muda: kehijauan dengan kepala hitam
  • Dewasa: mencapai 3,8 cm, warna hijau pucat hingga cokelat

Kerusakan yang Ditimbulkan

Pola Serangan

  • Puncak populasi: Agustus-September
  • Memakan daun, rambut jagung, selubung tongkol, dan jaringan dalam tongkol
  • Tongkol merupakan area paling sering diserang

Tanda-Tanda Serangan

  • Kotoran (frass) terkumpul di ujung tongkol
  • Rambut jagung terpotong
  • Kerusakan pada ujung tongkol

Strategi Pengelolaan Terpadu

Pemantauan dan Deteksi Dini

  • Mulai pemantauan setelah benih berkecambah
  • Fokus pada tanaman yang sedang mengeluarkan bulu (akhir musim panas-awal musim gugur)
  • Kehadiran banyak telur pada bulu jagung segar = indikator serangan tinggi

Pengendalian Hayati

  • ParasitoidTrichogramma spp. (telur berubah warna hitam)
  • Predator: lacewings, kutu bajak laut kecil, kutu damsel
  • Berperan penting menekan populasi tahap awal

Pengendalian Kultur Teknis

  • Penanaman awal: mengurangi kebutuhan intervensi
  • Manfaat: menghindari puncak populasi hama
  • Hasil: menurunkan kebutuhan pengendalian kimia

Metode Pengendalian

Metode Organik

  • Bacillus thuringiensis (Bt)
  • Spinosad (formulasi Entrust)
  • Rotasi dan penanaman dini
  • Aplikasi semprotan biologis saat ambang serangan tercapai

Strategi Aplikasi Insektisida

Waktu Kritis:

  • Saat tanaman mulai mengeluarkan bulu
  • Awal penetasan telur (5-7 hari setelah penempatan)
  • Catatan: Setelah larva masuk tongkol, pengendalian menjadi tidak efektif

Rekomendasi Pestisida

1. SPINOSAD (Entrust/Success)

  • Dosis: 70-140 g/ha (Entrust) atau 0,22-0,44 L/ha (Success)
  • REI: 4 jam
  • Kelompok: Mode Aksi 5

2. SPINETORAM (Radiant SC)

  • Dosis: 220-440 mL/ha
  • REI: 4 jam
  • PHI: 1-28 hari (tergantung jenis jagung)

3. METHOMYL (Lannate SP)

  • Dosis: 280-560 g/ha
  • REI: 48 jam
  • Kelompok: 1A (Karbamat)

4. ESFENVALERATE (Asana XL)

  • Dosis: 424-701 mL/ha
  • REI: 12 jam
  • Kelompok: 3A (Piretroid)

5. PERMETHRIN (Pounce 3.2 EC)

  • Dosis: 292-584 mL/ha
  • REI: 12 jam
  • PHI: 1-30 hari

6. BACILLUS THURINGIENSIS

  • REI: 4 jam
  • PHI: 0 hari
  • Kelompok: 11A

Tips Penting Pengendalian

Pencegahan Resistensi

  • Rotasi bahan aktif dengan nomor Grup berbeda
  • Hindari penggunaan Grup sama >2 kali per musim
  • Gunakan panduan IRAC untuk rotasi

Teknik Aplikasi Efektif

  • Cakupan semprot menyeluruh
  • Targetkan rambut tongkol (silk)
  • Waktu aplikasi tepat (larva masih kecil)
  • Volume dan tekanan semprot memadai

Kesimpulan

Prioritas Pengendalian:

  1. Deteksi dini dan pemantauan rutin
  2. Waktu aplikasi tepat saat penetasan telur
  3. Rotasi insektisida untuk cegah resistensi
  4. Optimalkan pengendalian hayati
  5. Teknik aplikasi yang presisi

Catatan: Untuk jagung ladang/silase, toleransi kerusakan lebih tinggi. Pada jagung manis, ambang toleransi rendah sehingga memerlukan pengendalian lebih intensif.


Artikel ini disusun berdasarkan Statewide Integrated Pest Management Program University of California Agriculture and Natural Resources dan dapat dijadikan sebagai panduan praktis untuk mengelola ulat tongkol jagung di lapangan.

Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2025 Politeknik Pertanian Negeri Kupang - Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. - We learn, practice, and be rich - Kami belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera - Meup onle ate, mua onle Usif - Designed By JoomShaper